__________
Aku hanya terjebak diantara aku membenci tapi aku menyayanginya dan aku ingin memanfaatkannya namun dia selalu membuatku sakit.
____Ari Alanka___
Happy Reading♥
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi, Vera yang belum hafal jalan dari kelas ke gerbang pun meminta tolong di antar oleh Ari.
"Ari anterin gue sampai gerbang dong, gue belum hafal jalan." pinta Vierra namun Ari tidak menanggapinya.
"Ver, biar gue aja yang antar lo ke depan." sahut Vierra setelah selesai merapihkan bukunya.
"Gak, gue mau nya sama Ari." jawab Vera dengan wajah ketus.
"Gue harus segera ke ruangan pelatihan sama Vierra, lo sendiri aja." jawab Ari.
"Udah lah, lo biar gue aja yang anter yah." pinta Vierra tidak mau kalah.
"Gua bilang gue gak mau sama lo, ngerti gak sih?!" bentak Vera, dan Vierra hanya tersenyum simpul mendengarnya.
"Vierra, Ari, cepetan udah ditunggu di ruangan pelatihan." panggil Naomi yang tiba-tiba saja datang.
"Ayo Vie, Vera lo ke gerbang sama Steve aja, Steve tolong anterin Vera ke depan." kata Ari, setelah itu ia menggandeng tangan Vierra keluar ruangan menuju ruang pelatihan.
Pemandangan itu tak lepas dari pandangan Vera dan Steve, mereka berdua sama-sama merasakan cemburu, Vera cemburu terhadap Vierra, dan Steve cemburu terhadap Ari.
¤¤¤
" Ver" panggil Steve saat mereka sudah berjalan di koridor sekolah.
"Iya?" sahut Vera dengan wajahnya yang ditekuk.
"Lo tau gak tipe cowo Vierra itu kayak apa?"
"Enggak."
"Loh kok gak tau, lo kan kembarannya."
"Iya emang gue sama tuh anak kembar, tapi gue sama dia udah pisah selama 9 tahun."
"9 tahun? Kenapa kok lo dipisahin sama dia?"
"Steve, gak semua hal bisa gue ceritain ke lo." hening sejenak lalu Vera melanjutkan kalimatnya. "Intinya gue males harus kembaran sama manusia kayak dia,"
"Oh oke, gue ngerti, tapi menurut lo di udah pernah jatuh cinta belum?"
"Gue sih gak tau soalnya gue bareng sama dia cuma sampai umur 7 tahun setalah itu gue pindah, tapi selama gue disana, gue gak pernah dengar kabar kalau dia punya pacar. Jadi kemungkinan besar dia belum punya cinta pertama."
Jawaban dari Vera berhasil membuat Steve bernafas lega.
"Emang kenapa lo tanya tentang dia? Lo suka sama dia?"
"Iya," jawab Steve dengan enteng.
"Lo kenapa bisa suka sama dia?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is a Dream [END]
Roman pour AdolescentsSUDAH END, PROSES REVISI. --- Rasa bersalah, penyesalan dan kehilangan. Ketiga hal itu tidak pernah absen menghantui kehidupan seorang Vierra Jovanka "Pergi dari rumah ini, anak pembawa sial" Vierra takut sepi, Vierra takut gelap. Namun kenapa oran...
![Love is a Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/188508159-64-k953994.jpg)