05.00
Pagi itu, gadis cantik baru saja bangun dari tidurnya, ia segera bergegas mandi menggunakan air hangat yang sudah tersedia melalui shower kamar mandinya. Usai mandi Vierra bergegas turun kebawah menuju dapur hendak memasak makanan untuk dirinya dan juga Alvan, soal Alvan? Kakak laki-lakinya itu mungkin masih tertidur pulas diatas tempat tidurnya.
"Gue masak apa ya yang cepet" tanya Vierra pada dirinya sendiri. "Capcay aja kali ya? Eh jangan deh ka alvan kan bukan vegetarian," gerutunya gemas " Ah iya gue masak ayam goreng upin ipin aja deh" lanjutnya sambil terkikik geli.
Vierra pun segera masak ayam goreng, tak lama kemudian Alvan turun dan duduk di depan Vierra.
"Masak apa kamu de?" tanya Alvan saat sampai di meja makan.
"Ini namanya Ayam Goreng Upin Ipin" jawab Vierra sambil menunjukkan makanan yang dimasaknya.
"Enak gak nih?" Kata Alvan mulai mencicipi masakan adiknya sedikit demi sedikit. "enak lah gue kan jago masak" jawan Vierra dengan pedenya.
Mereka berdua makan dalam hening, terkadang hanya ada suara dentingan sendok yang bertabrakan dengan piring. Setelah makan mereka berdua bersiap-siap menuju sekolah masing-masing.
"Kamu kaka anter ya vie, tunggu sebentar kaka ambil kunci mobil dulu" kata Alvan lalu bergegas pergi, sementara Vierra sudah siap sedari tadi.
"Ayo berangkat." Sahut Vierra ketika Alvan sudah mengunci pintu rumah mereka. Alvan segera menyalakan mesin mobil, dan membelah Jalanan sejuk kota Bandung di pagi hari.
***
Vierra memasuki kelasnya yang sudah mulai ramai.
"Good morning everybody" teriak Vierra saat ia memasuki kelasnya.
"Kebiasaan deh lo vie, masuk-masuk pasti teriak-teriak panas nih kuping gue." prores Felix, teman selelas Vierra, sementara Vierra hanya terkekeh.
"Eh kutub utara!" panggil Vierra pada Ari yang beru saja datang, dan duduk tenang di bangkunya.
"...." Ari masih terdiam.
"Kutub utara, gue mau nanya ke lo" panggil Vierra lagi, entah mungkin ia sudah kesal karena panggilannya tidak disahuti oleh Ari.
"KUTUB UTARA BERPARAS MANUSIAAA JAWAB GUE DONG!!!" teriak Vierra, dan berhasil membuat Ari menatap sinis kearahnya.
"Gue punya nama." jawab Ari cuek.
"Yah tapi gue lebih enak manggil lo dengan sebutan itu, lagipula emang bener kan, lo itu dingin kayak kutub utara?" sewot Vierra.
"Hmm, ngomong apa?" tanya Ari masih dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Ntar ada Ekskul, lo harus dateng, soalnya kita harus latihan buat demo ekskul nanti."
"Oke."
"Cuma oke doang gitu? lo gak tanya-tanya apa kek gitu?" heran Vierra.
"Gak," jawab Ari cuek.
"Dasar nyebelin."
"Hmm."
"Dasar es batu."
"..."
"Dasar Jelek."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is a Dream [END]
Teen FictionSUDAH END, PROSES REVISI. --- Rasa bersalah, penyesalan dan kehilangan. Ketiga hal itu tidak pernah absen menghantui kehidupan seorang Vierra Jovanka "Pergi dari rumah ini, anak pembawa sial" Vierra takut sepi, Vierra takut gelap. Namun kenapa oran...
![Love is a Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/188508159-64-k953994.jpg)