Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter. 2 : Berkenalan dan Jatuh Cinta

849 99 54
                                        

"Aku menemukanmu dan jatuh cinta, aku mempertaruhkan hatiku untuk kau jaga."

- Steve Fernandez -

Happy Reading !!

Steve duduk di sebelah Gio setelah berhasil mendapatkan pesanannya, entah mengapa dirinya merasa masih canggung. Apa mungkin karena dia belum berkenalan dengan orang-orang di meja ini?

"Woy canggung banget nih. Steve, kenalin gue Felix, si tampan dari Negri China." ucap laki-laki bermata sipit memecah kecanggungan yang ada.

"Idih, pede banget lo. Melek dulu melek." balas Cantika,

"Eh buset neng, ini abang udah melek neng, emang keliatan kayak masih merem. Tapi gini-gini udah 100% melek nih." balas Felix tidak terima, sambil berusaha untuk membuat matanya melotot.

"Cantik-cantik body swimming aja lu neng" sambung Felix lagi.

"BODY SHAMING FELIX, BODY SHAMING!" koreksi Melink dengan suara cemprengnya, yang berhasil membuat seluruh mata memandang ke arah meja mereka.

"Melink goblok, dia yang teriak gue yang malu!" bisik Jasmine sambil menutup wajahnya malu.

"Lo bisa gak sih sehari aja gak teriak dengan suara cempreng lo itu?" ucap Cantika sambil terkekeh malu.

"Ya maaf deh, abisan ini si sipit bikin kesel gak tau tempat aja."

"Eh ngaca, lu juga sipit!"

"Tapi sipitan elo!"

"Tapi lo juga sipit, Cuma keliatan besa raja karena kaca mata."

"Ya tapi lo-"

"Udah-udah, kalian mau Vie jodohin aja?" dengus Vierra yang sedari tadi diam memperhatikan temannya bergelut ria itu. Mendengar omelan Vierra barusa, keduanya memilih untuk diam dan menikmati makan siang mereka.

"Steve, kita belum kenalan loh." Cantika Kembali berucap, membuat Gio mendengus, "pasti ini anak mau berulah lagi," batinnya.

"Eh iya, gue Steve." sapa Steve kepada semua orang di meja itu.

"Gue Cantika, yang sipit kepangan itu Melink, yang kuncir kuda sambil makan bakso pedes itu Jasmine, nah yang kalem rambut digerai cakep itu namanya Vierra. Kita berempat ini bestie, tapi si curut 1 yaitu Gio dan curut 2 yaitu Felix selalu aja ganggu kita." ucap Cantika sambil menunjuk temannya satu persatu, memperkenalkan teman-temannya itu pada laki-laki tampan yang ada di hadapannya.

"Salam kenal semua, gue Steve." sapa Steve dengan senyum manisnya.

"Gila gue happy banget, di kelas kita banyak cogan." pekik Melink saking bahagianya.

"Termasuk gue," sahut Felix membuat Melink mendengus kesal.

"Buruan habisin makanannya, bentar lagi bel masuk." Setelah kalimat itu keluar dari mulut Vierra, tidak ada lagi percakapan di meja mereka.

. . .

Jasmine, Gio, Felix, Melink dan Cantika sudah ke kelas mereka sedari tadi. Sedangkan Vierra dan Steve masih berjalan beriringan, awalnya Steve berkata perihal ekstrakulikuler yang aktif di Nawasena dan Vierra menawarkan Steve untuk bergabung dengan ekskul Vocal & Music karena kebetulan Steve bisa bernyanyi dan memiliki skill bermain gitar. Berakhirlah mereka disini, ruang music yang merupakan fasilitas untuk ekstrakulikuler yang satu itu.

"Lo bisa masuk kesini setelah skill lo di tes Steve, gue udah umumin ke grup kalau ada anak baru yang mau join. Lo cukup isi form ini, terus serahin ke gua. Bisa langsung lo isi sekarang kok."

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang