________________________________________
Bertahan atau merelakan?
________________Ari Alanka ________________
Happy Reading!
Pria tampan yang saat ini tengah melamun itu kembali memikirkan orang yang disukainya. Kenapa menyakitkan sekali, jadi ini yang namanya patah hati? Seperih inikah mencintai sendirian? Sesakit inikah jika hanya kita yang punya rasa?
Steve. Laki-laki yang saat ini duduk diam sambil memandang danau di hadapannya. Apakah ia harus merelakan Vierra? Atau ia harus jadi cowo pengecut selamanya?
Drrt.. Drrtt..
Getaran dari handphone Steve behasil membuat Steve tersadar dari lamunannya. Ada sebuah pesan masuk dari ibunya yang meminta diantar ke arisan. Dasar ibu-ibu rempong!
Dengan segera Steve menaiki motornya dan malaju membelah jalanan kota sore itu.
¤¤¤
Vierra baru saja selesai membersihkan rumah yang saat ini ditempatinya. Di rumah ini sangat hening, dia benar-benar sendirian, sampai kapan hidupnya seperti ini? Ia punya Ibu, Kakak laki-laki dan kembaran. Tapi, kenapa ia selalu merasa sendirian?
Gadis yang saat ini telah mencari sesuatu di kopernya menyerngitkan dahinya heran saat ia tidak bisa menemukan barang yang dicarinya, buku diary pemberian Vera 9 tahun yang lalu.
"Lho kok gak ada ya?" baju yang ada di koper itu kini sudah berserakan tangan Vierra dengan cepat mencari buku itu. Tidak, buku itu jangan sampai hilang.
Pikirannya kembali ke beberapa tahun yang lalu, saat Vera memberikannya sebuah hadiah di ulang tahunnya yang ke-7.
Saat itu gadis manis yang sedang berbahagia tengah menyisir rambutnya, baju dress pink dengan pita berwarna merah dibagian panggung sangat terlihat cantik dipakai gadis kecil itu. Setelah selesai menyisir gadis yang diketahui bernama Vierra mengambil jepitan rambut berwarna putih yang hanya dihiasi oleh mutiara dan memakainya. Sangat sederhana namun terkesan cantik.
"Vierra udah siap." gadis itu keluar kamarnya dan menyusul kembarannya yang saat itu sedang didandani oleh Kania, ibunya.
"Vera, liat deh Vie cantik kan pake jepitan dari Papah?"
"Iya cantik, Vera juga mau pake mahkota dari Papah lho," balas Vera tak mau kalah.
"Wih-wih ini siapa sih? Kok cantik banget?" itu Alvan, laki-laki yang berkedudukan sebagai abangnya Vierra yang saat itu masih berumur 12 tahun.
"Bang Alvan bisa banget sih," balas Vierra malu-malu.
"Vera udah selesai, sekarang kita mulai acaranya yuk!"
Dan acara ulang tahun kecil-kecilan pun dimulai, Vierra sangat senang hari itu, menurutnya, itu adalah ulang tahun yang terindah. Setelah selesai acara, Vierra memberikan Vera hadiah ulang tahun yang sangat disukai Vera, dengan segera juga Vera memberikan hadiahnya untuk Vierra, hadiah yang saat itu dibungkus cantik dengan kotak berwarna pink dan pita hias berwarna biru. Dengan segera Vierra membuka kado itu dan tersenyum melihat isinya. Sebuah buku cantik berwarna hitam-pink.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is a Dream [END]
Fiksi RemajaSUDAH END, PROSES REVISI. --- Rasa bersalah, penyesalan dan kehilangan. Ketiga hal itu tidak pernah absen menghantui kehidupan seorang Vierra Jovanka "Pergi dari rumah ini, anak pembawa sial" Vierra takut sepi, Vierra takut gelap. Namun kenapa oran...
![Love is a Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/188508159-64-k953994.jpg)