Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Tegar|| Chapter. 28

312 17 0
                                        

________________________
Diam. Satu cara yang lebih baik aku lakukan daripada harus kehilanganmu.
___-Steve Fernandez-___

Happy Reading ~♥~

Suasana kantin sangat ramai, beberapa murid ada yang memakan bekal atau makanan yang ia beli sambil bergosip, ada juga yang hanya memesan minum dan membaca novel disudut kantin. Sangat ramai. Namun, tidak bagi Jasmine, Cantika dan Melink, meja yang sekarang mereka tempati serasa sepi hanya karena tidak masuknya seorang Vierra Jovanka.

"Bosen gue," gumam Cantika sambil meminum es jeruknya.

"Vierra beneran gak ada kabar apa?" tanya Melink.

Jasmine menggeleng "Dari kemarin  handphonenya gak aktif, semenjak mati lampu semalem tuh feeling gue udah gak enak."

"Hah? Gengs liat deh tuh Vera lengket banget sama si Ari, udah kayak cicak nemplok di dinding."

Jasmine dan Melink mengikuti arah pandang Cantika dan benar, dari arah pintu kantin terdapat Vierra yang bergelayut manja di lengan Ari, sementara Ari? Terlihat biasa saja, seperti tidak merasa terganggu.

"Hai!" sapa Vera kepada ketiga teman Vierra.

Senyum palsu diwajah Jasmine mengembang sinis "Hai juga," ucapnya.

"Kita boleh gabung gak? Meja penuh nih." masih dengan memegang manja tangan Ari.

Cantika tersenyum ramah, tidak mengerti situasi, gadis cantik itu menggeser posisinya memberikan tempat duduk untuk Vera, sementara Ari duduk di bangku yang kosong yang masih ada di meja itu.

Suasana menjadi canggung hanya Cantika dan Vera yang masih asik berbicara membahas tren make up remaja masa kini serta beberapa style baju yang lagi jaman.

"Ver," panggil Melink yang sedari tadi hanya diam.

"Iya, kenapa?"

"Lo tau dimana Vierra? Dia gak masuk hari ini."

Raut wajah Vera berubah menjadi kikuk, semua mata memandang ke arahnya, begitupun dengan Ari yang sedari tadi memasang wajah datar tanpa ekspresi juga melirik Vierra dengan tatapan tajamnya.

"Cepet jawab. Ck lama." Jasmine sudah muak sedari tadi. Sensi amat si eneng.

"Gu–Gue gak tau dia dimana."

"Kan lo kembarannya dan kalian satu rumah, masa iya lo gak tau dia dimana."

"What? Yaampun tuh anak gimana sih, kalian sahabatnya Vierra kan?" tanya Vera dan ketiga sahabat Vierra pun mengangguk.

"Dia udah gak serumah sama gue, dia bilang dia mau mandiri nyoba hidup sendiri. Jadinya dia di kontrakan deh sekarang, tapi kalau biaya masih dibayarin sama nyokap gue, gak nyangka gue masa iya dia gak cerita ke sahabatnya, buat apa kalian jadi sahabat?" jawab Vera yang tentu saja berbohong sekaligus memanas-manasi.

"Lo lagi gak bohong kan?" tanya Jasmine yang masih ragu.

"Buat apa gue bohong, kurang kerjaan banget."

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang