____________________
Entahlah, kapan rasa ini timbul. Aku selalu cemburu, ketika liat kamu lebih dekat sama yang lain. Baik, aku putuskan. Aku mencintaimu.
____________________
Happy Reading~♥~
"Tes.. Tes.. 1 2 3..." Vierra sedang berada di atas panggung, hari ini adalah hari aksi demo ekstrakulikuler. Setiap ketua ekskul pasti sibuk untuk mengurusi penampilan mereka nanti, begitu juga dengan Vierra.
"Vie, udah semua?" tanya Steve yang sedari tadi memperhatikan Vierra.
"Udah, gimana sama latihannya udah oke?"
"Udah dong, kita nyanyi dua kali, yang pertama Khatrine, Feli, sama Andre nyanyi bertiga pakai gitar sama keyboard Vie, yang main gitar si Andre dan Khatrine main keyboard kalau Feli nyanyi tapi Khatrine juga ikutan nanyi, ngerti kan? Sesuai sama yang kita latih kemarin." Vierra mengangguk mengerti.
"Yang kedua?"
"Bagian yang kedua," terdapat jeda sejenak dari Steve, laki-laki itu membaca kertas bertuliskan jadwal acara, dan dahinya berkerut "Vie, bukannya gue nyanyi sama lo ya?"
"Iya, lo nyanyi sama gue kok, emang kenapa."
"Tapi kok disini, gue nyanyi bareng Ari sih?"
"Hah, masa?" Vierra melihat kertas yang di pegang Steve dan benar saja, di kertas itu terdapat bagian dimana Steve dan Ari duet.
"Tunggu deh ini kayaknya ada yang salah." Vierra segera mencari panitia acara, untuk memperbaiki kesalahan dalam acaranya.
Memang benar, Ari tidak ikut berpartisipasi di demo ini, ia hanya akan memberikan sedikit kata sambutan. Iya, sedikit.
"Kumpulin semua anggota gue mau kasih arahan," titah Vierra, dan Steve hanya menurutinya.
Steve pergi ke ruang vokal untuk memanggil semua anggota, ia membuka pintu ruang vokal dan melihat Cantika tengah membereskan peralatan make up nya.
"Makasih ya Can, udah mau bantu tim gue make up."
"Oke, sukses ya!" ucap Cantika tulus kepada Steve.
"Oke, lo juga sukses ya dance nya. Udah cantik jangan sampai gagal. Hehehe."
"Gue emang cantik dari lahir," ucap Cantika dengan percaya dirinya. "Udah ya gue ke temen-temen gue yang lain ya."
"Oke." setelah itu Cantika keluar dari ruang vokal.
"Guys, udah siap semua kan?" tanya Steve dan yang lainnya mengangguk. "Kita ngumpul di depan panggung, Vierra mau kasih arahan."
"Oke."
Ari yang sedari tadi menyisir rambutnya, segera memakai topi kupluknya dan pergi ke depan panggung mengikuti yang lainnya.
Sesampainya di depan panggung, Ari kagum melihat Vierra yang nampak sangat cantik hari ini.
Dengan pakaian yang sangat cocok jika di padukan dengan pakaian yang Steve pakai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is a Dream [END]
Ficção AdolescenteSUDAH END, PROSES REVISI. --- Rasa bersalah, penyesalan dan kehilangan. Ketiga hal itu tidak pernah absen menghantui kehidupan seorang Vierra Jovanka "Pergi dari rumah ini, anak pembawa sial" Vierra takut sepi, Vierra takut gelap. Namun kenapa oran...
![Love is a Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/188508159-64-k953994.jpg)