Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Fact about feeling || Chapter.4

576 67 1
                                        

Steve PoV~♥~

Gue, Steve Fernandez anak dari pasangan Fajarnio Fernandez dan Githa Adijaya Fernandez, gue punya adik perempuan namanya Stella Fransiska Fernandez, oke gue rasa itu udah cukup.

Gue adalah anak baru di Orlando High School, dan gue ditempatkan di kelas XI Ipa 2.

Gue sampai di OHS jam 06.50 pagi, gue buru-buru dan takut telat, gue awalnya gak tau dimana kelas gue berada, gak lama kemudian mata gue liat sesosok perempuan keluar dari taxi dan masuk kedalam area sekolah, gue manggil nama dia.

"Eh, Kak" panggilku kepada perempuan itu. Tapi perempuan itu seolah tidak mengira kalau gue manggil dia.

"Kak Woy," panggilku sambil melambai-lambaikan tangan ke arahnya, dia pun menatap aku dengan tatapan heran lalu dia menunjuk dirinya sendiri dengan telujuknya seolah berkata 'lo manggil gue?' .

Karena gue orangnya peka, jadi gue menganggukan kepalanya sambil berteriak, "Kak sini deh sebentar," akhirnya dia dateng ke arah gue.

"Kak mau nanya boleh?" tanya gue pada gadis didepan gue.

"Itu lo udah nanya, yaudah mau nanya apa?" katanya ketus tanpa noleh ke arah gue.

"Gue murid baru disini Ka, kenalin nama gue—"

"to the point cepet udah mau masuk," suruhnya akupun mengangguk mengiyakan.

"Kak mau nanya, kelas XI Ipa 2 dimana ya Kak?" tanya gue sambil menggaruk tengkuk gue yang ga gatal, perempuan itu membulatkan matanya dan gue ngebales dengan tatapan heran

"Ikut gue, dan gak usah panggil gue kakak karena gue sekelas sama lo," ucapnya lalu berjalan mendahului gue, gue berjalan sambil menatap punggungnya dengan senyum tipis, entah kenapa gue merasakan sesuatu menyambar hati gue dan itu bikin gue tenang seketika.

Kami berhenti disebuah kelas yang sudah keliatan ramai.

"Lo mau masuk dulu?" tanya nya.

"Enggak gue mau ke ruang guru dimana ya?" tanya gue lagi.

"Oh ruang guru, itu lo jalan aja tuh ke arah sana entar di depan lo ketemu tata usaha nah di sebelah tata usaha ada ruang guru masuk aja gak apa-apa kok," katanya sambil tersenyum tidak seketus tadi, aku menatap wajahnya lekat.

'Cantik dan manis' batin gue bersuara.

"Oh oke makasih ya," kata gye lembut, lalu dia masuk kedalam kelasnya, gue pun pergi ke ruang guru.

***


Tak lama setelah itu, gue dan Bu Mega selaku wali kelas gue memasuki kelas yang ditunjukkan gadis tadi, gue memperkenalkan diri.

"Ekheem, perkenalkan nama gue— ehh nama saya Steve Fernandez saya pindahan dari Britney Alfonso Hight School" ucap gue memperkenalkan diri sambil tersenyum kikuk.

"Ehh Steve udah punya gebetan belum?" gue ngelirik seorang gadis yang berbicara itu gadis itu memakai make up dan ukuran seragamnya minim, gue cuma bisa senyum tipis, sumpah.

"Yailaahh biasa aja kali, gantengan juga gue." kata seorang pria yang bisa dibilang cukup tampan yang duduk di pojok dekat dengan tembok kelas.

Waktu Bu Mega yuruh gue untuk memilih tempat duduk, gue sengaja memilih bangku di samping cowo yang gue tahu bernama Ari Alanka karena gue sempat berkenalan dengannya.

Alasan gue duduk dibangku depan tepatnya disebelah Ari hanya karena satu alasan. Salah kalau kalian ngira gue mau fokus belajar. Bukan itu alasannya, melainkan,

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang