Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Perfect Broken [[01]] || Chapter. 33

105 8 1
                                        

_____________________________
Gimana aku mau bahagia, kalau semua sumber kebahagiaan aku pergi ninggalin aku.
_________Vierra Jovanka_________

Happy Reading!

Seorang gadis tersenyum menatap cermin yang menampilkan penampilannya sore ini. Sangat cantik dengan  balutan gaun berwarna pink pastel yang dihiasi dengan beberapa mutiara yang membuatnya terkesan lebih elegan. Selain itu, make up dan style rambut yang ditata sedemikian rupa mempercantik tampilannya sore itu.

Dia Vera, gadis yang saat ini sangat berbahagia karena sebentar lagi adalah perayaan hari ulang tahunnya yang ke-17.

"Sayang kamu udah cantik banget lho," ucap Kania kepada anak perempuannya itu.

"Thank you Mom!" balas Vera sambil tersenyum.

"Mama kebawah duluan ya, kayaknya sebentar lagi tamunya akan datang. Kamu susulin Alvan dulu ke kamarnya, dia kayaknya masih siap-siap. Yaudah, Mama ke bawah dulu ya?"

"Okey, Mah." Setelahnya, Kania turun ke lantai satu rumah itu.

¤¤¤

Di tempat yang sama, namun dalam ruang yang berbeda. Alvan menatap ponsel yang ada digenggamannya. Ia ingin sekali menelfon Vierra dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk adiknya itu, namun lagi-lagi rasa gengsi dan kecewa membuat ia harus berfikir dua kali untuk melakukan itu.

Tok.. Tok... Tok....

Suara ketukan pintu menghentikan lamunan Alvan. Laki-laki yang saat itu sedang mengenakan jas hitam pun membuka pintu kamarnya, disana sudah ada Vera dengan senyum manisnya.

"Gimana penampilan gue kak? Cantik kan?" tanya Vera.

Alvan tersenyum. "Kapan sih adek gue jelek?" jawab Alvan, dan keduanya tertawa.

"Kak, ke bawah yuk! Kayaknya Ari udah dateng deh," sahut Vera sambil tersipu malu.

"Yaudah, ayo." lalu keduanya turun ke bawah, dan benar saja Ari sudah datang. Vera menghampiri Ari sambil tersipu malu.

Ari menatap lamat-lamat penampilan Vera. Dari atas sampai bawah. "Cantik," puji Ari yang mampu membuat jantung Vera berdetak lebih cepat.

"Makasih," ucap Vera sambil tersipu malu.

¤¤¤

Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 yang artinya pukul dua belas malam. Seorang gadis sudah tertidur lelap dan bertemu dengan alam mimpi.

Tiba-tiba lampu mati. Tidak ada pencahayaan. Sangat gelap. Vierra terbangun dan kaget saat merasa sekelilingnya sangat gelap.

"Kak," panggil Vierra.

"Kak Alvan dimana? Gelap Kak, Vie takut!" wajah Vierra sudah ketakutan.

"Kak Alvan bisa tolong ambilin lilin gak? Vie gak bisa tidur kak ini gelap banget." keringat sudah mengucur di wajah Vierra.

"Duh, handphone gue mana sih?!" ucap Vierra menggerutu.

"KAK ALVAN VIE TAKUTTT!" teriak Vierra sambil menutup mata dan telinganya.

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang