Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Sikap Yang Aneh|| Chapter. 8

426 58 2
                                        

"Aku suka senyum kamu, tapi aku gak suka liat kamu bagi senyum itu ke orang lain."

Happy Reading⭐️

Bulan dan bintang telah pergi, berganti dengan fajar yang baru saja terbit dari ufuk timur. Vierra baru saja menyelesaikan sarapannya bersama Alvan.

"Lo gue anter." ucapan Alvan seperti perintah yang harus dituruti.

"Gak, gue mau naik angkot aja." Vierra memang sangat keras kepala, bagaimana mungkin disaat semua orang lebih nyaman diantar dengan cowok tampan seperti Alvan menggunakan mobil nya yang cukup mewah, Vierra lebih memilih untuk naik angkutan umum karena alasan yang sangat klasik...

"Udara pagi-pagi itu segar kak, gue gak akan ngantuk pas pelajaran nanti." Itulah alasan Vierra kenapa lebih memilih untuk naik angkutan umum.

"Tapi gue takut Vie, sekarang itu banyak modusnya orang yang awalnya nanya alamat eh malah dicopet, atau diculik. Gue takut lo kenapa-kenapa di jalan Vie, jadi gue harus antar lo ke sekolah."

keputusan Alvan sepertinya tidak bisa diganggu gugat. Buktinya sekarang Alvan sudah memakai sepatu all stars miliknya, dan mengambil kunci mobil yang digantung di paku.

"Cepetan pakai sepatunya." Titah Alvan seperti Raja yang memerintahkan Putrinya.

"Kak tapi ini tuh masih jam 06.37 masih kepagian tau."

"Biasanya aja lo berangkat jam 06.10 Vie."

Vierra mencari alasan agar ia tidak diantar oleh Alvan. "Eh, tapi emang kakak gak ada tugas yang harus kaka kumpulin pagi ini ke dosen?"

"Enggak ada."

"Ihh, coba deh kakak inget-inget dulu siapa tau ada."

Vierra berharap bahwa kakaknya itu mempunyai tugas yang harus dikumpulkan pagi ini, dan harapan Vierra terkabul.

"Oh iya gue lupa, pagi ini gue harus cari bahan buat skripsi sama Dito, gue harus cepet-cepet kasian Dito nunggu lama nanti.  Lo enggak jadi gue anter ya Vie, naik angkutan umum aja, ini ongkosnya." Kata Alvan sembari memberikan uang lembar 20ribu pada Vierra. "hati-hati ya de, kabatin gue kalau udah sampe sekolah."

"Oke kak, hati-hati ya dijalan, semangat nyusun skripsi nya. Byee kak!"

Setelah mobil Alvan melaju, Vierra segera menutup pintu dan mengunci, serta tidak lupa menutup pagar rumahnya, disaat semuanya sudah beres, ia berjalan dengan senyum yang terlukis indah di bibirnya.

Vierra menaiki angkutan umum yang baru diisi oleh beberapa anak SMA,  SMP, SD bahkan ada juga ibu-ibu yang baru pulang dari pasar.

Gadis manis itu mengeluarkan earphone nirkabel miliknya, menyandingkan earphone itu dengan handphone nya dan memutar lagu Missing You - Johny Orlando.

Sesekali ia bergumam kecil, atau mengangguk-anggukkan kepalanya sesuai dengan irama lagu yang sedang diputar itu.

Keasikan Vierra terhadap lagu-lagu barat berhenti ketika seorang anak laki-laki berseragam putih-merah yang turun dari angkutan umum yang berhenti tepat di depan gedung sekolah SDN SUKA JAYA.

"Ma.. Maaf pak, saya lupa bawa uang saku, jadi saya tidak punya uang untuk membayar." ucap anak malang itu dengan tatapan takut.

"Aduh, dek gimana sih masa bisa lupa, si adek sengaja kali bilang gitu biar gak bayar." sahut si supir angkot, yang sangat membuat Vierra kesal.

"Bener pak, saya lupa meminta uang saku pada ibu saya." anak kecil itu tampaknya tidak bohong, terlihat dari matanya yang sendu dan berkaca-kaca.

"Alasan kamu gak berlaku bagi say-"

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang