Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Pelukan yang Terakhir Kali || Chapter. 44

84 6 0
                                        

Happy Reading!

***

*Keesokan hari

Vierra menghampiri Steve yang saat itu sedang duduk sendiri di salah satu bangku kantin, dengan senyum manisnya ia duduk di hadapan Steve dan menatap pria itu.

Steve yang tersadar bahwa dirinya sedang di tatap pun memandang Vierra sambil menahan rasa saltingnya. Apa-apaan Vierra ini, apa dia tiak tau bahwa Steve spot jantung jika di tatap dengan tatapan semanis itu.

"Steve, hari ini gue bahagiaa banget." ungkap Vierra, membuat Steve yang sedang memakan baksonya memilih memfokuskan diri pada Vierra.

"Kenapa nih?" tanya Steve sambil ikut tersenyum.

"Gue sama Vierra udah baikan."

"Serius?"

Vierra mengangguk, "Papa masih hidup Steve, gue ga nyangka banget pas tau kenyataan itu tapi ternyata itu semua bukan mimpi."

"Tuhan hebat banget kan, kita gak akan tau rencana Dia kayak apa. Sekarang, bokap lo di kembaliin ke lo sama Tuhan." kata Steve membuat Vierra tersenyum.

"Gue bahagia banget. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi gue, seolah-olah gak ada hari lain untuk gue bahagia."

"Gue seneng liat lo seneng gini Vie. Makin selera makan nih gue." ungkap Steve dengan senyum tulusnya.

"Gombal lo udah basi bro."

"Gak, gombal gue serius. Gue seneng denger kabar ini dari lo. Btw, boleh dong traktirin gue makan, kan lo lagi seneng?" pinta Steve yang langsung disetujui oleh Vierra.

"Nanti malem mau gak? Tapi lo jemput gue ya? Kita makan bareng, gue traktir, gua tau kok lo gak pernah dinner sama cewe cantik, makanya gue ajak lo dinner."

"Cowo lo gimana?"

"Ari? Gapapa, nanti gue ijin ke Ari. Pasti di ijinin kok."

"Sip, gue jemput lo ntar malem."

"Asik nanti makan bareng abang Steve yang ganteng." canda Vierra yang berhasil membuat Steve tersedak. Sial, Steve salting bangett pemirsa.

"Apa sih lo Vie."

"Nanti malem gue perlu make up gak bang? Biar makin cantik gitu." goda Vierra.

"Gak usah, lo udah cantik tanpa make up juga." gumam Steve yang di dengar jelas oleh Vierra.

"Gombal lo basi banget Steve." balas Vierra.

"Woy, asik banget nih gua liat-liat." Jasmine, Cantika, dan Melink menghampiri keduanya tidak lupa ada Gio yang selalu megikuti mereka bagaikan bodyguard.

Gio itu lucu, dia selalu ngelindungi sahabat perempuannya tanpa di suruh.

"Kita boleh duduk gak nih bapak ibu?" kata Melink dengan suara cemprengnya yang di angguki oleh Vierra.

"Lo berdua bisa-bisanya disini seolah-olah dunia merasa milik berdua." sahut Gio.

"Biasa Gi, manusia bucin ya gini." sahut Jasmine ikut-ikutan sambil melirik Steve dengan tatapan jahilnya.

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang