____________________
Cinta, bagiku hanya sebuah mimpi yang bisa aku rasakan saat aku tertidur dan hilang begitu saja saat aku terbangun
______Vierra Jovanka______
Happy Reading~♥~
Suara pengumuman bahwa keberangkatan pesawat menuju ke Bali sudah terdengar. 10 menit lagi para peserta lomba sudah harus siap dan take off.
"Kamu jaga diri ya disana," ucap Revo kepada Ari yang nampak tidak peduli. Sebenarnya ada perasaan senang di hati pria beku itu saat tahu bahwa Ayahnya mengkhawatirkan dia, tapi rasa senang itu segera ia tepis jauh dari pikirannya, ego nya terlalu besar untuk mengaku bahwa ia senang.
Vierra yang melihat bahwa Ari tidak peduli pada Revo. Tanda tanya muncul di pikiran Vierra.
'Dia kenapa sama bokapnya?' batin Vierra bertanya.
Lamunan Vierra terpecah saat suatu tangan mendarat memegang tangannya, Ari sudah menggandeng tangan Vierra, hal itu sangat membuat Vierra terkejut.
"Saya pergi dulu," ucap Ari tanpa memandang Ravo.
Setelah itu Vierra dan Arie menghilang dari pandangan Revo.
¤¤¤¤
"Lo sama bokap lo kenapa? Kok lo gak sopan banget sih?!"
"Hmm,"
"Ditanya yang bagus jawab yang benar Ri," peringat Vierra.
"Gak apa-apa"
"Gak apa-apa gimana, tadu jelas-jelas lo kasar sama bokap lo, bahasanya formal banget lagi, gak sopan tau." Vierra mendengus enggan menatap Ari, justru pria yang ditatapnya itu sibuk memainkan ponselnya.
"Bukan urusan lo." setelah mengatakan itu, Ari memasang earphone nirkabel ke telinganya dan menutup mata, lebih baik ia mendengarkan menunggu pesawat mereka sampai di Bali dari pada meladeni perempuan cerewet di sebelahnya ini.
"Gak bisa gitu Ri, masalah lo masalah gue, gue itu peduli sama lo!" oke semesta, mulut Vierra sangat lancang mengucapkan itu. Vierra yang sadar bahwa ia mengatakan hal yang tidak seharusnya ia katakan pun mengutuk dirinya dalam hati, sambil memandang ke arah lain. Malu.
"Apa? Tadi lo bilang apa?" beruntung, dewi fortuna sedang berada di pihak Vierra, utnung saja Ari tidak mendengar pernyataan konyolnya itu.
Mata Vierra membelalak kaget saat sebuah tangan membelakangi rambutnya yang menutupi telinga, lalu memasang sebelah earphone ke telinganya. Ari, pria beku itu baru saja memasang sebelah earphone ke telinga Vierra, sederhana memang, tapi terkesan manis saat hal itu dilakukan oleh seseorang yang beku seperti dirinya.
"Pejamin mata lo," ucap laki-laki di sebelah Vierra itu sambil menutup mata. Vierra melalukan hal yang sama, hingga perempuan manis itu terhanyut dalam dunia mimpi, dan tertidur.
Ari terlonjak kaget saat sebelah bahunya terasa berat, kepalanya menoleh ke sebelah kanan, mendapati Vierra yang tertidur dengan kepala yang bersender ke bahunya, pengalaman yang indah dalam perjalanan menuju Bali. Ari ingin sekali mengelus lembut rambut gadis itu tapi ia takut kalau gadis itu terganggu, jadi ia menahan keinginannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is a Dream [END]
Novela JuvenilSUDAH END, PROSES REVISI. --- Rasa bersalah, penyesalan dan kehilangan. Ketiga hal itu tidak pernah absen menghantui kehidupan seorang Vierra Jovanka "Pergi dari rumah ini, anak pembawa sial" Vierra takut sepi, Vierra takut gelap. Namun kenapa oran...
![Love is a Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/188508159-64-k953994.jpg)