Wrong regret

57 4 1
                                        

Hari Sabtu, jam 8 pagi.

Hujan deras yang di luar sudah reda, dan baik hewan dan manusia, mulai terbangun dari tidurnya secara perlahan-lahan.

Sara dan Nastya juga sama.

Sara hari ini memiliki kulit yang sangat mulus, dan sosok cantik, ramping seperti biasanya, lagi sedang memasak di dapur untuk sarapan pagi mereka.

Terbaring di Sofa ruang tamu dengan lesu. Lingkaran bewarna hitam bisa terlihat di bawah matanya Nastya.

Semalam, tidak pernah banyak terhitung berapa kali Sara membangunkannya dari situasi pingsannya. Yang dia ingat adalah senyuman succubus penuh pesona sara ketika dia membuka matanya kembali dengan penuh kelelahan.

Merasakan rasa ngantuk luar biasa dari kelopak matanya, namun selalu takut ketika dia memejamkan matanya dan melihat senyuman succubus Sara kembali muncul. Nastya mulai merasakan perasaan yang dialami Sara selama ini.

"Aku mengantuk..."

Memejamkan matanya secara perlahan-lahan. Pengelihatan Nastya sedikit kabur, dan dia secara tidak sengaja merasakan bahwa pipi kanannya menjadi sangat dingin.

Membuka matanya kembali dengan lebar-lebar. Nastya melihat senyuman Sara penuh godaan kepadanya.

Nastya: "!!!"

Sirin memutar bola matanya: "Ayolah, jangan lihat aku seperti melihat hantu. Ambil es lemon ini. Sara mengatakan bagus untuk tenggorokanmu."

Nastya melihat kesamping dengan banyak rasa bersalah: "Terima kasih."

Melihat bahwa Nastya meminum jus lemon dengan linglung, seolah-olah akan langsung tertidur begitu saja. Sirin menghela nafas.

"Sara, kamu berlebihan."

"Hahaha, Aku tahu." Sara tersenyum, dan tertawa dengan penuh pesona awet muda.

Meletakkan roti panggang dengan telur dadar di atas piring. Sirin mengambilnya, dan memakannya sambil menonton acara telivisi.

"Aku hari ini akan pergi ke panti asuhan ceria. Disana ada event penting yang tidak boleh di lewatkan."

"Hm? Bagaimana jika kau melewatkan even salah satu ini?" Sara bertanya dengan penasaran.

Dia tahu, event yang di maksud oleh sirin pasti adalah sesuatu yang sangat penting. Sirin selalu memandang dunia ini dari prefektif pemain, yang dimana ini harus menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan.

Sirin sejak awal adalah spesial. Jika dia mengatakan gedung horty swert lantai 50 akan meledak besok pagi, Sara tidak akan terkejut sama sekali.

Mendengar pertanyaan Sara. Sirin tersenyum kecil.

"Seseorang mungkin akan depresi berat selama 1 bulan penuh."

"Asyih!"

"ROLAND, BERSEMBUNYI DI BAWAH MEJA!"

"BOOOMMM!!"

Atas peringatannya Bella, Roland yang tidak sengaja bersin, berhasil selamat dari ekperimen berbahaya yang dia lakukan.

"Bagaimanapun, masih ada senior Lily disana. Aku butuh izinnya juga jika ingin masuk kedalam klub." Sirin menghabiskan makanannya.

"Yang sebenarnya terjadi?" Sara menuntut kebenaran asli.

Sirin mengangkat bahunya: "Kalian akan memiliki bayi bukan? Bagaimana kalau datang ke sana untuk melihat-lihat. Siapa tahu kalian akan mendapatkan inspirasi cara merawat anak disana."

Meskipun Sara tahu bahwa sirin lagi sedang mengalihkan pembicaraan. Pipi sara sedikit memerah.

"Jangan berbicara itu lagi."

Rencarnasi menjadi gadis imut 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang