Melanjutkan permainan

21 3 0
                                        

Hari berlanjut dengan sangat normal.

Setidaknya itulah yang dialami Sirin saat ini.

Pergi ke sekolah, belajar hal yang membosankan, setelah itu pulang. Mungkin akan ada beberapa kesempatan rare yang dimana kau tiba-tiba diseret oleh peristiwa yang di luar lintasan, seperti seseorang meminta fotomu karena terlalu cantik. Bagaimanapun, hidup kembali normal.

Tidak ada rasa pengasingan lagi di wajahnya Sirin. Dia telah membuka hatinya.

Baik Sara dan sirin sekarang sudah berteman dengan baik.... Mungkin terlalu dekat... Setidaknya ini adalah hal yang baik.

Sirin sekarang bisa tersenyum dengan tulus.

Dia juga telah menemukan kebahagiaannya.

Namun...

"Gamenya belum selesai."

Melihat awan-awan yang mengepul di atas langit, di balik jendela-jendela transparan. Sirin yang berada di perpustakaan sekolah, menguap dengan malas.

"Hm~.... Aku benar-benar tidak ingin melanjutkan game ini lagi." Sirin meletakkan kepalanya yang lemas di atas meja.

Dia melihat Sara yang berada duduk di sisinya, lagi sedang membaca buku tebal dengan ekspresi serius.

"Aku tidak ingin bermain game...."

Sara: "...."

"Nya~ nya~ nya~ nya~?"

Sara: "...."

"Wolohoooo~"

Sara: "...."

Mengepalkan tangannya dengan erat-erat. Sara merasakan bahwa tekanan darahnya akan naik.

Sara meletakkan bukunya sambil menghela nafas dengan berat.

"Sirin, berhenti mengganggu untuk belajar. Ujian bulanan akan dimulai 2 hari lagi! Aku harus bersiap-siap!"

Menatap Sara dengan malas. Sirin yang telah meletakkan kepalanya di atas meja, memiringkan kepalanya dengan imut.

"Nya?"

Sara: "...."

Dia mengepalkan tangannya dengan erat-erat. Dia berusaha, untuk menahan luapan amarahnya.

Melihat bahwa Sara akan mencapai batasnya. Sirin bertanya dengan membosankan.

"Apa tujuanmu belajar? Bukankah Naya sudah dikeluarkan dari perusahaannya? Kau tidak akan bisa menjadi sekretaris atau semacamnya. Berhentilah belajar dan menjadi bodoh."

Nastya yang duduk di sebelah Sara, merasa bahwa harga dirinya lagi sedang ditantang.

Dia menatap sirin dengan buruk.

Sara menghela nafas: "Sirin, meskipun Nastya sudah dikeluarkan dari perusahaannya. Aku harus masih tetap belajar. Bagaimana jika Naya membutuhkan bantuanku suatu hari nanti?"

"Menjadi lebih realistis."

"Papa dan mama mengatakan akan menaikkan uang sakuku jika aku masuk kedalam 10 peringkat ke atas."

Sara tiba-tiba menyilangkan kedua tangannya dengan serius.

Uang.

Ketika Nastya masih bekerja, dia tidak kekurangan benda ini sama sekali. Malahan itu terlalu berlebihan sampai-sampai dia bisa menghamburkannya sepuas yang dia inginkan.

Namun...

Ini berubah ketika ayah mertuanya datang.

Lucas tidak hanya mengambil aset perusahaannya Nastya dalam sekali perintah. Malahan juga mengambil seluruh kekayaannya!

Rencarnasi menjadi gadis imut 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang