Mengambil Hp miliknya, setelah itu menatap ke layar monitor, seolah-olah bisa memarahi Bella dan alan disana. Roland menjawab panggilan dengan asal asalan.
"Jasa badut tidak tersedia. Tunggu sampai hatinya membaik."
Alan menghela nafas: "{Apakah kau yakin dengan hal itu? Meskipun menghetahui temanmu sangat depresi?}"
"Katakan, siapa."
"{Sirin.}"
Mendengar hal ini, Roland menghela nafas tidak berdaya.
"Aku tahu bahwa ini akan datang cepat atau lambat. Besok aku akan datang ke rumahnya. Kau tidak berpikir aku akan datang ke sana malam ini bukan?"
"{.... Mungkin.}"
"Hei, dimana kepercayaan antara teman?"
"{Bagaimanapun, aku sudah memberitahumu tentang hal ini. Sara kemungkinan besar akan menelponmu sebentar lagi, jadi sampai jumpa.}"
"...."
Melihat panggilan telepon sudah terputus. Sebuah panggilan lain masuk, dan Roland mengetahui itu berasal dari Sara.
Roland mengangkat telepon.
"Aku akan pergi ke rumahmu besok pagi. Pastikan saja dia tidak mati karena depresi."
"{.... Terima kasih.}"
"Sama-sama."
Menutup layar handphone miliknya. Roland kembali ke sofa ruang tamu, dan melihat hitungan mundur acara masih terus berdetak di telivisi.
Roland membungkus dirinya menggunakan selimut hangat, dan membuat postur duduk yang nyaman disana.
"Bella, kau sudah menantang otoritasku beberapa kali. Aku akan memaafkanmu jika kau mencari drama yang seseru ini sebanyak 50 buah. Jika tidak, aku akan mengirim virus pencarian, yang dimana kau akan terus di alihkan ke situs skandal porno."
"...."
"Artis idolamu."
Bella: "{SETAN!}"
Melihat layar TV miliknya berkedip sebentar setelah itu kembali normal. Roland tahu bahwa dia telah menang.
"Hei... aku merasa sangat kesepian, tidak ada yang bisa mengalahkanku."
Roland memicingkan matanya dengan nyaman.
_____
Keesokan harinya....
Setelah bangun dari tidurnya karena teriakannya Lily. Roland menatapnya dengan tidak ramah, dan dia langsung dihajar.
Setelah bernegosiasi sebentar. Lily akhirnya mengizinkan Roland untuk pergi ke rumahnya Sara, dengan syarat, dia juga mengikutinya.
"Ding~! Ding! Ding~! Ding~!"
"Berhenti memainkan bel pintu!"
Berjalan ke pintu keluar dan membukakan pintu. Sara disambut dengan Lily yang mengenakan gaun normal, dan Roland yang mengenakan pakaian yang serba tertutup.
Syal tebal melilit lehernya, masker hitam di wajahnya, dan juga kacamata hitam. Sosok orang ini semakin mencurigakan.
"Senior?"
Roland melambaikan tangannya: "Jangan khawatir. Entah kenapa flu yang aku dapatkan kemarin semakin bertambah parah. Ini hanya tindak pencegahan."
"Lalu bagaimana dengan kacamata hitammu?"
Roland menggosok kelopak matanya dengan rasa sakit: "Olahraga pagi yang sangat intens."
Lily langsung menatapnya dengan tidak ramah. Sedangkan untuk Sara, dia sedikit tersipu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rencarnasi menjadi gadis imut 2
RomanceSudah 3 tahun berlalu begitu saja setelah peristiwa "itu" dimulai. Sara yang imut juga mulai berubah menjadi gadis cantik secara perlahan-lahan. Bukan hanya dia saja yang telah berubah, namun semua orang yang ada di sekitarnya. Nastya sendiri juga t...
