"Pengumuman, waktu pesawat untuk lepas landas sekitar 10 menit lagi. Dimohon bagi para calon penumpang untuk segera menaiki pesawat mereka masing-masing..."
"Di ulangi, Waktu pesawat..."
Berdiri dari kursi tunggu yang ada di dalam bandara. Sirin meregangkan tubuhnya yang malas, dan mulai mengambil koper yang berada di sampingnya.
"Biarkan aku berbicara sebentar."
Sirin tiba-tiba berhenti berjalan.
"Di dalam sebuah game, permainan akan berakhir dengan berbagai ending yang sudah di buat oleh si penciptanya sendiri. Yang menjadi pertanyaan, apa yang akan dilakukan oleh karakter yang sudah memiliki ending."
Sirin berbalik.
"Ya, kau sirin. Apa yang akan kau lakukan?"
Melihat kerumunan keramaian orang-orang yang melewatinya. Sirin melihat sosok statis, seperti hantu, dan dia membuka mulutnya yang sudah kering.
"Permainan sudah berakhir. Tugasku disini sudah selesai. Hersker, kembalilah ke timeline milikmu."
Hersker tertawa ketika mendengar hal ini.
"Kembali? Dan membiarkan kau untuk menderita selama-lamanya? Aku rasa aku tidak akan bisa melakukannya."
"Dan juga, bukankah sudah sia-sia menggunakan kekuatan ini dan kembali begitu saja?"
Melihat sosok Hersker yang sudah dewasa, sirin menatapnya sebentar, dan dia bertanya.
".... Kenapa, kenapa Kau juga ingin memberiku harapan?" Sirin menutup matanya yang kesakitan.
Hersker mengangkat bahunya, dan menghela nafas tidak berdaya.
"Di timeline milikku, mereka semua menjadi bahagia. Sara dan Nastya memiliki seseorang anak gadis kecil yang imut. Amelia dan Arabella juga sama. Cheng Ming mendapatkan apa yang dia inginkan. Semuanya menjadi lebih baik karena dirimu. melihat mereka semua, aku menyadari satu hal... Kau tidak ada disana."
Sirin: "...."
"Pada waktu ini, kau pergi dari kota, menjauh, dan tidak pernah kembali lagi. Kau seolah-olah menghindari mereka semua."
Hersker menatap sirin yang terdiam.
"Saat kau mendirikan banyak panti asuhan di seluruh dunia, dan juga taman bermain. Aku melihat anak-anak bermain dengan gembira, namun saat aku melihat fotomu..." Hersker menatap sirin sambil tersenyum.
"Kau tidak pernah tersenyum."
Sirin: "...."
"Kau meninggalkan semua kenangan, hal-hal yang berharga disini. Itu membuatku sadar dengan satu hal."
Hersker menunjukkan jarinya ke Sirin.
"Kau, masih anak-anak."
"Kau masih rentan dengan emosi milikmu sendiri."
Sirin: "...."
Dia hanya bisa diam.
Hersker melanjutkan kebenaran yang dia temukan: "Setiap Roland memiliki cacat mental yang ingin mereka sembunyikan. Roland nomor 4 tidak memiliki emosi, sehingga dia berusaha untuk menyembunyikan. Sedangkan dirimu..."
"Kau masih anak-anak, hatimu, prilakumu. Kau hanya bertingkat seperti orang dewasa." Hersker menatapnya dengan marah.
Sirin: "...."
"Kau membuat orang lain bahagia. Namun kau tidak merasakannya, kebahagiaanmu. Kau masih menolaknya. Karena itulah aku mengatakan saat itu bahwa kalian semua adalah anak-anak yang malang."
Memiliki tenggorokan yang sedikit perih. Sirin menatap Hersker dengan senyuman tidak berdaya.
"Aku... Tidak mengerti." Sirin menutup wajahnya dengan tangannya. Dia menolak untuk dimengerti.
Hersker menatap sirin dengan diam: "Tidak peduli seberapa pintarnya dirimu. Kau tidak akan merubah bahwa dirimu masih anak-anak. Melewati proses menjadi dewasa, hatimu masih sakit."
"Ketika kau datang ke dunia ini, kau berteman dengan semua orang. Kamu menjadi teman bagi mereka... Namun, kau tidak bahagia."
"Ketika kau depresi, semua orang bisa tahu."
"SIRIN!!"
Mengangkat kepalanya yang dipenuhi air mata. Sirin melihat Sara, dan Nastya, yang bergegas ke dirinya dengan sangat cepat.
Mereka melewati Tubuh Hersker seperti tidak terjadi apa-apa.
"Jadi pedulilah dengan dirimu sendiri, perasaanmu. Banyak orang yang peduli denganmu."
Hersker berhenti, dan melihat sirin dengan senyuman lembut.
"Kau datang datang ke dunia ini untuk mencari cerita manis. Namun aku rasa, kau datang untuk mendapatkan CINTA."
Sirin langsung dipeluk oleh Sara dengan erat-erat. Sirin bisa merasakan suhu tubuhnya sara yang hangat.
Ini mulai melelahkan hatinya yang sudah membeku secara perlahan-lahan.
"Setiap kali kau membantu mereka, kau mendapatkan cinta."
"Hei sara, Naya! Kau menemukan sirin!?"
Melihat Amelia, Arabella, klawes, William, Cheng Ming, dan juga Roland yang di belakangnya terengah-engah. Sirin menduga mereka pasti membantu Sara untuk mencari dirinya.
"Kau mendapatkannya..."
Hersker menatap Sirin yang dikelilingi oleh orang yang sangat khawatir kepadanya.
"...Sangat banyak CINTA."
Sirin terdiam.
Dia juga melihat apa yang dilihat oleh Hersker. Sirin melihat Nastya yang juga menatapnya dengan khawatir.
"Sekarang, apakah kau benar-benar akan menyerahkan semua perjuanganmu, dan memulai dari awal lagi?"
Melihat Sara yang tidak mau melepaskan pelukannya, sekuat apapun dia berusaha.
Sirin memeluknya balik dengan canggung, dan menangis di pelukannya Sara.
Sirin menangis dengan bahagia untuk kedua kalinya.
".... Terima kasih, Hersker." Ucap sirin dengan mata yang berkaca-kaca.
Hersker mengangkat bahunya: "Sudah sepantasnya orang dewasa untuk memperingati anak-anak. Aku akan menunggumu di timeline masa depan."
Dia langsung menghilang.
Hersker, menghilang dengan senyuman puas.
"Hm! Hm!"
Melihat Sara yang memeluknya dengan erat-erat. Sirin meletakkan kepalanya di pundak Sara.
Dia melihat ke semua orang yang datang untuk mencari dirinya.
"Aku kembali."
Anak yang nakal kembali ke rumah.
Ini adalah ending yang menggantung. Sangat cocok untuk dirinya sendiri.
"Hehehe..."
Sirin tersenyum dengan manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rencarnasi menjadi gadis imut 2
RomansaSudah 3 tahun berlalu begitu saja setelah peristiwa "itu" dimulai. Sara yang imut juga mulai berubah menjadi gadis cantik secara perlahan-lahan. Bukan hanya dia saja yang telah berubah, namun semua orang yang ada di sekitarnya. Nastya sendiri juga t...
