Extra 1

105 5 0
                                        

Hari ini adalah hari yang bahagia.

Untuk beberapa orang, namun tidak dengan sebagian besarnya.

Di tempat tidur yang kecil, penuh dengan boneka-boneka binatang lembut. Sosok gadis kecil berambut perak, bermata abu-abu, bangun dari tidurnya dengan malas.

"Claria, bangun! Sudah waktunya sarapan!" Suara Sara bisa terdengar dari sisi balik pintu kamarnya.

Membungkus dirinya kedalam selimut tebal yang hangat. Claria, anaknya Sara dan Nastya, menggembungkan pipinya dengan kesal.

"Tidak mau!"

Claria menolak untuk bangkit dari wilayah teritorial miliknya.

"CLEK!"

Membukakan pintu kamar anaknya. Sara yang sudah dewasa, masuk kedalam ruangan.

Sosoknya sekarang semakin bertambah cantik. Rambut panjang bewarna perak diikat kebelakang, badannya yang ramping dibalut dengan pakaian sweter Ketat, yang menunjukkan kebesaran dan kekokohannya payudara miliknya. Mengenakan celemek bewarna Oren di badannya. Sara bisa dilihat disini bahwa dia baru saja selesai memasak.

"Bangun."

Meletakkan kedua tangannya di pinggangnya yang ramping. Mata biru sara yang seindah langit biru, menatap putrinya dengan kesal.

Wajah mereka berdua hampir sama Persis. Sekitar sebelas dan dua belas. Bahkan ekpresi kesal mereka juga sama.

Ini adalah anak mereka berdua.
Claria Cecilia.

Jangan bertanya siapa yang melahirkannya. Seseorang di antara mereka berdua akan marah besar.

"Tidak mau!"

Melihat putrinya masih dengan keras kepala untuk tetap berdiam diri di dalam zona nyamannya. Sara membalikkan selimutnya dengan kesal.

Claria menatap kosong ibunya.

Tatapan polos murni, dan acuh tak acuh, tampak sangat jelas di wajahnya. Dia mewarisi wajah polos imut Sara dan wajah acuh tak acuh miliknya Nastya.

"Makan sarapan dulu. Kita sebentar lagi akan menyambut bibi sirin datang ke rumah ini nanti."

Mendengar nama yang familiar. Mata claria yang polos, menjadi sedikit bersemangat.

"Hm~!"

Bangkit dari tempat tidur miliknya. Claria mengambil boneka lembut berbentuk paus orca kesayangannya, dan berjalan keluar kamar dengan bersemangat.

Sara menghela nafas ketika melihat hal ini. Dia tersenyum kecil.

Claria berbeda dengan anak pada umumnya.

Jika anak pada usianya sangat bersemangat untuk melakukan apapun yang dia bisa. Claria hanya akan memilih untuk tetap diam.

Diam bukan berarti dia lagi sedang berpikir atau memperhatikan lingkungan sekitarnya. Melainkan dia tidak berpikir apapun.

Diringkas secara ringkas, otaknya kosong.

Akibat hal ini, banyak anak-anak di TK menjauhinya karena berpikir bahwa dia adalah orang yang dingin.

Nasib untung masih banyak anak-anak yang tertarik dengannya walaupun dia terus tetap berdiam diri. Anak-anak kecil memang masih sangat murni.

"Setidaknya rapikan tempat tidurmu." Sara menggelengkan kepalanya tidak berdaya.

Merapikan tempat tidur putrinya sebentar. Sara menutup pintu kamar, dan berjalan ke dapur.

Ketika dia sampai disana, Sara bisa melihat Nastya yang lagi sedang duduk di meja makan, dan menatap claria dengan tatapan acuh tak acuh.

Claria juga sama. Dia menatap Nastya dengan tatapan diam.

Nastya: "...."

Claria: "...."

Nastya berdiri dari kursinya.

Berjalan selangkah demi selangkah menuju claria. Nastya mengambil claria seperti seekor kucing kecil, dan menaruhnya di tempat kursi meja makan.

"Duduk."

Claria: "...."

Sara melewati mereka berdua dengan santai. Ini sudah menjadi kebiasaan di rumah ini.

Claria, takut dengan Nastya.

"Waktunya makan~!"

Membawakan sarapan pagi ke hadapan mereka berdua. Claria melihat telur orak-arik di piringnya, dan dia langsung bersemangat.

Claria memakannya dengan lahap sambil mengabaikan sayur brokoli yang berada di samping telur orak-arik.

Memakannya sampai habis. Claria menatap sayur brokoli dengan kosong, dan dia ingin turun dari kursinya.

"Duduk."

Claria terdiam membeku.

Dia melihat ke Nastya.

"Makan."

"...."

"Makan..."

"...."

"Makan?"

Melihat bahwa Nastya sudah mengangkat alisnya. Claria mengambil sendok dengan tangan gemetaran, dan memakan semua brokoli satu demi satu.

Air mata hampir turun dari wajahnya.

Nastya hanya menatapnya secara diam-diam.

"Sudah..."

Memiliki ekpresi pahit di wajahnya. Claria menutup mulutnya dengan rapat-rapat.

"Bagus, anak baik."

Bisa merasakan bahwa Nastya mengelus kepalanya dengan lembut. Tubuh kecil claria bergetar, dan dia menggigil ketakutan ditempat.

Sara juga memujinya dengan bersemangat.

"Putriku sangat hebat! Dia bisa menghabiskan seluruh makanannya tanpa sisa!"

Melihat Sara dengan tatapan memohon. Claria masih tetap diam di tempat, dan mengigil ketakutan dengan elusan rambut yang Nastya lakukan.

Dia mencengkeram boneka paus orca dengan lebih erat-erat.

"Mama... Tolong aku..."

Claria akhirnya tidak bisa menahan lagi.

Dia menangis.

Rencarnasi menjadi gadis imut 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang