11 - Mengompres Tangan Rendi

155 19 2
                                        

Ada yang kangen Renfa?

Berani itu harus ada, rasa takut juga akan selalu ada, bahkan lebih besar dari rasa berani.  Tapi kita harus menunjukkan bahwa kita mampu melawan meski nyatanya tidak semampu itu dan seberani itu, karena melawan lebih baik daripada berdiam diri!”—Queen Nefa Mahendra.

__Happy Reading__

Bel pulang sekolah sudah terdengar 10 menit lalu, tapi tak ada tanda-tanda Rendi akan beranjak dari tempatnya duduk. Terus menatap ke arah lapangan yang sudah sangat sepi.

Pikirannya masih berkelana pada kejadian tadi siang, kejadian dimana Nefa melawan Dani dan ... dirinya yang membentak Nefa.

Rendi benar-benar menyesal karena sudah membentak Nefa, seharusnya ia sadar jika Nefa bisa menghandle semuanya. Jadi ia tidak perlu membantu dan mempermalukan Nefa di depan umum.

"Ck, sialan!" decak Rendi sambil menundukkan kepala dan menatap ujung sepatunya.

Cukup lama Rendi berada di posisi itu, sampai ada sebuah gerakan yang duduk di sampingnya. Gerakan yang memaksa Rendi untuk melihat siapa orang yang sudah  duduk itu.

Disaat Rendi menoleh, disitulah Rendi kaget karena orang yang duduk disampingnya adalah orang yang Rendi bentak tadi siang.

Nefa

Rendi mengerjap, satu detik kemudian ia mengalihkan pandangan saat Nefa juga melihat kearahnya.

"Sini tangan lo," pinta Nefa sambil menjulurkan tangannya.

"Hah?"

Nefa berdecak, ia pun mengambil tangan kanan Rendi yang membuat cowok tinggi itu tersentak.

"Eh eh mau ngapain?" tanya Rendi panik sambil menarik tangannya kembali.

Nefa menghembuskan nafas lelah, cowok yang satu ini tidak bisa diam saja apa?

"Diem!" kata Nefa sambil mengambil kembali tangan kanan Rendi.

Rendi nurut, cowok itu membiarkan tangannya dipegang oleh Nefa, matanya terus memperhatikkan apa yang akan dilakukan oleh gadis galak itu.

"Sshhh," desis Rendi saat Nefa menempelkan botol minum dingin ke arah buku tangannya.

"Gue tau tangan lo bakal memar sama merah kayak gini, makanya  gue kompres. Biar sakitnya gak terlalu terasa dan gak bengkak," kata Nefa dengan wajah yang tertuju pada tangan Rendi.

Rendi memperhatikkan Nefa, ia kira Nefa akan marah padanya karena sudah membentak cewek galak itu.

"Maaf ... karena udah bentak lo tadi siang," ucap Rendi yang membuat Nefa menoleh kearahnya.

Tanpa diduga Nefa malah tersenyum lebar, senyum yang entah kenapa bikin hati Rendi tenang.

"Gak papa, gue tau niat lo baik kok, tapi mungkin caranya aja yang salah," jelas Nefa tetap dengan senyuman lebar.

Rendi kembali diam, rasa dingin yang menjalar di tangannya membuat ia ngilu mendadak, terlalu dingin tapi tak enak jika protes.

Tiba-tiba Rendi teringat dengan perempuan yang menangis tadi siang di samping Nefa, ia langsung menoleh. Apa menanyakan itu tidak apa-apa?

Rendi mengingit bibir bawahnya karena bingung, namun rasa penasaran itu lebih besar sehingga membuat Rendi mau tak mau harus bertanya.

"Cewek yang tadi siang nangis di samping lo itu siapa dan kenapa?" tanya Rendi yang membuat Nefa menoleh kearahnya.

FLASHBACK || Antara Nefa Dan Rendi [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang