48 - Tunangan Sama Aku, Mau?

72 0 0
                                        

"Segala ketakutanku, akan aku kalahkan jika itu demi kamu."

Athara Putra Rendi.

10 menit berlalu tapi Rendi tetap pada posisinya, posisi istirahat di tempat dan kepala yang menunduk dalam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

10 menit berlalu tapi Rendi tetap pada posisinya, posisi istirahat di tempat dan kepala yang menunduk dalam. Meskipun Rendi merasa lehernya sudah pegal. Tapi ia tidak berani bergerak lebih tanpa perintah dari Aditiya. Ya, di depannya sekarang sedang ada Aditiya yang tengah mengerjakan sesuatu di meja kerjanya. Mengabaikan Rendi yang sudah berdiri di sana sejak 10 menit lalu.

"Siapa nama gadis yang sering bersama kamu itu?" Adit membuka kacamatanya dan menatap Rendi yang masih tetap pada posisinya.

"Nefa, Queen Nefa Mahendra." Rendi menjawab dengan nada pelan, terlihat enggan sekali memberi tahu nama pacarnya. Tapi, percuma juga di sembunyikan. Rendi yakin 100% jika Adit sudah mengetahui siapa Nefa sebenarnya.

"Kamu bahagia sama dia?"

Rendi menjawabnya dengan anggukan kepala, tentu saja Rendi bahagia saat bersama Nefa. Bahkan sumber bahagianya saat ini hanya Nefa seorang.

"Tapi saya tidak suka melihat kamu bersama dia." Tatapan tanpa ekspresi. Namun, sarat akan kebencian, Adit layangkan pada Rendi.

Mendengar ucapan Aditiya, Rendi mengangkat kepala dengan cepat dan menatap Ayahnya dengan tatapan tidak percaya.

"Ayah."

"Bagaimana jika saya kasih pilihan, pacar kamu atau basket?"

Rendi mengepalkan tangan dengan kuat, emosinya mendadak naik mendengar ucapan Aditiya. Apa-apaan itu, terlihat sekali Adit ingin sekali menghancurkan hidupnya.

"Ayah boleh siksa Rendi pakek apapun, tapi tolong. Jangan jauhin Rendi dari Nefa ataupun basket. Cuman dua hal itu yang buat Rendi bertahan sampai saat ini." Mata Rendi memerah karena ingin menangis, bagaimana jika Adit serius dengan ucapannya untuk memisahkan Rendi dan Nefa? Rendi tidak yakin bisa bertahan tanpa Nefa di hidupnya.

"Tapi itu tujuan saya, melihat kamu depresi sampai kamu tidak kuat dan akhirnya bunuh diri." Aditya mengatakannya tanpa beban, tidak memikirkan perasaan Rendi yang terluka ketika mendengarnya.

"Rendi mohon, Ayah boleh siksa Rendi sampek Rendi koma pun, tapi jangan paksa Rendi buat putus sama Nefa. Karena Rendi gak bisa." Rendi kembali menunduk, menunjukkan jika ia benar-benar serius dengan ucapannya.

Adit tersenyum miring, melihat Rendi yang tidak bisa berbuat apa saja di bawah kendalinya, membuat Adit puas hingga merasa candu untuk terus melakukannya.

"Kamu-"

"Tidak ada yang boleh menyiksa Rendi! Ataupun meminta Rendi putus dengan pacarnya!" Pintu ruang kerja Adit di buka dengan kasar hingga menimbulkan suara yang sangat keras, seorang pria tua muncul dengan wajah marahnya.

FLASHBACK || Antara Nefa Dan Rendi [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang