42 - Sunday Dating

58 1 0
                                        

Halo Passengers! Kaptenz Eva R disini😍selamat datang di part terbaru cerita Kaptenz, semoga kalian enjoy dan bisa meng-apresiasikan karya Kaptenz dengan cara Vote, Komen dan Share ya😍

Kasih tanggapan kalian tentang part terbaru cerita ini dan akan Kaptenz balas dengan senang hati❤ Kalo mau kasih kritikan juga boleh, asal dengan kalimat baik dan tidak menyinggung ya🤗

WAJIB FOLLOW:
INSTAGRAM: @kaptenz_athr_mout
TIKTOK: @kaptenz_athr_mout
FACEBOOK: Kaptenz Athr Mout

Thankyou Passengers❤💀

“Tidak perlu berlebihan, hal sederhana juga bisa membuat senyum kita tercipta jika bersama dengan orang yang berharga.”—Flashback.

Seperti niat Nefa saat berada di ruang kelas kosong kemarin, kini ia berada di apartemen Rendi untuk membuang semua persediaan minuman keras Rendi sekaligus menghabiskan waktu bersama dengan calon kapten basket kesayangannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti niat Nefa saat berada di ruang kelas kosong kemarin, kini ia berada di apartemen Rendi untuk membuang semua persediaan minuman keras Rendi sekaligus menghabiskan waktu bersama dengan calon kapten basket kesayangannya itu.

Rendi menatap nanar pada 3 kardus minuman berakohol yang Nefa letakkan di atas meja, bagaimanapun juga minuman itu yang menemani dan mengalihkan pikiran Rendi saat ia sedang sedih dan merasa tidak baik-baik saja. Rendi tidak yakin akan semudah itu lepas dengan barang yang sudah menemaninya sejak SMP. Namun, melihat kesungguhan di mata Nefa agar Rendi berubah lebih baik, menarik hati Rendi untuk menurutinya.

Nefa dan kepeduliannya tidak bisa Rendi abaikan begitu saja.

"Gak ada lagi? Awas aja, kalo ada yang di sembunyiin, aku marah besar kalo kamu ketahuan minum lagi!" Nefa memicingkan mata penuh curiga, mengingat Nefa menemukan minuman itu di tempat-tempat aneh membuat Nefa tidak yakin jika hanya ada 17 botol alkohol yang ada di apartemen Rendi.

Rendi menegakkan badan dengan malas dan mengambil sebotol minuman berakohol dari balik tubuhnya, membuat Nefa berdecak karena tidak paham dengan jalan pikiran Rendi yang bisa-bisanya meletakkan minuman berakohol di tempat-tempat yang tak bisa Nefa pikirkan.

"Gak ada lagi?" Rendi menggelengkan kepala sebagai jawaban, wajah memelasnya membuat Nefa tidak tega. Namun, Nefa tetap harus melakukan ini jika tidak ingin Rendi semakin terjebak dalam mengkonsumsi minuman keras. Bagaimanapun juga Nefa menyayangi Rendi, dan tidak ingin Rendi rusak karena minuman haram itu. 

"Jack!" Nefa berteriak pelan dan seorang laki-laki muda berjalan menghampirinya, ia mengkode 3 kardus yang berada di atas meja menggunakan dagu untuk dibawa pergi oleh lelaki itu. Tanpa di perintah 2 kali, Jack mengambil 3 kardus itu dan membawanya keluar apartemen.

Wajah Rendi berubah cemberut setelah 3 kardus itu jauh dari jangkauan matanya, ekspresinya membuat Nefa menghela nafas panjang dan duduk di pangkuan Rendi begitu saja.

FLASHBACK || Antara Nefa Dan Rendi [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang