Another World Of Kaptenz Eva R-03
Ini Prekuel dari cerita Suamiku Gangster Sekolah, pecinta SGS udah pasti kenal dengan Rendi dan Nefa.
Jangan lupa untuk vote, komen dan share cerita ini ya:)
____________________________________
"Rendi!"
"Nefa?"...
"Hanya perlu sedikit waktu, meminta maaf lalu menurunkan ego. Maka semuanya akan kembali baik-baik saja."
FLASHBACK
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ekspresi Rendi tidak bisa di artikan saat laki-laki tinggi itu berjalan cepat menelusuri koridor SMA Merah Putih. Perasaannya campur aduk antara takut dan bingung. Pagi-pagi sekali ia sudah di buat panik oleh Nefa.
Pacarnya itu tidak membalas pesannya, di telfon pun tidak di angkat. Membuat Rendi bingung karena tidak biasanya Nefa bersikap seperti itu. Apalagi saat di jemput, satpam penjaga komplek perumahan Nefa mengatakan jika Nefa sudah berangkat sekolah di antar oleh Bodyguard-nya. Padahal jelas-jelas setiap hari Nefa selalu berangkat bersamanya. Kenapa sekarang tiba-tiba kembali berangkat bersama Bodyguard-nya lagi?
Hal itu menambah asumsi Rendi jika ini ada hubungannya dengan masalah Noka tadi malam atau parahnya, gadis galak itu sedang marah terhadapnya. Sehingga bersikap tidak biasa seperti ini. Perubahan sikap Nefa memang selalu berhasil membuat Rendi jantungan mendadak.
Dari tadi juga ia sudah mencari Nefa di seluruh sekolah, mulai dari kelas gadis galak itu, ruang Black Team, dan lapangan basket indoor-outdoor. Namun, nihil! Nefa tidak ada disana.
Ia juga sudah bertanya pada My Generation, anggota Black Team dan juga Noka. Namun, orang-orang itu mengatakan tidak tau dimana Nefa berada. Rendi benar-benar sedang kalut. Dan semua itu hanya karena ulah Nefa.
Entah dimana Nefa sekarang berada, tapi yang pasti. Rendi akan tetap mencarinya kemanapun.
Kaki Rendi berhenti saat melihat Nefa sedang membaca di atas meja belakang sekolah, perasaannya mendadak lega hanya karena melihat gadis galak itu. Dengan tergesa-gesa ia menghampiri Nefa dan berdiri di depan gadis itu.
"Sayang! Aku cariin kemana-mana juga, kenapa ada disini?"
Nefa mengangkat kepala, menatap dengan datar ke arah Rendi yang membuat cowok tinggi itu mengerutkan kening karena merasa tidak paham dengan tatapan Nefa.
"Kenapa liatin aku, gitu?"
Nefa menggelengkan kepalanya. "Tadi malem kamu langsung pulang?" Nefa bertanya seraya menurunkan kaki dari atas meja.
Rendi mengangguk dengan cepat seraya tersenyum manis. "Hmm, kan udah janji sama kamu."
Nefa terdiam, menatap Rendi dengan tatapan yang sulit di artikan, ia pun mengeluarkan handphonenya dan menunjukan sesuatu pada Rendi. Membuat wajah cowok tinggi itu mendadak pucat dengan badan menegang.
"Gimana perasaan kamu kalo aku juga bohong sama kamu? Kamu bakal marah atau diem aja?"
"Sayang, aku-" Rendi ingin mengambil tangan Nefa, tapi dengan cepat gadis galak itu menjauhkan tangannya dari jangkauan cowok tinggi itu.
"Kayaknya lo gak bakal berubah, lo bakal tetep jadi Athara Rendi, cowok basket terkenal yang suka party dan mabuk." Nefa turun dari atas meja, menatap Rendi dengan tatapan tanpa ekspresi.