24 - Jadi Makin Suka!

100 11 2
                                        

Jangan lupa komen sama vote ya! Biar lapak Renfa ini gak sepi😍 makasih buat kalian yang udah vote apalagi share! Salam sayang banyak-banyak dari Kak Mout🖤

Hidup semua orang itu tidak sama, semua memiliki kekurangan masing-masing, namun percayalah! Kekuranganmu itu akan membawa kamu ke dalam dunia berbeda yang membuat kamu menjadi lebih kuat.”— Flashback

Hidup itu memang tak adil, ada yang terluka karena keluarga ada juga yang bahagia karena keluarga. everything is different.”—Queen Nefa Mahendra

Nefa melamun di meja makan setelah pulang dari rumah Rendi, bahkan mie goreng yang ia minta pada Razia tidak tersentuh sama sekali, ia terus memikirkan tentang kejadian itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nefa melamun di meja makan setelah pulang dari rumah Rendi, bahkan mie goreng yang ia minta pada Razia tidak tersentuh sama sekali, ia terus memikirkan tentang kejadian itu. Bagaimana bisa ada orang tua yang tega menyiksa anaknya sendiri hingga seperti orang kesetanan seperti itu?

Otak Nefa tidak bisa menerima hal buruk seperti itu, membuat Nefa berdecak karena tidak tau harus berbuat apa, ingin ikut campur? Nefa sadar jika tidak punya hak atas itu. Ah menyebalkan sekali!

Cup!

Nefa tersentak saat sebuah benda kenyal hinggap di pipinya, ia menoleh ke kanan dan langsung disuguhkan wajah tampan lelaki kesayangannya—Kevin Mahendra.

"Papa? Aaah Nefa kangen!" Nefa langsung loncat ke dalam pelukan Kevin, mencium wajahnya dengan bertubi. Membuat Kevin terkekeh geli merasakannya.

"Papa juga kangen, maaf akhir-akhir ini Papa jarang ada waktu buat Nefa. The fucking office, forced Papa to work hard!" Kevin menurunkan Nefa dan menyuruh anaknya itu duduk kembali.

Lelaki itu meletakkan tas kantornya di atas meja makan dan ikut duduk di samping Nefa.

"So, tell me, Nefa. Why is your face gloomy than before? Apa ada masalah" Kevin sudah mengamati Nefa sejak tadi, wajah murung putrinya itu sangat menganggu dirinya yang baru sampai di rumah.

"Pah, apa ada orang tua yang gak ngarepin anaknya?"

Kening Kevin mengernyit, pertanyaan itu kenapa membuat hatinya berdenyut sakit? Ia memandang Nefa dengan gamang dan kerongkongannya tercekat. Seolah ada batu besar menganjal disana.

Apa Nefa ... menyindirnya?

"Sayang, Papa tau Papa gak ada waktu buat Nefa. Dan Papa bener-bener minta maaf, tapi Nefa harus percaya kalo Papa sangat menyayangi Nefa lebih dari apapun."

"Eh! This is not about you, Pah. I just asked." Nefa memegang tangan kevin yang berada di atas meja. "Maaf kalo pertanyaan Nefa bikin Papa tersinggung, Nefa serius nanya! Beneran bukan buat Papa."

Kevin bernafas lega, meskipun pertanyaan itu bukan untuk dirinya. Tapi ia benar-benar merasa tersindir.

"I don't know, Nefa. Papa gak pernah ngerasain itu. Menurut Papa anak itu adalah anugrah dari Tuhan yang pasti semua orang tua mengharapkannya, termasuk ... kelahiran Putri pemberani Papa ini. I'm really waiting for your birth and I'm grateful to have you!"

FLASHBACK || Antara Nefa Dan Rendi [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang