Malam semakin larut, Fauzan dan Adin memilih untuk menginap di rumah Kevin setelah mengantarkan Rere dan Herni pulang.
Kevin sendiri masih berada di rumah Ana, ia mampir sebentar untuk meminta maaf karena mengantarkan Ana larut malam.
"Kevin minta maaf ya Tan, udah ngantar Ana selarut ini."
"Maaf ya Ma, Ana pulang malam." Ana ikut meminta maaf karena tak enak.
Retno menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah satu malam.
"Lain kali jangan di ulangi ya. Bukannya Mama ga percaya pada kalian, tapi khawatirnya seorang ibu gak bisa di bohongi."
Ana terharu mendengar ucapan sang Mama, ia langsung melemparkan senyumnya dan langsung memeluk Retno. "Maaf ya Mama cantik, janji gak akan di ulangi."
"Okey, janji nya Mama pegang." Balas Retno.
Ana melepaskan pelukannya, tak ingin berlama-lama karena Kevin masih menunggu mereka selesai bermaaf-maafan.
"Kevin mau minum dulu?" Tanya Retno.
"Gak usah Tante, sudah terlalu malam. Tawarannya simpan untuk besok saja." Ucapnya.
"Besok mau main lagi di sini?" Tanya Retno.
Kevin mengangguk, "maunya ketemu sama Ana dan Tante terus tiap hari. Semoga besok bisa menyempatkan waktu buat mengunjungi calon mertua."
Ana sudah tidak kaget lagi mendengar Kevin menggoda Mamanya. Ia hanya bisa geleng-geleng kepala dan menepuk dahinya pasrah.
Retno sendiri selalu tertawa mendengar Kevin berbicara seperti itu, bersyukurnya ia akan menjadi awet muda jika terus bertemu dan tertawa bersama Kevin.
"Kevin pamit ya, maaf sekali lagi mengganggu waktu istirahat Tante." Ia menyalami tangan Retno. "Selamat malam Tante, selamat beristirahat."
"Hati-hati ya Kevin, makasih udah antar Ana." Balas Retno.
"Ana antar Kevin ke depan dulu ya Ma." Izin Ana yang di angguki cepat oleh Retno.
***
"Makasih ya."
"Makasih buat apa Kevin?" Tanya Ana.
"Makasih aja."
Ana terkekeh, "Gak jelas."
"Berat banget kaki kalo mau pulang dari rumah kamu." Ucap Kevin.
"Gak usah lebay, kaki kamu ga di timpa besi satu ton." Cibir Ana.
"Pengen deket kamu terus rasanya. Lulus sekolah aku mau langsung nikah aja biar bisa serumah jadi ga ribet kalo kangen."
"Akunya gak mau."
Kevin mengerucutkan bibirnya, "kok gitu? Kamu gak mau nikah sama aku?"
"Gak mau kalo nikahnya setelah lulus sekolah. Aku harus jadi psikolog dulu buat wujudin cita-cita Mama."
Kevin mengangguk paham dan langsung mengelus pipi Ana. "Anak yang berbakti. Yaudah aku pamit ya, have a good rest Ana ku, i love you."
"Takecare sayang, i love you too."
Kevin langsung masuk ke dalam mobilnya, membuka setengah kaca dan melambaikan tangan pada Ana.
"Bye." Ana membalas lambaian tangan Kevin.
***
Kevin telah sampai di rumahnya, ia membuka pintu kamarnya dan menemui Adin serta Fauzan sedang bermain PS dengan cemilan dan kaleng soda di sekitarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Couple Simple
RomanceKisah Kevin yang labil untuk menentukan kembali ke masa lalu, atau mencoba cinta baru. Dan kisah Anastasya yang dengan sabar selalu menerima kehadiran Kevin, karena menurutnya Kevin adalah laki-laki yang bisa ia jadikan kekasih sekaligus figur seora...