Jenovan, pemuda dengan kecerdasan tinggi yang memiliki sikap yang dingin dan juga sedikit kasar. The captain of attack and strategy nya club Eragon. Club motor besar yang menjadi pelindung SMA Mandala.
Jenovan adalah cowo yang cerdas, sangat kuat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Maaf, karena aku akan mengecewakanmu. Mengingkari semua janji yang telah aku katakan kepadamu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, bahwa aku, sangatlah mencintaimu.
~ Adrian Jenovan Adhijaya
. . . .
__________________________________________
Prakkkk
Aletha terkejut di tengah kepanikkannya mendengar pertarungan anggota Warrior di luar markas Eragon. Malam ini markas Eragon tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang tak Aletha kenal dan saat ini tengah dihadang oleh pasukan Warrior yang berjaga di luar. Aletha tidak tahu jika itu sebenernya adalah kelompok pasukan Beagle dan Thunder yang sengaja disuruh Bima untuk menculiknya. Ia juga tidak tahu jika alasan sebenarnya Jenovan menitipkannya pada Rio dan anggota Warrior adalah untuk menjaganya dari pasukan yang dikirim Bima itu.
Aletha kemudian bangkit dari duduk nya. Mengabaikan suara pertarungan di luar markas lalu bergerak mencari sumber suara tadi. Ia yakin ada benda yang jatuh di ruangan itu, namun Aletha tidak mengetahui itu apa.
Ketika Aletha berjalan mendekati meja yang ada didekat tembok, ia melihat sebuah figura yang terjatuh di lantai. Ia yakin suara tadi adalah bunyi dari jatuhnya figura itu. Perlahan ia berjalan semakin mendekat dan mengambil figura itu dari lantai.
Dadanya tiba-tiba sesak ketika melihat foto yang ada di figura itu. Mendadak perasaannya tidak enak. Dadanya semakin sesak ketika ia memandang dalam foto dua orang kebanggaan Eragon itu. Andra dan Jenovan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa perasaan aku ngga enak gini? Ini bukan pertanda buruk kan?" gumam Aletha sambil memegangi dadanya yang kian sesak.