PART 2

11.9K 443 29
                                        

Dezan berguling-guling di atas kasur, menunggu Denaz yang sedang menyeduhkannya susu.

Denaz memasuki kamarnya dan melihat selimut, seeta bantal yang sudah berada di lantai membuatnya ingin marah.

Namun ia hanya bisa mengusap dada sabar.

"Nih susunya" ujar Denaz lalu menyodorkan botol dot yang berisi susu putih. Dezan langsung menerimanya dan menyedotnya.

Namun, baru saja susunya menyentuh lidah, ia segera menyemburkannya ke lantai.

"GA ENAK! BIKINAN MAMI GA MANIS KAYA GINI! HUAAAA MAMIIII" Denaz menangkap botol dot yang Dezan lempar.

"Mami hiks mau pulangg huaaa"

"Mau mami hiks mami"

"hikshiks Mamii..."

Denaz memungut bantal dan selimut yang berada di lantai lalu menyimpannya di sofa. Ia duduk di sana dan memperhatikan Dezan yang menangis kencang.

Ia membuka ponselnya lalu mengabari ibu dari pria cengeng itu.

Mami Dezan

Assalamualaikum, mami
Dezan nangis, katanya mau susu
Tapi pas dibikinin malah di buang
Katanya kalo buatan mami ga manis
kaya ini

Waalaikumsalam
Denaz maaf mami lupa bilang
Dezan minumnya asi
Mami kan asi nya keluar terus,
ditambah Dezan yang masih suka
susu jadi mami kasih ke Dezan.
Gimana ya? Ini udah malem
mami gabisa kesana.
Papinya Dezan udah tidur, supir
barusan aja pamit pulang.

Oh gitu mi
Yaudah gapapa
Denaz coba bujuk dulu aja

Iya sayang maaf ya kalo
Dezan ngerepotin

Ga kok mi gapapa
Ini udah resikonya kok hahaha

---

Denaz mendongak saat merasakan tangisan Dezan mulai pelan. Ia membawa bantal dan selimut tadi ke kasur lalu menatanya.

Ia berbaring di samping sang 'suami.

"hiks Ayo ke ma-mmpffht"

Denaz mengelus kepala Dezan "Diem. Jangan nangis, ini udah malem. Aku capek, mau istirahat. Ngertiin aku ya? Jangan banyak protes"

Mata Dezan yang berair itu membulat karena terkejut. Ia mengerjap lalu menggerakkan mulutnya untuk menyedot benda kecil yang ada di dalam mulutnya.

Karena tepukan di kepalanya, ia jadi mengantuk. Matanya kini mulai terpejam.

🐣🐣🐣

"hiks nenen mana"

Dengan mata terpejam Dezan meraba raba area sekitarnya. Dan gotcha, ia menemukan apa yang di cari.

Dezan kembali melahap payudara sintal sang istri. Dezan menyedotnya kuat dengan sebelah tangan yang mencengkram sisi payudara Denaz.

Denaz mengambil tangan Dezan lalu menggenggamnya. Denaz mengerjap pelan lalu melirik jam yang menunjukkan pukul 04.04.

Lantunan adzan subuh bersahutan, pertanda ia harus bangun untuk melaksanakan ibadahnya.

"Dezan bangun, subuh dulu"

Dezan merengek "Nanti, masih ngantuk"

"Yang suka bilang nanti kalo disuruh sholat berarti nanti tidurnya di peluk hantu, mau?"

Dezan menggeleng dengan mata terpejam.

"Ya udah ayo bangun, nanti lanjut tidurnya kalo udah sholat"

Dezan segera duduk namun matanya masih terpejam. Denaz memiliki sebuah ide. Ia menbuka ponselnya lalu mencari audio yang menurutnya akan cukup membuat Dezan membuka matanya.

YAAAAAAAAAAAAAAA

Berhasil. Dezan membuka matanya karena terkejut, sedangkan sang pelaku tertawa renyah.

"SAEKKIA!" Bentak Dezan emosi. Bukannya diam, Denaz malah semakin tertawa.

Nada bicara Dezan memang tinggi, namun wajahnya bertolak belakang. Alis menekuk, mata yang masih sipit, dan hidung kembang kempis, dan itu membuat wajah Dezan lima kali lipat lebih imut.

"hahaha Ya Allah, sana wudhu duluan aku mau siapin alat sholatnya"

Dengan perasaan dongkol, Dezan melangkah ke kamar mandi. Tak sampai 5 menit ia keluar dengan air yang menetes dari rambut, dagu, serta tangan kekar berurat nya.

Ia duduk di kasur "Cepet wudhu, ngantuk!" Titahnya pada Denaz.

Denaz pun segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu ia keluar dan melihat Dezan yamg sudah rapih dengan sarung serta peci.

Denaz segera memakai mukena dan berdiri di atas sajadah yang berada beberapa centi lebih mundur dari Dezan.

Mereka pun melaksanakan kewajibannya dengan khusyuk. Sebelum benar-benar selesai, Denaz mencium tangan sang suami yang dibalas kecupan mesra di keningnya.

Ga iri gue cuma dalem hati rada pengen ngacak ngacak bumi

Tanpa membuka sarungnya, Dezan kembali meluncurkan dirinya ke atas kasur.

"Sarungnya di lepas dulu, gaboleh dibawa tidur nanti kotor" Dezan tidak membalas. Pria itu hanya menatap sang istri yang sedang meminum air putih yang ada di nakas.

Karena tidak mendapat jawaban, Denaz mendekati Dezan. Tangannya hendak menarik sarung yang di pakai Dezan, namun pria itu segera menahannya.

"Gapake celana lagi ih!" Ujar Dezan kesal.

"Terus celananya di simpen dimana?" Tanya Denaz. Dezan menunjuk meja belajar dengan dagu nya.

Denaz mengambil celana Dezan lalu menyimpannya di keranjang baju kotor. Ia hendak melangkah keluar dari kamar namun Dezan berteriak.

"MAU KEMANA?! AYO TIDUR LAGI!!"

"Tidur sendiri, aku mau masak terus beres beres"

"GABOLEH! AISSHHHH MAMIII AAAAAA DENAZ IH!"

🐣🐣🐣

Makasih pyung~

Follow ig
@/szkxwttpd
@/dznorlnd
@/denazprnd
@/pricilla_cicil
@/bimoaledz

Kalo mau liat sg gajelas tapi tentang orang orang ganteng, follow @/szkxhm_

Dah, see u korban prenjon, korban beda agama, sama korban virtual🥰

Spoiled Husband [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang