Part 35

5K 201 18
                                        

Malam ini, Denaz berdua dengan Pricill di rumah. Dezan izin pergi bermain dan Pricill menemaninya hingga Dezan kembali dan ia akan ikut Danis pulang, karena Danis lah yang membawanya kesini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 00.37 dan para lelaki itu belum juga kembali.

"Udah tengah malem, tumben banget si Dezan. Mana hp nya ga aktif lagi, main kemana ya kira kira?" Cerocos Denaz.

"Tau nih gue tanya si Danis malah bilang kalo ngantuk tidur dulu aja disini nanti dia bangunin. Ga bilang lagi main dimana mana nya" sahut Pricill.

Di hadapan mereka terdapat dua cangkir kopi yang sesekali mereka minum.

"Gue takutnya mereka kenapa napa" timpal Denaz.

"Ya masa gue ngga? Danis ngeselin gitu juga tetep sepupu gue"

Lama mereka berbincang, hingga suara gaduh mobil sport terdengar.

"Akhirnya pulang juga" ujar Denaz. Mereka tidak keluar karena malas. Jarak antara sofa dan pintu utama sekitar 5 meter, jadi mereka memilih diam saja.

Pintu terbuka menampilkan Danis dan Indra yang membopong Dezan.

"Anjing! Apa apaan ini?" Tanya Denaz yang kini sudah berdiri. Danis dan Indra mendudukkan Dezan di sofa terlebih dahulu. Lalu mereka bernafas lega.

"Mabok sama si Bimo. Udah gue larang tapi tetep ngeyel" ujar Danis.

"Ihhhh kenapa harus mabuk sih Dezannnn?" Denaz mendongak untuk menahan air matanya.

Indra mendekatkan bibirnya oada telinga Dezan "Denaz nangis tuh gara gara lo mabuk". Dezan yang setengah sadar itu mendongak dengan mata menyipit.

"Denaz ngangis? Hihihi kaya anak kecil"

"Ngaca kek tolol" sahut Danis.

"Heh anak manja! Denaz nangis gara gara elo ya!" Tekan Pricill. Denaz melangkah dan duduk di samping kiri Dezan.

"Kamu tau gak aku capek, zan? Aku gagal jaga kamu dari hal yang buruk. Kalo emang kamu lagi ada masalah, bilang! Gausah mabuk kaya gini! Kamu punya aku buat jadi temen cerita, bukan cuma buat nemenin kamu tidur aja!" Ujar Denaz seraya membuka jaket Dezan, di bantu Indra yang duduk di samping kanan Dezan.

"Cil, tolong bikinin dulu susu biar alkoholnya agak reda" titah Denaz seraya mengelap matanya.

Pricill pun segera bangkit dan melangkah ke dapur.

Denaz lanjut membuka baju suaminya.

"Naz sorry ya! Dezan beneran nekat tadi, beneran gabisa di cegah. Bimo juga sama nekatnya. Untung Danil sama Lion ikut, jadi ada yang nganterin tuh bocah buat pulang" ujar Danis.

"Gapapa, bukan salah kalian juga. Dezan tetep salah karena udah bohong dan langgar perjanjian tentang clubing"

"Kayanya Dezan ikut Bimo mabuk bukan ga ada apa apa deh. Bimo mabuk karena putus, dan dia ngoceh bilang masih sayang Jesslyn. Nah kalo Dezan beda. Dia tadi diem aja ga ngomong apa apa, paling cuma nanya mau pulang kapan. Gue awalnya ngira lo sama Dezan lagi berantem, tapi kalian ga ada apa apa kan?" Papar Indra.

"Ga ada apa apa! Bahkan sebelum dia berangkat juga gue suapin dulu karena tadi sore dia gamau makan." Balas Denaz.

"Yaudah deh mungkin coba besok lo tanya dia kenapa. Karena ga mungkin dia ngelanggar perjanjian karena hal sepele, apalagi dia bukan tipe orang yang suka ngelanggar janji"

Pricill datang dengan segelas susu hangat. Dezan menerima susu itu lalu mendekatkan ujung gelasnya pada bibir Dezan "Minum".

Pelan pelan Dezan meminumnya, meskipun susu itu berceceran, dan menetes ke baju serta celananya.

Spoiled Husband [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang