Hari Jum'at yang cerah, sebuah pasangan muda masih bergulung di bawah hangatnya selimut.
Sinar matahari yang terik, tak membuat keduanya terusik. Kedua insan itu masih mempertahankan mimpinya.
Hingga entah angin apa yang membuat pria itu terbangun. Dengan membuka matanya sedikit, pria itu dapat melihat angka yang tertera pada alarm.
08.45
Pria itu membuka matanya lebih lebar, sehingga mata coklat muda itu melihat sesuatu yang sangat indah, yaitu wajah teduh sang istri.
Ia memajukan wajahnya, mengecup bibir wanitanya, menyatukan hidung keduanya, lalu ia memeluk wanita itu erat dan kembali memejamkan mata.
Tidur damai sang wanita pun terusik karena ulah pria nya. Wanita itu mencekal tangan nakal yang mengusap bokongnya.
"Diem ah" gertak sang wanita dengan suara lembut yang khas.
"Jum'at berkah yang"
Wanita yang merupakan Denaz Pranada itu berdecak "Aku kan lagi dapet"
Helaan nafas lemah terdengar "Cium dulu" pintanya. Denaz yang tak mau memperpanjang acara pun, melakukan apa yang di minta prianya.
"Udah ayo bangun, aku mau beres beres dulu!" Ajak Denaz lalu mendudukkan dirinya. Ia mengikat asal rambutnya yang cukup panjang, lalu menyingkap selimut yang menutupi kakinya.
Denaz melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian. Ia mengambil celana dalam serta pembalut, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk menggantinya.
Sangat haram baginya jika harus mandi pagi di hari libur. Bahkan jika boleh, ia tidak akan menyentuh air seharian. Tetapi apalah daya, baju kotor, dan piring kotor menumpuk. Meminta untuk di bersihkan.
Seraya menunggu baju yang ia cuci selesai, ia memilih membereskan kamarnya yang cukup berantakan.
Dimulai dari membereskan meja kerja sekaligus meja belajar yang terdapat bsnyak kertas berserakan, lalu membereskan nakas yang terdapat beberapa gelas serta piring kotor, lalu membereskan kasur, meskipun sulit karena si bayi masih ingin berleha-leha. Setelahnya, Denaz menyapu serta mengepel lantai beserta balkon kamarnya.
Ternyata, sangat pas. Setelah Denaz mencuci kain pel yang sedikit kotor, mesin cuci pun mati. Menandakan baju sudah selesai di cuci. Ia segera mengeringkannya dan menjemurnya.
"Dezan beresin kamar kerja ya! PC kamu berdebu harus di bersihin, PS juga geletakan di lantai " Titah Denaz.
Dezan bergumam lalu mendudukkan dirinya. Ia meminum air putih yang ada di botol, lalu menyimpannya kembali.
Dengan dada yang ter ekspos, Ia pun keluar dari kamar lalu masuk kedalam kamar kerjanya. Ia segera membersihkan ruangan itu dengan teliti, karena terdapat berkas-berkas penting perusahaan.
Setelah selesai, ia pun turun ke bawah untuk menyusul Denaz yang sedang memasak.
"Mau kopi ah" gumamnya lalu membuka lemari penyimpanan dan mengambil satu sachet kopi, lalu ia pun menyeduhnya. Entah mengapa, baginya menyeduh kopi lebih mudah di bandingkan menyeduh susu di dalam dot.
"Pake baju dulu dong, kan mau makan"
"Ngga ah, males. Lagian ketek aku bersih dan wangi, jadi ga jijik"
"Yaudah terserah kamu, asal kalo pas makan jangan ngangkat ngangkat ketek" balas Denaz pasrah, lalu kembali berfokus pada masakannya. Setelah masakannya siap di makan, Denaz pun menatanya di atas meja.
"Suapin ya!"
🐥🐥🐥
"ANJING, SAKIT MONYET!" Dezan berlari memasuki rumahnya, meninggalkan Razqi yang sudah terbahak dengan gulungan sarung di tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)