Part 40

4.5K 173 4
                                        

Tubuh menjulang yang terbalut setelan formal itu melangkah gontai, menaiki satu persatu anak tangga.

Seiring kakinya melangkah, tangan kekar itu pun turut melepas kaitan tas selempang yang tersampir pada bahu kokoh-nya.

Tangannya mengayun menurunkan knop pintu, sehingga pintu kayu berwarna coklat kopi itu terbuka perlahan.

Ia menyimpan tasnya yang berisi laptop di atas meja. Melihat seorang wanita terbaring di atas kasur besar miliknya, ia pun segera bergabung, memeluk tubuh wanita itu dari belakang.

Ia menelusupkan wajahnya pada bahu hangat sang wanita, hingga wanita itupun terusik dan mengubah posisi sehingga menghadap padanya.

"Sini keatas sedikit" Dezan mendorong tubuhnya sehingga berbantalkan tangan wanita-nya.

"Mandi dulu, kotor"

Dezan mengerang "Dingin"

"Aku siapin air hangat"

"Nanti aja ayang, capek"

Denaz mengusak rambut pria-nya "Mau di mandiin?"

"Mau, tapi nanti aja" balas Dezan lemas.

"Capek banget? Mau makan dulu ngga? Aku ambilin" Dezan menggeleng.

"Mau peluk aja yang lama" Dezan kembali menelusupkan wajahnya pada bahu kecil sang istri.

"Kamu pulang jam berapa?" Tanya Dezan pelan karena teredam.

"Tadi jam dua, aku langsung mandi, makan, terus tidur. Ngerasa cape banget, kayanya karena aku dari dulu tidur terus, sekarang kerja abis abisan. Meskipun santai, tapi cape juga"

"Kalo udah gakuat berhenti aja"

"Baru juga mulai kerja, masa berhenti?"

"Iya maksudnya nanti, kalo udah cape banget berhenti aja."

"Iya sayang"

Dezan memejamkan matanya menikmati elusan di kepalanya.

"Mau bobo? Mending mandi dulu, lengket"

"Gamau ihhhh! Kamu jangan ngomong terus, aku lagi capek, malah tambah pusing!"

"Iya maaf, kan maksud aku kamu--" Ucapannya terpotong akibat pekikan kencang dari lawan bicaranya.

"DIEM HUAAAA JANGAN NGOMONG TERUS!"

Telinganya terasa pengang. Ia pun memeluk pria yang sedang menangis itu dengan erat.

"Iya ngga" ucapnya dengan tekanan.

🐥🐥🐥

"huaaa dingin ayang hiks dingin"

Pria yang kini duduk di bathtub yang terisi air dingin itu meronta. Meminta Denaz berhenti melumuri badannya dengan sabun.

"Kalo kamu diem, bakal cepet. Kalo kamu ga diem kaya gini, aku rendem kamu semalaman disini" ancam Denaz tegas.

"Dingin hiks udah"

Setelah tubuh Dezan di penuhi oleh sabun, Denaz pun membuka penutup pembuangan air bathub lalu membilas tubuh Dezan hingga sabun di tubuhnya hilang.

"Bangun!" Dezan pun menuruti perintah Denaz. Denaz memakaikan bathrobe lalu membawa Dezan keluar dari kanar mandi.

Dezan segera meringkuk di atas kasur, menunggu Denaz menyiapkan baju untuknya.

"Duduk!" Mendengar perintah tegas itu, Dezan segera menduduki dirinya.

Denaz memakaikan Dezan baju. Setelah selesai, ia mengambil piyama miliknya lalu masuk ke dalam kamar mandi seraya membawa bathrobe yang basah. Setelah mengganti baju, Denaz pun keluar.

Spoiled Husband [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang