Hari rabu ini, Dezan dan Denaz akan pergi ke cafe milik Arlyn. Kebetulan, cafe Arlyn baru saja di buka hari ini. Dan lokasinya sangat dekat dengan kantor milik Dezan. Jadi, mereka sekalian akan melihat keadaan kantor.
Denaz sudah siap dengan kemeja putih, serta rok span hitam di atas lutut. Begitupun Dezan yang siap dengan kemeja, dan celana hitamnya. Tak lupa Dezan membawa topi, dan kacamata, sedangkan Denaz hanya membawa kacamata saja untuk penyamaran.
"Sepatunya di pake yang bener, jangan di injek belakangnya kaya gitu!" Omel Denaz.
"Ahh males!"
"Yaudah pake sendal jepit aja sana! Gausah pake sepatu, buka!"
Dezan dengan cepat membenarkan letak sepatunya "Udah tuh, marah marah mulu!"
"Ya kamu ngeyel!" Dezan segera memasuki mobilnya dan membanting pintu membuat Denaz mengepalkan tangannya, kesal.
"Untung suami"
"CEPET, JADI PERGI NGGA?" Teriak Dezan di dalam mobil, karena Denaz tak kunjung masuk ke dalam.
Denaz pun membuka pintu mobil dan duduk di kursi samping kemudi. Ia memasang seatbelt saat Dezan menghidupkan mesin mobilnya.
Mobil hitam itu pun melaju meninggalkan pekarangan rumah. Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Dezan yang fokus dengan jalan serta botol dot yang menyumpal mulutnya, juga Denaz yamg sibuk dengan ponselnya sendiri.
"Kata Arlyn mau ada temen temen aku yang lain, sama pacar pacarnya. Jadi nanti kita masuk private room biar santai" Dezan hanya berdehem membalasnya.
"Lah Pricill jadi ikut!" Denaz memekik senang, namun beberapa saat kemudian ia terdiam membuat Dezan mendelik ke arahnya.
"Kwenapwa" Tanya Dezan tanpa melepaskan dot nya.
"Pricill mau bawa cowo..."
"DIA PUNYA PACAR MAKSUDNYA?" Pekik Denaz membuat Dezan menyipitkan matanya karena tak sempat menutup telinga.
"Bweriswik"
"Ih tapi serius ini Pricill punya pacar? Siapa ya? Aduhh penasaran banget deh, si Pricill jadi sok misterius gini"
"BERISIK IH SAKIT TELINGA!" Pekik Dezan risih. Denaz mengecup pipi suaminya "Maaf ganteng".
Entah berapa lama mereka menempuh perjalanan, akhirnya mobil silver itu berhenti di depan sebuah cafe yang terlihat banyak pengunjung.
Mereka memakai kacamata, sedangkan Dezan memakai topi juga. Setelahnya mereka pun turun dari mobil dan masuk ka dalam cafe itu. Mereka melangkah menuju private room yang di beritahu Arlyn.
Denaz mengetuk pintu terlebih dahulu. Lalu pintu terbuka menampilkan Windy yang menggunakan dress putih.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan mewah itu. Terlihat Yuna dan Alin yang sedang duduk bersama pasangannya sedangkan Diaz hanya diam bersama Windy.
"Ibu negara nya mana nih?" Tanya Denaz mencari keberadaan Arlyn.
"Lagi minta makanan ke karyawannya" sahut Diaz.
"Pricill belum dateng?" Tanya Denaz lagi.
"Belom, tapi katanya barusan udah deket"
"Penasaran ih siapa cowonya!" Pekik Denaz excited.
"Denaz ih teriak teriak mulu!" Tegur Dezan pelan. Denaz lagi lagi tertawa "Iya maaf sayang".
"Tuh punya pacar itu kaya gitu di sayang sayang, jangan malah di pukulin mulu" ujar pria yang duduk di samping Alin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)