"Denaz" seruan pelan itu membuat sang pemilik nama menoleh.
"Hai! Sini duduk!" Denaz mempersilahkan Dezan untuk duduk pada kursi yang ada di sampingnya.
"Kamu kok ga tungguin di bawah? Untung ada Shellen tadi, jadi aku di anterin ke sini"
Denaz menyengir "Aku kan lagi make up" Memang benar adanya. Di dalam ruangan itu bukan hanya Denaz dan Dezan, tetapi ada beberapa perempuan yang sedang memoles wajah Denaz.
"Oh iya mumpung inget, nanti malem mbak Shellen, mbak Kiran, Refan, Fian, sama Lizzy mau ke rumah. Kita barbeque an"
Dezan mengangguk saja "Boleh boleh"
"Tadi gimana rapatnya?"
"Ga gimana gimana, tapi ayah serem. Abis rapat aku langsung kabur aja, takut ayah marah lagi" Denaz terkekeh seraya mengusak rambut pria-nya.
"Ayah ga bakal berani, perisai kamu tiga wanita kesayangan ayah. Aku, Bunda, sama Naila. Kalo sekali lagi ayah kaya gitu sama kamu, kita semua ga akan segan buat depak ayah dari alam semesta"
"Minjem hp" pinta Dezan tanpa memperdulikan pembahasan tadi.
"Hp kamu mana?" Tanya Denaz. Berat rasanya menyerahkan ponselnya pada Dezan, karena Dezan benar-benar rusuh. Tak jarang ponselnya jatuh, bahkan retak di bagian layar, karena Dezan.
"Mati, belum di cas dari malem"
"Ihhh dasar! Yaudah nih, jangan sampe jatuh hp nya!" Dezan segera merebut benda pipih itu.
"Mau main game"
"No! Nonton pororo aja, aku udah download episode baru"
"Yahhh, aku mau main game!"
"Ngga ya, Dezan! Kamu kalo main game rusuh, nanti yang ada kalo kalah hp aku jadi korban. Gamau aku kalo hp ini sampe rusak"
"Yaudah nih, ngga jadi" ucap Dezan seraya menyimpan kembali ponsel milik Denaz.
🐥🐥🐥
Saat ini jari lentik Denaz tengah menjewer telinga Dezan yang sudah memerah.
"A-akit huhu"
"Aku bilang apa?"
"Gaboleh banting banting hp" balas Dezan terbata.
"Terus kenapa hp nya masih di banting?"
"Muter terus hiks jelek hp nya!"
"Ini tuh emang sinyal Wi-Fi nya lagi eror Dezan! Jangan apa apa bantik hp! Hp kamu udah ga pake case, ga pake tempered glass, kalo di banting terus ancur hp nya!" Denaz menjewer telinga Dezan lebih kencang.
"HUAAAA AKIT! LEPAS!"
Denaz memelintir telinga Dezan sebelum akhirnya melepaskan telinga yang sudah sangat merah itu.
Dezan menggosok telinganya yang terasa panas.
"huhu sakit"
Melihat Dezan yang kini meraung kesakitan, membuat Denaz melunak. Nafasnya yang semula memburu mulai teratur.
Ia mendekat pada Dezan yang meringkuk menghadap tembok. Ia mengelus dan meniup telinga Dezan.
"Kamu emang harus di kerasin dulu ya biar nurut? Aku harus jahat dulu ya biar kamunya jadi ngelakuin apa yang aku bilang?"
Dezan tidak membalasnya. Pria itu hanya terisak tanpa mengindahkan keberadaan Denaz.
"Mam dulu yu! Tadi katanya laper"
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)