Waktu menunjukkan pukul 15.43 dan Dezan masih berada di bandara. Ia menunggu Denaz datang menghampiri dirinya.
Dezan sendirian di sana. Ia duduk di kursi, dan di depannya ada meja kecil berbentuk bundar seperti di cafe cafe. Di atas meja itu terdapat kopi, roti, cake, serta tas kecil yang ia bawa.
Beberapa saat kemudian segerombolan gadis menghampirinya. Bahunya di tepuk membuat ia menoleh.
"Denaz!" Serunya lalu berdiri dan memeluk Denaz. Denaz terkekeh seraya mengelus punggung Dezan.
"Kangenn" ujar Dezan membuat Denaz gemas. Denaz meleraikan pelukannya dan mengecup pipi Dezan.
"Aku juga kangen sama si ganteng"
Mereka saling bertukar rindu. Tak mengenal tempat, mereka benar benar merasa dunia itu milik mereka berdua.
Salah satu teman Denaz berdehem "Udah dong uwu uwu nya"
Denaz tertawa "Sorry sorry"
"Mau langsung pulang?" Tanya Dezan.
"Iya ayo"
"Temen kamu? Di jemput?"
"Mereka naik taxi katanya"
"Bareng aja atuh, biar sekalian"
"Iya juga, kamu bawa mobil mana?" Tanya Denaz.
"Mobil Fortuner nya mami"
"Masuk lah, ayo kita bareng" ajak Denaz pada teman temannya. Dezan meneguk kopi miliknya terlebih dahulu. Menyoren tas kecilnya dan membawa roti yang tinggal setengah.
Dezan membawakan koper Denaz saat mereka menuju parkiran. Tangan kiri nya pun tak lepas dari pinggang ramping gadis itu.
Sesampainya di parkiran, Dezan memasukan koper milik Denaz dan teman teman Denaz ke dalam bagasi mobil. Setelah semuanya selesai, Dezan pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.
Tanpa menggunakan seat belt, Dezan melajukan mobil itu keluar dari area bandara.
"Kenapa seat belt nya ga di pake?" Tanya Denaz. "Ga enak, sesek" balas Dezan ambigu.
"Dih matamu sesek! Pake dulu, takutnya ada razia!"
"Udah sore, gabakal ada razia"
"Yaudah suka suka mu"
Mereka saling diam mendengarkan musik yang terputar di radio mobil. Dezan menurunkan kaca mobilnya lalu menolehkan kepalanya "Pacaran mulu lo!" Seru nya lalu kembali menutup kaca mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya.
Di belakang sana, Bimo tertawa seraya menunjuk mobil Dezan. Bimo terlihat sedang berboncengan dengan Jesslyn.
"Si Bimo jauh juga ya maennya" ujar Denaz.
"Dia mah kalo pacaran, motoran ke Jakarta juga berani. Tapi kalo sama temen aja di suruh ke warung depan rumah harus di pukul dulu" balas Dezan membuat Denaz terkekeh.
🐥🐥🐥
"Zan makan dulu yuk" ajak Denaz. Mentari sudah berganti rembulan, dan Dezan sama sekali tidak melepaskan pelukannya. Ia hanya melepaskan pelukannya saat melaksakan ibadah saja.
Terlebih lagi, Dezan sudah menyatu dengan benda favoritnya, yang sudah pasti akan sulit untuk memisahkan mereka.
Dezan menggelengkan kepalanya. Denaz mencebikkan bibirnya "Laper" ucapnya seraya menepuk perut.
Lagi lagi Dezan menggeleng "Yaudah bobo ya!" Dezan masih membalas dengan gelengan.
"Ihh aku laper Dezannn, mau makan dulu sebentar! Nanti nenen nya lanjut lagi abis makan"
"Hmmhhh" bantah Dezan seraya menggeram
"Aku laper tauu! Makan tadi aja pas mau berangkat sama pas di pesawat sekitar jam setengah dua siang. Ga kasian sama aku?"
"Aku mau nenen!" Tekan Dezan seraya menggertakkan gigi dengan mata melotot.
"Aku laper!" Tekan Denaz.
"Yaudah sana" Dezan mendorong perut Denaz pelan. Beruntung space di belakang Denaz sangat lebar. Jadi, Denaz tidak terjatuh ke lantai.
"Sana! Gausah balik lagi!"
"Nenen nya pake dot dulu ya"
"Ya ngga mau!" Pipi Dezan menggembung dengan alis menukik di sertai tatapan tajam, membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
Denaz membenarkan letak bajunya lalu bangkit dari tempat tidur. Ia mengutak-atik ponselnya sebentar lalu memberikannya pada Dezan. Di sana terlihat kartun anak yang sangat Dezan sukai. Yaitu Pororo.
"Aku bawa makan dulu sebentar, kamu nonton Pororo ya"
Brak
"AKU GAMAU!" Teriak Dezan setelah melemparkan ponsel milik Denaz.
"AKU MAU PELUK GAMAU PORORO!" Setelah itu Dezan menangis kencang membuat Denaz menghela nafas. Ia memungut ponselnya yang beruntung hanya retak pada antigores nya saja.
"Aku laper sayang, aku mau ambil makan ke bawah, bukan pergi kemana mana
Nanti kalo udah selesai makan, bisa peluk lagi. Aku ga akan larang asalkan aku mau makan dulu!
Aku beneran laper! Ga bohong! Nih dengerin perut aku bunyi terus daritadi!"
Dezan menutup kepalanya dengan bantal.
"MAU NENEN HUAAA"
Denaz memilih acuh saja. Ia keluar dari kamar untuk membawa makanan. Ia benar-benar lapar sekarang. Setelah nasi dan lauknya tersimpan rapi di piring, ia kembali naik ke kamar.
Dilihatnya Dezan masih menangis di balik bantal.
"Ayo makan dulu Dezan"
"GAMAU HIKS MAU NENEN!"
"Yaudah aku makan dulu ya sebentar"
"Mau nenen Denaazzz hiks mau nenen"
"Tunggu sebentar bisa ngga Dezan? Aku mau makan dulu! Diem gausah berisik!" Balas Denaz yang sudah tidak memiliki kesabaran.
"Duduk yang bener! Nanti engap gabisa nafas!" Dezan menurut sekarang. Ia duduk seraya memeluk lututnya "Nih nenennya pake dot dulu" ujar Denaz seraya memberikan botol dot yang sudah terisi susu putih.
Dezan menerimanya.
"Kalo nurut daritadi aku udah selesai kali makan nya" sindir Denaz seraya berjalan menuju sofa.
Dezan hanya diam seraya mengemut putting dot. Namun, air matanya tetap mengalir.
5 menit berlalu, Denaz pun sudah menghabiskan makanannya. Ia kembali turun ke dapur untuk menyimpan piring.
Saat kembali ke kamar, Denaz membuka lemari dan mengambil piyama. Ia masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya, setelah selesai ia pun duduk di samping Dezan.
"Mau bobo"
"Sebentar ini bunda nge chat" balas Denaz seraya membaca deretan pesan yang di kirim sang bunda.
"Katanya besok kita ke rumah bunda, mau syukuran khitanannya Nio"
"Aku ngga mau bawa dot!" Ucap Dezan tegas.
"Terus kalo kamu mau nenen gimana?"
"Pokoknya gamau bawa dot! Nanti dot nya di ambil Nio lagi!"
"Yaudah iya iya. Jadi kalo mau minum susu, beli susu kotak aja ya" Dezan mengangguk tegas.
"Ayo bobo!"
"Iya iya ayo"
"Nenen!"
"Iyaaaa" Denaz menyedot pipi Dezan gemas. Dezan tertawa dengan suara sumbang "Bibirnya juga!"
🐥🐥🐥
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, FOLLOW IG @/SZKXWTTPD JUGAA YAA.
YAUDAH KALO GITU, SEE YOU NEXT TIME Y'ALL
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romantizm[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)