Dezan sudah bersiap memakai hoodie hitam, masker, dan juga kacamata. Sesuai yang di katakan Denaz pada dua hari yang lalu, kini Denaz akan pergi ke Korea. Dezan akan mengantarnya ke Bandara bersama Danil dan juga Bimo.
"Kan temen temen kamu cuma beberapa yang tau kita pacaran, nanti kalo aku ikut, mereka bakal curiga dong" ujar Dezan. Denaz yang sedang memoles wajahnya menatap Dezan melalui cermin.
"Temen-temen ku bisa di percaya semua. Jadi ya gapapa mereka tau, toh kita gamungkin bakalan ngumpetin selamanya kan?" Balas Denaz.
"Iya sih"
"Tapi kalo gitu kenapa gue gaboleh ikut.." batin Dezan
"Yaudah yuk, aku udah selesai."
"Semuanya udah di bawa? Ga ada yang ketinggalan kan? Hp? Charger? Dompet?" Tanya Dezan bertubi tubi.
"Udah sayang" balas Denaz
Akhirnya mereka pun berangkat dengan Pajero Sport Dakar berwarna hitam, milik Dezan.
Dezan mampir ke rumah Bimo terlebih dahulu untuk menjemputnya. Ternyata, Danil juga berada di sana jadi ia tak perlu memutar arah untuk menjemput Danil. Setelah semuanya berada di mobil, Dezan pun segera melesatkan mobilnya menuju bandara Husein Sastranegara.
Membutuhkan waktu 35 menit untuk sampai di bandara. Dezan membawa mobilnya santai karena jam penerbangan Denaz masih tersisa 2 jam lagi.
Mereka semua turun dari mobil Dezan dan duduk di kursi untuk menunggu teman teman Denaz datang.
Tangan Dezan tak lepas dari pinggang ramping gadisnya.
"Nanti hati hati ya! Jangan lirik cowo lain selain idol! Kalo si Sehun Sehun itu gapapa kamu lirik lirik dia, tapi kalo yang bukan idol, aku potong kepalanya"
Denaz tertawa "Iya sayang, ga bakalan"
"Jangan pake celana pendek apalagi rok! Kalo pake baju yang sedikit crop gapapa tapi kalo terbuka banget, aku seret kamu!"
"Posesif amat pak" ledek Bimo.
"Ya harus, kan punya gua! Kalo punya orang laen mah bodoamat mau gapake baju juga." Balas Dezan membuat Bimo, Danil, dan Denaz tertawa.
"Jangan minum soju ya! Kalo temen temen kamu ngajak, kamu nolak aja! Harus nolak! Terus kalo keluar malem hati hati ketemu om om lagi mabok, nanti kamu di karungin sama om om nya."
Lagi-lagi Denaz tertawa "Apasih kamu, ada-ada aja"
"Ya bener aku mah!"
"Iya iya, tenang aja aku bakal jaga diri baik-baik. Aku pastiin aku balik lagi kesini dengan keadaan sehat seperti semula, tanpa lecet sedikitpun" ucap Denaz yakin.
Lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Ayang" panggil Dezan. Denaz pun menyaut dengan deheman.
"Nanti kalo aku mau peluk gimana?" Tanya Dezan membuat suasana mendadak sedih.
"Nanti di peluk Danis" balas Denaz.
"IHH MASA SAMA DANIS?"
"Daripada Bimo?"
"Iya juga, ogah banget di peluk Bimo! Bau!" Bimo mendelik "Bacot lu bocah"
"Tuh kan Bimo kasar ayang, minta di tendang" adu Dezan pada Denaz.
Denaz tak berniat membalas perkataan Dezan. Ia hanya memikirkan bagaimana Dezan tanpanya. Hingga akhirnya, ponsel miliknya berdering.
Ia menerima panggilan dari salah satu temannya, Arlyn.
"Halo lyn"
"Kita liat lo, tapi lo kok sama cowok sih Naz?! Mana bertiga lagi anjing, malu kita kesana nya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)