PART 11

7.5K 295 32
                                        

Hari ini Dezan dan Denaz sudah berada di perumahan tempat orangtua Denaz berada. Lebih tepatnya sudah berada di depan gerbang rumah orangtua Denaz.

Setelah pintu gerbang di buka oleh pak satpam, Dezan pun menjalankan mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumah mewah itu.

Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju pintu yang terbuka.

"Assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam, masuk Naz"

"Naiiiii! Sumpah? Kenapa lo ga bilang kalo kesini" cerocos Denaz saat melihat kakaknya yang berada di rumah orangtuanya.

"Surprise"

Naila menatap pria yang berada di samping adiknya "Hmmm suami lo ganteng juga. Tukeran yok!"

"NAILA! ANAK KAMU UDAH GEDE" Teriak suaminya dari dalam sana

"Eh iya mana anak lo?" Denaz menerobos masuk lalu memangku anak dari kakaknya itu.

"Nio makin ganteng aja"

"Akaci anty"

"Gemessss"

"Bikin naz! Jangan nguyel nguyel anak gue mulu" goda Naila membuat Denaz menginjak kakinya.

"Hei kamu! Dateng dateng bukannya salaman sama ayah, sama bunda!" Denaz menyengir lalu mencium punggung tangan kedua orangtuanya di ikuti Dezan.

"Nio kangen aunty ga?"

Anak kecil itu mengangguk "Anen!"

Nio beralih menatap Dezan lalu merentangkan tangannya "Abang" ujarnya meminta di gendong Dezan.

"Uncle! Uncle Dezan" ujar Denaz membenarkan.

Dezan menggendong anak itu "Siapa namanya?"

"Antonio" balas Nio seraya memainkan jakun Dezan.

"Tayangg ancel" ujar Nio seraya memeluk leher Dezan

"Sini Dezan duduk" ajak Denaz menepuk space di sebelahnya.

"Ini bocil Jakarta udah berapa taun?" Tanya Denaz.

Nio mengacungkan dua jari nya "Empat" ujarnya membuat mereka semua tertawa.

"Kalo empat tangannya gini" ujar Naila mengacungkan empat jari nya. Nio mengikuti mamanya.

"Ini?" Tanya Nio dengan jari yang benar mengacung empat.

"Iya betul"

Nio mengambil tas milik Denaz lalu membawa dot yang ada di sana. Dezan melotot "Ih gaboleh" ujarnya lalu merebut dot miliknya yang berada di tangan Nio.

Namun Nio malah mengigit tangan Dezan.

"AAWW SAKIT"

Naila mengambil alih Nio dari pangkuan Dezan "Gaboleh nakal Nio!"

"Ayang hiks sakit" Denaz mengelus tangan Dezan yang terdapat bekas gigitan Nio.

"Gaboleh nangis!"

"Sakit" cicit Dezan dengan kepala yang di sandarkan di bahu Denaz.

"Iya gapapa"

🐣🐣🐣

Malam ini Denaz dan Dezan memikih menginap di rumah orangtua Denaz. Kini Denaz sedang mandi dan Dezan sedang bermain ponsel tak lupa dot yang menyumpal mulutnya.

Tiba tiba Nio datang membuat Dezan menatapnya tajam "Apa?!" Tanya nya sewot.

"Mau!" Ujar Nio hendak mengambil dot milik Dezan.

Spoiled Husband [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang