Dezan kini sedang di obati oleh Denaz.
"Udah Denaz hiks perih!"
"Ini sedikit lagi selesai, tahan dulu" ujar Denaz yang jujur saja ia sudah lelah dengan rengekan suaminya.
"Aaaaaa udaaahhh hiks perih"
"Oke udah" Denaz membereskan semua peralatan P3K ke tempatnya. Setelah selesai, ia kembali duduk di samping Dezan.
Dengan baju yang tak di pakai, Dezan memeluk sang istri "Mau nenen". Denaz menghela nafas "Diem deh, ini masih ada orang" balasnya pelan.
"AAAAAA MAU NENEN!" Teriak Dezan dengan wajah yang di sembunyikan di leher Denaz.
Danis dan Jake saling tatap lalu mereka memasang wajah mengejek. Begitupun Danil dan Marvell.
"Gua malu bangsat" gerutu Denaz dalam hati.
"Minum susu aja" tawar Denaz.
"Iiihh mau nenen!" Rengek Dezan.
"Yaudah awas dulu mau ngambil selimut" ujar Denaz sedikit kesal.
"Abang ambilin" titah Dezan seraya menatap Marvell.
Marvell menunjun dirinya lalu Dezan mengangguk "Di kamar sini juga ada" ujar Dezan seraya menunjuk kamar yang letaknya tak jauh dari tempat mereka duduk.
Marvell pun bangkit untuk menuruti perintah Dezan. Tangan Dezan sudah masuk ke dalam baju yang Denaz kenakan, sehingga baju Denaz sedikit terangkat dan perutnya yang mulus terlihat.
"Sabar Dezan, ya Allah ga ada malu malunya deh jadi orang" ujar Denaz yang sudah kesal stadium akhir.
"Biarin" balas Dezan ketus.
Marvell kembali dengan selimut berwarna putih di tangannya. Ia memberikannya pada Dezan. Dezan segera membeberkan selimut itu di punggungnya lalu membaringkan tubuh Denaz dan ia pun tengkurap di atasnya.
Denaz menaikkan selimut itu hingga leher. Dezan memang tak sabaran, buktinya pria itu sudah menyumpal mulutnya dengan payudara kiri Denaz dan menyedotnya terburu-buru.
"Dezan udah gede, udah dewasa" celetuk Danis.
"Bacot!" Sentak Dezan dari dalam selimut. Ia tak suka di sebut dewasa atau yang lainnya. Karena ia pikir jika ia sudah dewasa, berarti ia sudah tidak akan di manjakan dan di sayangi lagi oleh orang sekitarnya.
"Gue gamau dibilang anak gede!" Ujarnya lagi.
"Iya, becanda aja gue mah. Anak gede gabakalan nyusu kaya gitu soalnya" balas Danis.
"Tapi Dezan udah nikah, berarti udah gede" sahut Jake.
"ISH!" Dezan menurunkan baju Denaz lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Lalu ia berdiri dan menutup tubuh Denaz dengan selimut.
Ia membalikkan tubuhnya menghadap ke empat pria yang di klaim sebagai temannya.
Dezan melangkah menuju Jake dengan tangan yang di kepal. Lalu ia duduk di antara Jake dan Danis. Ia memukul Jake pelan.
"Gamau di sebut anak gede ihhh!" Rengeknya seraya memukul Jake pelan.
"Iya, ngga. Dezan masih bocah, masih polos, tapi nunutnya paling gede" ujar Danis.
"GAUSAH BAWA BAWA NUNUT! IH JOROK!" Teriak Dezan memarahi Danis. Mereka tertawa melihat tingkah Dezan yang persis seperti bocah PAUD.
"Bilangin mami ah si Danis ngomongnya jorok biar ga temenan lagi" ujar Dezan dengan tangan yang dilipat di depan dada.
"Maaf atuh, kan kenyataan inimah"
"Danil, pukul yang kenceng!" Titah Dezan. Danil yang sedang memperhatikan mereka pun menaikkan sebelah alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)