Dezan berdiri di hadapan Denaz dengan kepala menunduk. Tangannya bergetar kecil.
Denaz menghela nafas "Udah gapapa deh. Asal jangan di ulangi lagi aja"
"hiks Maaf"
"Minta maafnya sama Jessie sama bang Jake, tapi kamu telat. Jessie udah keburu di bawa pulang sama bang Jake. Kamu yakin bang Jake bakal kesini lagi?"
"Udah gausah nangis, ayo kebawah. Mumpung bang Danis sama yang lain pulang"
"Gamau hiks takut"
"Kok takut? Laki laki kan?"
Tangan Dezan semakin bergetar "Takut dimarahin Danis sama Marvell sama mami hiks gamau"
"Ya ini udah jadi resikonya kalo kamu di marahin. Makanya kalo sama anak kecil jangan asal rebut aja"
Awal mula permasalahannya adalah Jessie yang mengambil botol dot Dezan. Dezan yang marah pun mengambil paksa botol dot miliknya membuat Jessie ikut tertarik.
Namun Dezan tidak sengaja menyikutnya membuat gadis kecil itu terdorong hingga punggung dan kepalanya terbentur meja.
Karena tenaga Dezan yang kuat, Jessie pun terbentur kuat dan menangis sangat kencang.
"Meski ga sengaja, tapi tetep aja kamu salah"
"Di nasehatin itu jangan nangis! Kalo gini jadinya aku ngerasa bersalah, padahal harusnya kamu."
"Iya hiks udaaahhh! Aku ngaku salah hiks gaakan di ulangi lagi" ujar Dezan yang sepertinya benar-benar merasa bersalah.
"Udah hiks jangan marahin lagi" Lanjutnya seraya menghentakkan kaki.
Denaz lagi lagi menghela nafas "Udah, ayo turun!"
"Gamaauuu"
"Ayo!" Denaz menarik tangan Dezan namun Dezan menarik tangannya kembali.
"Gamau hikshiks ngga!"
"Ayo Dezan!" Mata Denaz sudah setajam anak panah. Ia menarik Dezan sekuat tenaga.
Dezan yang merasa hampir terjatuh pun berdiri dari duduknya. Ia menuruti Denaz untuk turun ke bawah.
Di bawah terdapat mami Stella yang sedang memijat pelipisnya. Danis yang menatap lurus ke layar televisi begitu Razqi, dan juga Marvell.
Ia sudah mengiranya. Kedatangannya tidak di sambut bahkan tidak ada yang menoleh padanya. Sekarang ia hanya bisa duduk dengan tangan yang memilin tali celananya.
15 menit tidak ada perubahan hingga sebuah teriakan memasuki indra pendengaran ke 7 manusia yang ada di sana.
"DEZAN SAYANGKUUHHH" Bimo berlari kecil lalu duduk di samping Dezan. Tangannya sudah bersiap akan memeluk Dezan namun Dezan mendorong dadanya agar menjauh.
"Peluk dulu napa sih kan kangen" Bimo berhasil memeluk Dezan membuat Dezan kembali menangis.
"Tuh kan hiks nangis lagi! Orang gamau di peluk hikshiks sana!" Bimo mengerjap. Ia baru menyadari situasi canggung di sekitarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)