Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Dan kini Dezan maupun Denaz sedang bersiap di depan kamera.
Denaz sedang sibuk membaca script. Ia tidak boleh berbicara asal, karena hampir seluruh masyarakat Indonesia akan melihat dirinya beserta Dezan.
Terlebih lagi, perusahaan perusahaan besar pasti akan mendengar berita yang melibatkan dirinya beserta Dezan. Jadi mereka harus perfect, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.
Para staff sudah siap. Kamera sudah menyala, dan seseorang mempersilahkan Dezan untuk berbicara.
Gugup.
Itulah yang keduanya rasakan. Namun, setelah ini mereka akan merasakan kebebasan. Mereka bebas untuk berkeliaran berdua tanpa harus menyamar.
Dezan dan Denaz menghela nafas lega. Saling menatap satu sama lain dengan senyuman menghiasi wajah keduanya.
Dezan melonggarkan dasi yang membuatnya sedikit sesak "Mau ketemu Shellen kapan? Mending sekarang aja yuk, mumpung aku gaada acara disini"
Denaz mengangguk "Ayo"
Shellen adalah calon manager Denaz di dunia per modelan. Dezan mengenali wanita itu. Wanita yang 3 tahun lebih tua dari mereka itu, kebetulan anak dari salah satu rekan kerja Dezan. Jadi Dezan mengenalnya.
Seperti biasa Dezan menyupir dan Denaz duduk di sampingnya.
"Kamu bakalan lama ngga?" Tanya Dezan. Denaz menggeleng "Kata mbak Shellen kemarin kan cuma ketemu CEO doang. Paling cuma ngobrol tentang kerjaan aja, sama ngenalin partner partner"
"Pasti nanti banyak foto shoot sama cowo" ucap Dezan murung.
"Kan kata kamu gapapa? Kita udah obrolin ini loh"
"Ya tetep aja sedih"
Denaz menghela nafas pelan "Sebisa mungkin aku bakal jaga perasaan kamu. Kalo emang ga perlu banget, aku bakal tolak tawaran shoot bareng model cowo"
🐥🐥🐥
Dezan merebahkan tubuhnya di kasur. Ia memejamkan matanya yang terasa lelah karena melihat ratusan kata yang tertulis di atas kertas. Tangannya pun terasa pegal karena harus menari di atas puluhan kertas.
"Mandi dulu gih" titah Denaz seraya membersihkan make up nya.
"Mandi bareng"
"Ngga! Sana cepet mandi, abis mandi bisa minum boba"
Dezan segera duduk "BOBA!" Dezan membuka jas, dasi, serta gesper nya dengan rusuh. Lalu menggapai handuk dan berlari ke dalam kamar mandi.
Denaz yang melihatnya menggelengkan kepala. Heran, mengapa pria-nya begitu suka dengan minuman manis itu.
Beberapa menit kemudia, Dezan kembali keluar dengan rambut, dan wajah basah.
"Kata aku kalo abis mandi badannya di lap dulu sebelum keluar! Itu rambut masih basah kaya anak tikus abis kecebur got! Di lap dulu rambutnya sampe airnya ga netes!"
Dezan menggerakkan tangannya seakan meledek perkataan wanita itu. Denaz melemparkan brush make up nya membuat Dezan meloncat menghindar.
"Keringin dulu rambutnya, Dezan!"
"Sama kamu"
"Males" balas Denaz.
Dezan menghampiri Denaz lalu memberikan handuk kecil yang sedikit basah permukaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Roman d'amour[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)