Sudah dua hari setelah Denaz pergi traveling bersama teman temannya, Dezan sulit untuk makan, dan tidur. Pria itu selalu menangis jika di paksa makan.
Kini, semua teman teman Dezan berkumpul di rumah Dezan. Karena besok adalah hari libur nasional, jadi mereka memilih untuk menginap di rumah Dezan, kecuali Jake yang harus pulang ke rumah karena anak dan istrinya menunggu.
"Danis" panggil Dezan. Danis yang sedang bermain game menoleh.
"Kenapa?"
"Mau susu"
"Bikin sendiri Zan" titah Danil.
"Gamau! Bikinin!"
"Yaudah bentar ya" sahut Danis.
"Cepetttttttt"
"Iya iya siap, gue bikinin. Sabar ya sebentar harus ada proses" cerocos Danis sebelum pergi ke dapur untuk membuatkan apa yang Dezan mau.
Dezan mendorong pantat Bimo dengan kakinya agar pria itu bergeser dan tidak membuat kawasannya menjadi sempit. Bimo yang risih pun mecekal kaki kanan Dezan dan memelintirnya.
"HUAAAA SAKIT" teriak Dezan membuat Bimo terkejut. Bimo tidak bermaksud untuk membuat Dezan kesakitan, namun ternyata tenaga yang ia keluarkan adalah tenaga dalam.
"BERANTEM MULU DEZAN, BIMO! BISA AKUR GAK HAH?" Teriak Danil membuat Danis yang baru saja menuangkan bubuk susu segera berlari di ruang tengah.
"Woy kenapa ini?" Tanya Danis.
"Gatau tuh si Dezan di gimanain sama Bimo" balas Jake.
"Gue ga sengaja... Dia dorong dorong gue pake kakinya, terus gue ga sengaja melintirin kaki nya... Kirain gabakal sakit" sahut Bimo.
"Bimo pindah ke deket bang Marvell! Razqi lanjutin bikin susu buat Dezan!" Titah Danis.
"Danil, Indra, Lion, ambil kasur dan lain lain! Gue mau ngelonin Dezan"
Mereka pun menjalankan tugas masing-masing. Danis sedikit memijat kaki Dezan agar tidak terlalu sakit.
"Udah Dezan jangan nangis"
"Mau Denaz hikshiks mau ke Denaz"
"Bentar ya gue telfon" Danis segera menghubungi Denaz. Panggilan terhubung membuat layar ponsel Danis berubah menjadi wajah Denaz.
Terlihat Denaz sedang makan disana.
"Kenapa tuhh?" Tanya Denaz saat melihat Dezan menangis.
"Biasa upin ipin berantem" balas Danis seraya mengarahkan kamera ke wajah Dezan.
"Ini pegang hp nya! Katanya tadi mau Denaz"
Dezan pun mengambil alih ponsel Danis "Sakit hiks kakinya di pelintir sama Bimo"
"Kamu nya jangan jail!"
"Ngga! Aku cuma hiks dorong Bimo pelan! Dia bikin sempit!"
Denaz tertawa "Dasar ya! Kan bisa di bicarain dulu, di suruh pindah Bimo nya jangan malah di dorong. Ya iya dia marah kalo kamu kaya gitu mah"
Dezan semakin menangis karena Denaz mengomeli dirinya. Ia tidak mengarahknan kamera ke wajahnya, melainkan ke atap rumah. Lalu ia menangis lebih kencang dari sebelumnya.
Razqi datang membawa botol dot yang sudah diisi susu hangat "Nih susu nya" ujar Razqi seraya menyimpan dot itu di meja.
"Kenapa sih? Gue denger denger makin kenceng mewek nya" tanya Razqi.
"Di omelin bininya" balas Jake seraya tertawa.
"Udah dong jangan nangis!" Ujar Denaz.
Dezan masih enggan untuk memperlihatkan wajahnya. Ia masih terus menangis kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Spoiled Husband [NEW VERSION]
Romance[FOLLOW DULU BARU BACA!!] First story! ⚠️Kissing⚠️ ⚠️breastfeeding⚠️ Murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Tidak ada unsur copas apapun. Jika ada kesamaan tokoh atau alur mohon di maklumi karena itu sama sekali tidak di dasari unsur kesengajaan. ...
![Spoiled Husband [NEW VERSION]](https://img.wattpad.com/cover/279675616-64-k843142.jpg)