chapter 26

3.6K 272 47
                                        

Seperti itulah keseharian Mew, melakukan yg terbaik untuk suami kesayangan yg tengah mengandung anaknya.

Meskipun ia terkadang masih harus mengurus pekerjaan kantor dari rumah, tak pernah sedikitpun mew meninggalkan sang suami sendirian.

Begitu juga dengan pria manis itu, perutnya yg kini terlihat semakin besar membuatnya kadang kesulitan untuk melakukan aktivitas.

Gulf tidak pernah meminta atau merepotkan Mew, tapi pria tampan itu selalu siap membantunya, memastikan kalau dirinya selalu ada untuk mendampingi Gulf.

Dikala bosan keduanya akan pergi ke bioskop, belanja bahan makanan ke supermarket atau hanya sekedar jalan-jalan mengelilingi taman di sekitar apartemennya.

Hanya ada raut wajah kebahagiaan yg mereka tunjukkan.

menjaga dengan baik bayi yg ada dikandungan Gulf, tak sabar untuk menanti kelahiran anak kesayangan mereka.

Gulf bahkan tidak perduli dengan tubuhnya yg kini terlihat lebih berisi, pinggang ramping yg ia miliki pun tidak sekecil dulu.

Tapi pria cantik itu tidak begitu perduli karena ia tau suaminya itu hanya akan mencintainya seorang.

"Uhuk.....uhuk....huk....". Gulf yg tengah berjalan santai di taman terbatuk, beberapa hari ini ia memang mengeluh kalau dadanya sedikit sesak.

"Kenapa sayang...?".tanya Mew terlihat khawatir.

"Nggak pa-pa kok phi...mungkin kena angin malam makanya batuk".

"Kalau gitu ayo masuk, nanti kamu sakit..". Ucapnya lalu memeluk erat pundak Gulf dan mencium pipinya.

Pria cantik itu kini duduk diatas sofa depan tv, ia memijit kakinya yg terasa pegal, Belakangan ini gulf sering merasa kelelahan meskipun hanya berjalan sebentar.

"Biar phi pijit na....". Ucap Mew menghampirinya sambil membawa segelas coklat panas.

"cuma pegel dikit kok phi...".

Tak menunggu perintah ia pun duduk disebelah Gulf dan langsung memijat kaki milik pria kesayangannya.

"Phi...a...bayi kita sudah hampir masuk 7 bulan, haruskah kita mengadakan baby shower untuk anak kita, cukup undang teman terdekat aja phi...".

Ia lalu menatap wajah Gulf lembut, "terserah kamu sayang, tapi phi nggak mau kalau nanti kamu kecapean ".

Gulf mengusapkan hidung mancungnya ke milik sang suami tercinta. "Kita juga harus mulai belanja baju dan menyiapkan barang-barang untuk keperluan anak kita phi...".

"Baiklah kita pergi besok na....". Jawab Mew lalu mengecup hidung milik kesayangannya.
..........

Gulf kini tengah asyik memilih pakaian untuk sang baby yg didominasi warna biru dan putih

Karena jika sesuai dengan prediksi yg dikatakan bright, anak yg ia kandung adalah laki-laki.

Ditemani sang suami yang ikut asyik memilih mainan yg menurutnya lucu.

"Phi, bukannya itu mainan untuk anak perempuan".

"Tapi ini terlihat lucu Gulf, phi mau majang ini dikamar baby kita nanti...". Jawab Mew memegang sebuah Barbie masih dalam kotak besar yg sangat indah.

"Phi nggak suka kalau anaknya cowok?".

"Nggak gitu sayang, sebenarnya ini rahasia...".

Gulf terlihat bingung menatap kearah suaminya.

Mew mendekatkan tubuhnya lalu berbisik. "Sebenarnya waktu phi masih kecil, pengen punya boneka Barbie tapi nggak boleh sama mama-papa...".

Pria manis itu tertawa mendengar pengakuan suaminya. "Lagian phi kan cowok ngapain beli Barbie ...".

DOMINAN BABY (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang