Mew yang belum selesai dengan pekerjaannya harus berhenti sejenak melihat waktu yg sudah menunjukan pukul 12. "Aku harus masak makan siang untuk Gulf..".
Mungkin sebuah pertanyaan kenapa Mew tidak mempekerjakan orang lain untuk membantunya.
Tentu saja ia memiliki seseorang yg biasa membantu membersihkan rumahnya, meskipun hanya datang seminggu 2 kali.
apartemen tempat tinggalnya terbilang cukup besar tapi hanya ruangan tertentu yg sering mereka gunakan jadi ruangan lain tetaplah bersih dan rapih.
Yg menurutnya sedikit sulit adalah, ia harus menyiapkan sendiri menu masakan yg akan mereka makan.
Tapi disitu jugalah kebahagiaan Mew, karena sebelum menikah Gulf memang sangat menyukai masakannya.
Ia sebagai tuan besar yg selalu dilayani kini menjadi seseorang yg justru melayani istri dan calon anak-anaknya.
Setelah mengetahui kehamilan pria tercintanya ia bahkan mempelajari, apa saja makanan yg baik untuk kesehatan ibu hamil dan nutrisi apa saja yg dibutuhkan untuk anak-anaknya.
beruntung Pria tampan itu dulu pernah mengambil kursus memasak saat awal pertama kali menikah.
Saat Mew keluar dari ruang kerja ia menatap kearah sofa tempat Gulf berbaring sebelumnya.
Ia mengelus pipi bulat itu lalu tersenyum, "maaf na phi harus mengikatmu, phi tidak ingin kau pergi lagi...".
Dielus tangan lembut milik pria tercintanya, ia melihat pergelangan tangan Gulf yg sedikit memar.
"Pasti sulit jika harus tidur dengan tangan terikat, aku tidak ingin menyakitimu Gulf, mengandung saja sudah cukup membuatmu sulit..". Ucapnya lalu melepas ikatan di tangan dan kaki suaminya.
Ia mengelus lagi pipi Gulf yg terlihat tertidur pulas, "aku mau ikan bakar phi ..". Racau Gulf dalam tidurnya.
Pria manis itu menarik tangan Mew dan memasukannya kedalam mulut hingga membuat pria tampan itu terkekeh.
"Lihatlah dirimu seperti bayi yg akan memiliki bayi...".
Ia pun menarik tangannya perlahan untuk bersiap memasak.
Selang beberapa lama terdengar suara seseorang yg berjalan kearah dapur. "Baunya enak, masak apa phi..?".
"Kamu tadi minta ikan bakar..".
"Kapan aku minta ikan bakar..?". Gulf yg bingung menggaruk kepalanya yg sebenarnya tidak gatal, lalu menatap kedua tangannya.
"Auw ... Kau melepas ikatannya phi...". Teriak Gulf kegirangan, karena baru saja menyadarinya.
"Hm... sementara ini phi akan buka, tapi jika phi melihat gelagat mu yg mencurigakan, phi tidak akan segan mengikatmu lagi...!".
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Makanan sudah siap sayang, ayo kita makan..". Ucapnya menyiapkan meja, bukan hanya ikan bakar ia juga membuat salad dan beberapa menu lainnya.
Pria manis itu pun Duduk sambil memegang sendok dan garpu ditangannya. .......