chapter 24

4K 288 14
                                        

Hari ini double up ya... karena mungkin beberapa hari besok aku nggak bisa update....😁😁

Malam mulai larut, keadaan semakin gelap air hujan dengan deras mengguyur mobil yg di kendarai Gulf.

"Aku sudah bilang tunggu phi jemput Gulf...".marah Mew ditelpon.

"Nggak pa-pa phi lagian apartemen kita kan nggak terlalu jauh dari rumah sakit, bentar lagi juga sampai kok ..".

"Ya udah hati-hati banyak jalur yg ditutup cepat sampai rumah na...". Jawab Mew ditelpon.

Bayangan menghilang seperti kabur, lalu tiba-tiba pindah ke rumah sakit.

Mew menangis meraung dipelukan Tay didampingi gun dan new yg juga berada di sampingnya mencoba untuk menenangkannya.

"Jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak mau hidup lagi... Aku akan ikut bersamanya...".ucap Mew menangis frustasi penuh kesedihan.
Terlihat juga seperti ia sedang menanda tangani sebuah surat.

Semuanya terlihat sangat sedih menangis meratapi seseorang yg bahkan kita tidak tau siapa, terlihat juga seragam putih yg dikenakan off dan bright yg sudah berlumuran darah.

Seketika Gulf yg sedang tidur pun menangis tersedu-sedu ikut menahan sesak di dadanya.

"Ngh...ngh....hikss...ngh...".

Mew terbangun mendengar suara tangisan seseorang. "Gulf...bangun sayang...,ayo bangun...". Ucap Mew lembut.

Ia mengangkat tubuh Gulf lalu memeluknya,agar suami cantiknya itu terbangun. "Kamu kenapa Gulf .. kamu masih marah, karena phi bilang gendut .. hah..?phi kan udah minta maaf sayang...".sambung Mew mengelus punggung Gulf mencoba menenangkannya.

Ia masih tidak bisa menghentikan tangisannya "Ehm....ngh.... hikss....". suara tangisannya bahkan terdengar begitu menyayat hati.

"Maaf na....,phi sayang Gulf jangan menangis na...phi paling tidak bisa melihatmu menangis....".ucap Mew yg bingung dengan perilaku Gulf.

apa ini karena Gulf sedang hamil makanya dia sedikit sensitif, sepertinya aku butuh konsultasi ke bright bagaimana cara menghadapi istri yg sedang hamil,batin Mew terus berfikir.

Dielusnya terus tubuh yg kini berada dalam pelukannya.

Gulf mendorong tubuh suaminya pelan lalu menghapus air matanya. "Aku sudah maafin phi kok".

"Terus kenapa kamu nangis sayang...?".tanya Mew cemas.

Ia menatap Mew lekat mengingat kembali kejadian dalam mimpinya tadi, melihat Mew yg menangis dan berkata kalau dia tidak mau hidup lagi.

"Phi...a jika terjadi sesuatu padaku, aku mohon tetaplah hidup untuk menjaga anak kita na..".

Mew mengecupi bibir Gulf tidak mau ia melanjutkan kata-katanya. "Cup... Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu Gulf,aku akan menjagamu dan anak kita nanti..".

Ia lalu menarik tubuh gulf kedalam pelukannya, mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.

jika itu ada di mimpiku sudah pasti itu akan terjadi suatu hari nanti,ucap Gulf dalam hati.

"Apa kau mimpi buruk Gulf ..?".tanya Mew masih mengelus rambutnya lembut.

"Ehm,...".

"Itu pasti karena baby nya lapar, kau marah padaku dan tidak makan seharian kan..".

Mew melepas kepala Gulf dari pelukannya "phi bawakan sesuatu untuk di makan na..." lalu berjalan menuju dapur.

Gulf masih mencoba menghapus ingatan tentang mimpinya tadi.
.......

DOMINAN BABY (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang