chapter 6

3.9K 308 17
                                        

Terdengar suara lirih berucap. "Kenapa kalian nangis...?".

Semuanya hanya membeku menatap kearah Gulf. "kalian semua kenapa sih, kayak lihat hantu aja.. aku nggak mati di meja operasi kan?". ucap Gulf yg bingung tak jelas.

Entah mengapa ucapannya yg terakhir justru membuat off dan bright sadar.

"Bawa peralatanku kesini win,aku harus memeriksanya". perintah off ke juniornya.

"Apa kau baik-baik saja Gulf..?coba bilang apa ada yg sakit..?". Tanya bright cemas.

Ia hanya menggeleng tak menjawab.

Setelah kedatangan win,off langsung mengecek keadaan Gulf. "Semua alat vitalnya Bekerja normal,aku rasa keadaannya mulai membaik".ucapnya tersenyum senang kearah semuanya

"Lalu kenapa kalian tadi menangis?". Tanya Gulf dengan kepolosannya.

Bright dan off yg tadi tersenyum kini melotot kearahnya. "Apa kau sadar sudah berapa hari kau tidur Gulf,kita disini tidak pulang, tidak mandi, tidak nafsu makan semua gara-gara kamu.!". jawab off geram.

Gun hanya bisa tertawa melihat suaminya yg emosi dan berusaha menenangkannya.

"Memang sudah berapa hari,aku tidur?".tanya Gulf yg masih bingung.

"Kau sudah terbaring selama 5 hari Gulf,kau pasti senang sudah membuat kami hampir kena serangan jantung?". Ucap bright meledeknya.

"Sudahlah.. malam ini akhirnya aku bisa tidur nyenyak bersama istriku, kalian berdua tetap disini jaga Gulf, jika terjadi sesuatu cepat beri tau aku oke". Ucap off memerintah lalu pergi merangkul sang istri.

Gun hanya bisa melambaikan tangan kearah Gulf dan tersenyum.

"Kau juga win pulang aja,phi udah nggak pa-pa kok".

Win memeluk kakaknya erat. "Nggak mau,aku mau disini sama p'Gulf".

"Ya udah kalau gitu,aku aja yg pulang, aku harus mengambil baju bersih untuk kita win".ucap bright berpamitan, lalu mengecup kening win sebelum pergi.
..............
Keesokan pagi,gun datang ke rumah sakit membawa sarapan dan membangunkan Gulf yg masih tertidur.

"Ayo sarapan Gulf..".

Win yg masih tidur disebelah Gulf pun tak luput dari pandangan gun.

"Ayo bangun win,sarapan". Ucapnya.

"Gulf ini ponselmu,Mew terus menelpon, aku tidak mengangkat karena takut dia tau kalau itu suaraku, tapi aku sudah mengirim pesan alasan agar dia tidak curiga ". ucap gun memberikan ponsel Gulf padanya.

Baru saja gun berhenti bicara tiba-tiba ponselnya berdering, jelas nama DADDY MEW yg tertulis disana.

Ia pun langsung mengangkat telponnya. "Halo phi..?".

Tidak ada suara dari sana,hanya terdengar suara Isak tangis.

"Halo phi ..ada apa..,kenapa kau menangis phi..".ucap Gulf khawatir.

"Aku merindukanmu Gulf,kenapa kau tidak mau mengangkat telponku..".

"Ayolah phi aku sedang sibuk,aku selalu membalas pesanmu kan?". Jawab Gulf mencoba menenangkan sang suami.

"ayo kita video call Gulf,phi ingin sekali melihat wajahmu..".

"Aku baru bangun tidur phi..aku nggak mau kamu liat wajah jelekku ". ucap Gulf mencari alasan.

Entah mengapa ucapan Gulf mampu membuat Mew tersenyum. " aku sudah hidup 10 tahun bersamamu Gulf, sisi mana yg aku belum lihat darimu?".

"Ayolah phi,aku malu...aku akan video call nanti malam na....".ucap Gulf merayu.

"Ya udah nanti malam phi tunggu ya sayang,kalau gitu..,beri aku ciuman dulu..".

Gulf menatap kedua orang yg ada disampingnya."Emuah...".ia mencium telponnya,dan langsung menutup panggilannya,ia merasa malu pada gun dan win yg sedang menatapnya.
.........
Hari demi hari berlalu keadaan Gulf kini semakin membaik.

"Ingat Gulf,kau tidak boleh melakukan sex minimal satu bulan.. ". Ucap bright sebelum memulangkannya.

kalau begitu kita harus menahan Mew lebih lama diluar negeri". Ucap off ke juniornya.
............
Setelah 15 hari Tay menghubungi Gulf. ia sudah tidak bisa mencari alasan lagi,untuk menahan Mew di Australia.

Gulf yg faham langsung menelpon Davikah untuk meminta bantuannya. "Phi aku butuh bantuanmu, tolong tahan P'Mew agar tidak pulang ke Thailand,aku masih butuh waktu untuk pemulihan..".ucap Gulf ditelpon.

"Berapa lama Gulf..?".

"Sekitar 20 hari phi..".ucapnya lagi.
.............
Setelah 15 Hari di Singapur.

Malam hari Terdengar suara Seseorang masuk ke apartemennya.

Gulf pun bangun dari tempat tidur, untuk memastikan siapa yg masuk kerumahnya.

"Phi...m..e..w..". ucapnya terbata.

"Kenapa kau terlihat terkejut Gulf,apa kau tidak merindukan ku?". Tanya Mew memeluk tubuh Gulf yg sedang terdiam.

Ia menciumi tengkuk Gulf mencari aroma yg sangat ia rindukan sebulanan ini.

Ditatapnya wajah Gulf lekat. "Aku merindukanmu sayang..". Ucapnya lalu melumat bibir Gulf lembut.

Tak menunggu lama Ia mengangkat tubuh Gulf dan membawanya kekamar.

Gulf memang memberi tau Mew keberadaannya di Thailand , dan dia juga yg meminta papa mama mew agar kembali ke Swiss, karena itu semua juga termasuk dalam rencana Gulf.

Ia menghentikan Mew yg berusaha melepas bajunya."Phi,aku belum mandi, biarkan aku mandi sebentar na...?".

"Kalau gitu ayo kita mandi bareng?". Ucapnya manja.

"Tidak bisakah aku mendapat waktu ku sendiri dikamar mandi phi..?!".
Teriak Gulf meninggikan suaranya.

Mew sedikit terkejut dengan reaksi Gulf. "Baiklah Gulf, kenapa harus marah..!".

Gulf menatap suaminya lekat.,"maaf phi". Lalu pergi ke kamar mandi, rasa bersalah pun menghantuinya.

*******Di apartemen offgun*********

Tay dalam keadaan panik menelpon off. "Ada apa Tay..?".

"Aku baru saja mendapat telpon dari mild,sepertinya Mew meninggalkan Singapur tanpa sepengetahuan mereka ..".jawabnya ditelpon.

Off kini ikut panik ia menutup telpon dan langsung menelpon bright karena apartemen bright berada 1 gedung dengan Gulf.

"Ada apa phi, hari ini aku libur".

"Gawat bright Mew Sekarang berada di Thailand, kemungkinan dia sudah ada di apartemennya".

Mendengar Ucapan off ia langsung menarik win untuk ikut bersamanya.

"Ada apa phi..?".tanya win bingung.

Bright tidak menjawab,ia hanya menyuruh win untuk memasukan kode pintu apartemen gulf.

Setelah ia masuk terlihat Mew yg keluar dari dapur sedang menyiapkan makan malam.

"Auw...bright ada apa?".

Bright tidak menjawab,ia hanya terdiam seperti patung.

Mew pun menatap win dan melempar pertanyaan yang sama padanya.

Win juga sama ia hanya diam tidak memberi jawaban, oh..ini alasan p'bai buru-buru tadi, batinnya.

Tak lama terdengar suara orang yang sedang memasukan kode pintu rumahnya..BIPP...BIPP...BIPPP....

"TAY..!!".Ucap ketiganya bersamaan.

"Ada apa Tay..?".tanya Mew yg mulai bingung dengan situasi ini.

Bukannya menjawab ia malah menatap new dengan tatapan bingung.

Off yang baru datang merangkul istrinya untuk berbalik arah agar tidak ikut terlibat masalah yg ada didalam rumah.

"Berhenti disitu off..".ucap Mew tegas

Mew mendekat dan menatapi mereka satu persatu,ia sungguh bingung dengan kelakuan teman-temannya. "Cepat katakan ada apa ini..!".

TBC ....
Happy reading 🥰🥰

DOMINAN BABY (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang