"Mama! Uwon ada pupi!!"
Jungwon berteriak semangat masuk kedalam kamar sang ibu sambil memeluk lebih tepatnya memaksa memeluk puppy berbulu putih yang tampak tertekan dengan kelakuan tuannya.
Alis Jake naik sebelah kemudian berkacak pinggang melihat kaki mungil Jungwon kotor penuh lumpur entah datang darimana anak itu bermain, Jake memang membebaskan Jungwon bermain apa saja yang anak itu mau, belajar hanya setiap 2 hari sekali. Mudah bukan.
Jungwon terkikik imut melihat ibunya berkacak pinggang dengan perut membuncit itu, "Mama mayah nda? Hihi ..... " bukannya takut Jungwon melonjak girang duduk dilantai memeluk puppy entah dimana dia dapat.
"Pupi kiyowo mama!!" Jake menarik tangan balita nakal itu.
"Ayo mandi anak nakal nanti sakit," anak laki-laki tersebut berontak yang berakibat mencekik puppy malangnya.
"Nda mawu...... pupi uwon cedih nda mawu mandi .... "
"Kak uwon mama marah lho ini?" Tidak gentar Jungwon malah makin menempel pada lantai menindih puppy kecilnya.
Puppy malang itu mengonggong keras Jake terpaksa meraih bagian ketiak Jungwon agar anak itu mau berdiri.
"AHAHHAAAA MAMA GEYII AHAHHAHAAA .... " Suara tawa khas bayi mengalun indah dikamar Jake, mereka jadi bercanda Jake bahkan ikut kotor karena memeluk balitanya yang nakal itu.
"EKHEEEM!"
Aktivitas Jake dan Jungwon terhenti mendengar seseorang berdehem keras, diambang pintu seorang pria dewasa tampan gagah menatap mereka datar Jungwon langsung berhenti tertawa dan menyembunyikan wajahnya diperut sang ibu, sedangkan Jake mematung semua ingatan masuk ketika melihat pria itu, Park Sunghoon suami Jaeyun ada dihadapannya secara langsung.
"Pergi."
Jake berdiri lalu menuntun Jungwon serta puppy yang tadi jadi korban mereka keluar kamar, jujur Jake merasakan sakit hati yang Jaeyun rasakan setelah sekian banyak ingatan masuk dari pemilik tubuh.
"Mama yayah mayah ..... "
"Ayahmu kan memang sering marah, biarkan saja kita main ditempat lain saja, ayahmu butuh istirahat." Jake sengaja menaikkan volume suaranya agar Sunghoon mendengarnya.
Sunghoon mengernyitkan alisnya, apa saja Jaeyun sinis padanya? Padahal biasanya istrinya itu akan senang jika ia pulang kerja bahkan berusaha mencari perhatiannya.
Sesaat pria itu mendengus kasar ini mungkin taktik baru Jaeyun untuk menarik perhatiannya, Sunghoon menutup pintu kamar setelah kedua orang itu pergi dan menguncinya dari dalam, tidak peduli dimana nanti istrinya yang sedang hamil tidur nanti malam.
Sunghoon kemudian terdiam apa tadi Jaeyun begitu akrab dengan Jungwon? Tapi pria kembali tidak peduli.
"Sialan!" Melihat lantai kotor penuh lumpur Sunghoon kembali membuka pintu dan berjalan mencari pelayan.
"JAEYUN!"
"APA?!" Sunghoon tersentak kaget, Jaeyun kasar sekali menyahut panggilannya.
"BERANI KAU SEKARANG?!"
"IYA KENAPA?!"
"BERSIHKAN SIALAN KAMARNYA!!"
"PANGGIL PELAYAN SIALAAN! JANGAN AKU BUKAN PESURUHMU PARK SUNGHOON! SIAAL AKU JADI MENGUMPAT GARA-GARA KAU! SEMOGA ANAKKU TIDAK APA-APA!"
Sunghoon shock berat, Jaeyun yang selalu bicara lemah lembut padanya sekarang baru saja mengatainya. Jaeyun dulu bahkan bernada sangat lembut membalas teriakannya.
Sedangkan Jake yang berada di anak tangga untuk turun mendengus kasar lalu mengelus perutnya, "Amit amit jangan sampai kamu mirip ayahmu."
Jungwon mengerjapkan matanya memandang sang ibu. "Mama mayah!"
"Diam anak nakal mama marah pada ayahmu, sekarang ayo kita siram tanaman," bukan menyiram tanaman tapi mereka bermain air melalui selang sampai penghuni mansion takjub, nyonya mereka seperti bocah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Being A Mommy [sungjake]
FantasyEND "Aku dimana?" Jake sangat ingat diharusnya berada dikamar mandi karena sang ayah yang menghukumnya, tapi kenapa dia terbangun disebuah kamar mewah dan dalam keadaan mengandung. Saat keluar kamar para pelayan menunduk hormat penuh ketakutan melih...
![Being A Mommy [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/277105668-64-k17396.jpg)