.
Lagi Jake berada ditempat yang sama saat pertama kali berada di dunia Jaeyun negeri entah berantah yang tidak dia tahu sama sekali. Jake berdiri kemudian menangis mengingat dia tidak akan kembali ke dunia itu lagi dan tidak akan bertemu Jungwon lagi beserta yang lain.
Dan bayi yang baru dia lahirkan bagaimana kabarnya sekarang Jake semakin bersedih.
"Hai Jake!" Jake mendongak dan didepannya ada Jaeyun dengan senyum cantik keadaannya lebih baik dari pertama kali bertemu, Jaeyun tidak menguarkan aura sendu lagi.
Jake mendekati Jaeyun apakah dia bisa memeluk pria cantik yang sangat mirip sepertinya itu, dan ternyata bisa. Jake memeluk erat Jaeyun kemudian menumpahkan rasa sedihnya pada ibu Jungwon itu.
Tawa Jaeyun terdengar sangat ringan juga lembut menyapa telinganya, "Kenapa menangis, Jake? Kamu sayang ya sama Jungwon? Sama Sunghoon juga?" Jake tidak bisa pungkiri kalau dia sangat menyayangi dua orang itu.
"Aku liat semuanya, Jake kamu berhasil buat Sunghoon berubah dari segala hal yang aku gak bisa gapai sama sekali. Gak papa kok itu memang takdir kita." Tangan cantik Jaeyun menangkup wajah yang lebih muda.
"Aku bahagia banget disini Jake, aku gak perlu berjuang lagi buat cinta, tapi mereka yang berjuang buat aku. Benjamin sayang banget sama aku Jake dia usaha semuanya demi kebahagiaan aku, anak aku juga pinter gak perlu disuruh belajar dulu dia udah stay dimeja belajar, aku gak perlu belajar mengubah diri, tapi mereka yang menyesuaikan diri buat aku. Bahagia sekali tau ..... " Jaeyun memeluk erat Jake dan menggoyangkan tubuh yang lebih muda.
Jake juga bahagia bersama Sunghoon dan Jungwon keluarga yang problematik tapi mendidik, sekarang Jake ingin menangis keras rasanya karena mereka tidak lagi bersama. Lembaran hidup yang lalu hanya sesaat dan tidak mungkin dia miliki.
"Kalo kamu mau pulang ke Jungwon lagi, silahkan. Kalo mau mau disini, silahkan. Semua tergantung sama kamu. Aku gak akan mau balik sama mereka aku udah punya keluarga yang sesuai impian aku disini, liat mereka udah nungguin aku! Ih tungguin ya nanti mama sayang!" Jaeyun melepaskan pelukan mereka.
"Dadah Jake. Aku pergi dulu, kami mau jalan-jalan, sampai jumpa dikehidupan yang berikutnya ..... " saat Jaeyun memundurkan tubuhnya Jake tidak bisa mengejar Jaeyun lagi.
Jaeyun menghilang ditelan cahaya dengan lambaian tangan dan senyum cantik disana. Pria cantik itu sangat terlihat bahagia bersama keluarga barunya didunia lain yang Jake tidak tahu.
Setelah Jaeyun pergi Jake sendirian lagi diruangan serba putih ini, "Tuhan .... aku mau Jungwon sama bayi aku ...hiksss ... kasian dia gak punya mama .... " Jake memeluk lututnya.
"Tuhan tolong .... aku sayang keluarga Jaeyun .... tapi mulai sekarang mereka keluarga aku ... Jungwon tungguin mama .... " tidak lama cahaya menarik Jake ke dalam lubang besar tak berujung.
Seseorang mendorongnya jatuh hingga Jake memekik kaget.
"AKKKHHH ....... "
Sunghoon yang sedang menyuapi Jungwon makan terkejut bukan main saat istrinya berteriak dan bangkit dari ranjang rumah sakit, piring makanan Jungwon seketika dia lemparkan kemudian berlari menghampiri Jaeyun-nya.
"JAEYUN?! JAEYUN!" Saking senangnya melihat netra indah itu membuka mata Sunghoon berteriak sangat nyaring memanggil sang istri.
Jake linglung menatap sekitar tak lama pingsan lagi.
"Jungwon panggilkan dokter!"
.
"Jungwon minggir dulu mama kamu baru sadar." Nyatanya anak gembul yang daritadi memeluk posesif sang ibu abai saja.
Mata berkaca-kaca mengingat dia kembali ke dunia ini lagi, melihat Jungwon lagi dan Sunghoon juga. Tangan Jake yang tidak terpasang infus mengelus surai hitam milik Jungwon.
"Mama sayang kak uwon," Jungwon terisak pelan mendengar kata itu lagi setelah hampir dua bulan tidak mendengarnya.
"Hiksss.... mama jangan tidul lama lagi .... kak uwon takut nda bangun lagii ... "
Sunghoon memperhatikan itu tersenyum lebar kalian lihat tuhan mengabulkan doa-nya yang dia panjat siang dan malam. Istrinya kembali dan kebahagiaannya juga kembali.
Bayi dalam box itu tertidur pulas setelah mendapatkan ASI dari sang ibu, Jake menangis sesegukan melihat bayinya sangat gendut padahal baru berumur 2 bulan.
Sunghoon menggendong Jungwon yang tertidur setelah lama menangis dan menaruhnya di kasur lantai dekat ranjang sang istri.
Kemudian Sunghoon kembali mendekati istrinya, "Sayang? Atau ini Jake?" Pipi Jake memerah sampai telinga.
Tangan Sunghoon menggenggam tangan kecil Jake, "Mau bercerita sesuatu?" Jake mengangguk.
"Pertama aku bukan Jaeyun." Sunghoon mengangguk, "Aku tahu setelah lama merenung, kalau Jaeyun terobsesi padaku, tapi kau malah ingin jauh dariku dan sedikit kekanakan." Kekehan Sunghoon terdengar renyah.
"Tapi bagaimana bisa?" Jake mengedikkan bahunya.
"Baiklah aku tidak peduli siapa kamu, Jake. Aku memerlukan kamu disampingku sampai ajal menjemputku, masalah Jaeyun akan jadi dosa yang aku tanggung nanti saat tuhan ingin meminta pertanggungan. Kamu sudah mencintaiku?" Jake menggeleng dia hanya menyayangi bukan mencintai, Jake belum sampai tahap itu.
Sunghoon tertawa kecil, "Sepertinya hanya aku yang jatuh cinta, jadi mulai sekarang ayo belajar saling mencintai, Jake sayang?"
"Aku mencintai kepribadian Jake." Sunghoon mendekap erat sang istri dan menggumamkan banyak kata cinta.
.
Tamat
Udah tamat ..... yeay! Terima kasih semuanya udah nemenin cerita ini dari awal.
Mungkin ada beberapa chapter bonus buat kalian.
Makasih ya udah baca buku abal-abal ini aku seneng banget, banyak yang minta happy ending buat Jaeyun, dia udah bahagia didunia dia sendiri. Cuma Jake aja yang berjuang kebanyakan.
Semua tokoh dapat happy ending sendiri kan? Jaeyun, Jake, Sunghoon dan Ni-ki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Being A Mommy [sungjake]
FantasiEND "Aku dimana?" Jake sangat ingat diharusnya berada dikamar mandi karena sang ayah yang menghukumnya, tapi kenapa dia terbangun disebuah kamar mewah dan dalam keadaan mengandung. Saat keluar kamar para pelayan menunduk hormat penuh ketakutan melih...
![Being A Mommy [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/277105668-64-k17396.jpg)