midnight

80.5K 8.3K 250
                                        

Hayo siapa kangen aku .... hp ku rusak lagi padahal baru bener, untung masih bisa dipake ....

..

Tengah malam Jake kembali merasakan kegelisahan dalam tidurnya sebab perutnya ada gejolak aneh yang menyebabkan kepala sakit, perut bagian bawah keram dan banjir keringat seluruh tubuh. Ini terjadi sekitar beberapa minggu yang lalu. Namun Jake diam saja takut merepotkan orang lain ingin pergi ke dokter keadaan tidak memungkinkan kadang Jungwon rewel, dan Sunghoon selalu di mansion beberapa minggu ini.

Jarang sekali Sunghoon pergi ke pusat pemerintahan dia seperti pengangguran yang banyak memiliki uang, Jake tahu jika pria itu mengerjakan semua pekerjaan dari rumah, lalu dikirimkan.

Jungwon balita itu semakin hari semakin menempel padanya, contohnya dulu anak itu tidur sendiri sekarang malah selalu berkata tidak bisa tidur.

Kalau ditanya jawabannya begini, "Uwon nda bica tidul talo nda liyat mama cantik!" Manis kan? Jake tidak tega tahu menolaknya.

Malam ini penghuni kamarnya malah bertambah satu, ayah Jungwon mana posisi pria itu ditengah mengalahkan sang anak, Jake mau marah, tapi tidak jadi soalnya mereka lucu sekali.

"Aduuuh ... " Jake mengeliat bergerak kesana kemari mencari posisi tidur yang nyaman.

Suara grasak grusuk Jake membangunkan Sunghoon yang tertidur pulas menjadikan Jungwon gulingnya, badan gembul anak itu dipeluk erat anehnya tidak terganggu sama sekali.

"Jaeyun?" Suara serak Sunghoon membuat Jake mengumpat dalam hati, pasti pria ini marah karena ia mengggangu tidur nyaman Sunghoon.

Mata Sunghoon membelalak melihat wajah berantakan Jake, baju piyama basah karena keringat, bajunya tersingkap dan kepala Jake menggantung ke bawah ranjang.

"Hei kenapa?" Sunghoon perlahan bangkit agar tidak membangunkan Jungwon.

Sunghoon menarik Jake kedalam dekapannya surai pria cantik itu dielus lembut, perutnya juga tidak kalah lembut mendapat elusan dari Sunghoon. Jake sedikit rileks lalu dia menyembunyikan wajahnya didada bidang Sunghoon.

Saat mendusel manja tubuh Jake merasa tubuhnya terangkat ke udara dan ternyata Sunghoon membawanya duduk kepangkuan si dominan.

Sunghoon bersandar pada headboard ranjang sedangkan Jake duduk menyamping ke kiri, tangan kecil Jake meremas baju yang dipakai Sunghoon.

Lalu Sunghoon membenahi Jake, pertama Sunghoon membuka pahanya lebar lalu meletakkan istrinya diantara paha dan Sunghoon sengaja membuat Jake membelakanginya agar punggung pria cantik itu bersandar didadannya, yang pasti memudahkan Sunghoon menggapai perut buncit Jake.

"Jaeyun? Bisa dengar aku? Hei dimana sakit? Anakku nakal?" Jake tidak bisa menjawab sebab rasa kantuknya sangat berat, namun tidak bisa tidur dengan perut sakit dan gejolak aneh itu.

"Baik, diam saja," Jake bersandar nyaman didadanya.

Sunghoon sudah panik, namun mencoba tampak biasa saja didepan istrinya, Sunghoon takut sekali apa lagi kata-kata dokter terus berputar diotaknya tentang bayi dan juga ibu.

"Jaeyun mau membuat janji?" Sunghoon menitikkan airmatanya sambil terus memijat pelan perut sang istri, Jake diam dia tidak tahu menjawab apa pun ini bukan haknya kan?

"Aku baru memperbaiki keluarga kita, kamu mau berjanji padaku tidak akan pernah meninggalkanku dan Jungwon?" Jake bungkam seribu bahasa.

"Jaeyun? Aku tahu dosaku, aku tahu semuanya, tapi pria ini memohon padamu jangan tinggalkan aku yang malang ini, aku lemah tanpamu Jaeyun, aku akan coba mencintaimu," Sunghoon menempelkan pipinya dan pipi Jake lalu menggesek pelan yang menimbulkan rasa nyaman pada Jake.

Sunghoon takut apa yang menjadi sandarannya yang selalu ada untuk masa sulit pergi dan tak akan kembali lagi.

"Aku tahu tuhan menyayangimu, nanti aku akan berdoa untuk mengatakan kalau rasa sayangku tak akan terkalahkan oleh kuasa tuhan."



Being A Mommy [sungjake]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang