I'm waiting for you

46.8K 5.3K 320
                                        


.

Lucu sekali bayi ini Sunghoon tidak mau melepaskan Ni-ki dari pelukannya. Iya nama adik bayi Ni-ki nama yang diberikan tuan Shim untuk cucunya, Sunghoon tidak menolak sama sekali lagian cocok kok.

Ni-ki itu terdengar jantan? Entahlah yang pasti bayi ini akan lebih gagah dari sang kakak itu kata ayahnya Jaeyun, benar juga sih karena Ni-ki sudah terlihat tampan sekali.

"Apa hmm? Cari mama? Mama udah gak ada jagoan."

BUGGGHHH

Sunghoon langsung oleng hampir saja jatuh karena pukulan keras dirahangnya, tuan Shim cukup sabar ya dengan tingkah bodoh perdana menteri muda ini. Bodoh! Ingin sekali tuan Shim pukul kepala Sunghoon sampai pecah kalau saja anak dan cucunya tidak menyayangi pria tampan ini.

Bagaimana bisa Sunghoon menganggap Jaeyun-nya mati? Mungkin karena terlalu gila, tapi setidaknya dengarkan perawat itu bicara dulu. Sunghoon malah langsung pergi dan berlari seperti orang kesetanan.

Goblok! Kan pria tua itu gemas sekali meremukan tulang tengkorak Sunghoon.

"A-ayah aku salah apa?" Sunghoon merasakan pusing belum lagi dari pagi tidak makan apapun, makin parah pusing mendera kepalanya.

Tak!

Jidat paripurna Sunghoon dijitak penuh kekuatan dalam oleh pria tua berstatus ayah mertuanya itu, Jungwon memegang tubuh sang adik yang hampir jatuh dari dekapan sang ayah.

Sunghoon sadar ada anak dalam dekapannya, "Astaga maafkan ayah .... kakekmu memukul ayah tadi," pipi merah Ni-ki dicium sekilas, dan pria itu fokus lagi pada tuan Shim.

"Apa yang kau tahu perdana menteri?" Sunghoon terdiam

"Kenapa kau menyimpulkan Jaeyun mati?! Padahal kau belum mendengar hal itu langsung dari mulut tenaga medis yang menangani anakku!" Tuan Shim menampar Sunghoon lagi.

Anak bayi itu tuan Shim berikan pada Jungwon, "Tunggu disini cu, grandpa ada urusan sama ayah kamu."

"Ikut aku perdana menteri." Jungwon menatap kepergian dua orang dewasa itu sendu.

Anak itu beralih menatap sang adik, "Halo adik! Ini kak uwon mama panggil gitu .... adik nda nakal ya? Kak uwon nda nakal juga, sayang adiik ... "

Sangat menyedihkan melihat pemandangan anak kecil mengenakan seragam memeluk tubuh bayi dibangku tunggu rumah sakit sendirian, air mata tumpah dipipi gembul Jungwon membuat orang yang memandangnya akan langsung merasakan kesedihan mendalam.

Jungwon menunggu sang ayah dengan mengajak bayi itu bicara, sedih sekali anak itu menceritakan sang ibu pada Ni-ki.

"Nah mama itu cantik sekali .... nanti liat mama ya? Adik mau nen?"

Sedangkan Sunghoon masuk ruang ICU mengikuti tuan Shim langkahnya berhenti melihat sosok cantik yang ditempeli berbagai macam alat medis penunjang kehidupan disana. Sunghoon langsung lemas dan jatuh terduduk.

Jaeyun-nya pemilik hatinya, hanya koma! Sunghoon langsung banyak memanjatkan pada tuhan sebanyak yang ia bisa, ini lebih baik dari apapun.

"Bangun nak, Jaeyun sempat sadar beberapa jam untuk menyusui iki lalu jatuh koma setelah itu."

"Perawat ingin mengatakan kalau Jaeyun ingin bertemu dengan kamu perdana menteri, Jaeyun ku mengalami pendarahan. harus melakukan operasi pengangkatan rahim tapi saat meminta persetujuan kau malah pergi perdana menteri."

Sunghoon sudah menangis kencang dan berdiri, "Sayang? Ini aku, maafkan aku ..... " tangan dingin itu digenggam Sunghoon erat.

Hidung Jaeyun terpasang nassal kanul, tangan terpasang infus dan mulut terpasang selang NGT, Jaeyun benar-benar bertahan hidup untuknya dan anak-anaknya.

Jaeyun menepati janjinya kala itu agar tetap bersama, "Sayang .... aku tidak menuntutmu bangun, tapi aku akan menunggumu menunggu kamu kembali dan marah lagi padaku, oh iya Jungwon sudah lancar bicara sayang," tuan Shim menahan air matanya, Sunghoon rapuh hanya ada didepan Jaeyun saja.

"Bangun ya nanti kalo sudah puas tidur panjangnya, anak kita perlu ibunya."

.

Being A Mommy [sungjake]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang