Plaaakhh
Dengan tangan besarnya Sunghoon menampar pipi mulus Jake yang masih basah. Jake terdiam sambil memegang pipinya, oh ternyata bukan hanya Jaeyun yang mirip ayah rupanya Sunghoon juga mirip ayah. Memang paling benar jika mereka berdua berjodoh sama-sama ringan tangan.
Mata Jake kemudian menatap tajam pria bermarga Park itu lalu mendorong dada bidang pria tersebut sampai Sunghoon mundur beberapa langkah, hanya beberapa langkah Sunghoon merasa tertantang akan keberanian Jaeyun sekarang. Biasanya belum juga dipukul ibu hamil ini sudah menangis histeris.
Keadaan masih basah kuyup, pipi memerah padam cukup mengenaskan nasib Jake sekarang. Namun bukan menjadi lemah seperti dia diperlakukan ayahnya, Jake melotot pada suami Jaeyun itu.
"Tampar lagi. AYO TAMPAR LAGI!" Sunghoon menatap Jake tak percaya dan karena marah Jake membentaknya pria itu kembali melayangkan tamparan, belum mengenai wajah mulus sang istri.
Buughh!
Jake lebih dulu memukul dada bidang Sunghoon menggunakan seluruh tenaganya, "Kasar! Kenapa dulu aku mau sama bajingan! Ringan tangan! Ini katanya perwakilan raja?! Sialan!"
Bak disambar petir disiang bolong Sunghoon mematung, emosi sudah memuncak, Jaeyun sudah berubah rupanya. Tidak hanya Sunghoon yang terkejut para pekerja yang tidak sengaja berlalu lalang tersentak kaget sama seperti tuan mereka.
Merasa bangga bisa meniru kata-kata kasarnya ayahnya dulu Jake semakin berani mendongakkan dagunya.
"Jangan sampai aku marah."
Sambil mendengus Jake menatap Sunghoon aneh, "Bukannya dari tadi kau sudah marah ayah Jungwon!"
Betul juga, balas Sunghoon dalam hati. Namun tersadar dia mendekati Jake lalu menarik rambut ibu hamil itu dan menyeretnya entah kemana.
"Akhh! Lepas sialan! Lepas sakiith ... ah perutku! Anakmu bisa dalam bahaya bajingan! Aaah ... perutku sakitth .... shh.... " Jake tidak berbohong pasal perutnya.
Sunghoon tersadar ada satu nyawa yang bergantung hidup pada istrinya langsung melepaskan cengkeramannya, dan terbelalak kaget melihat darah mengalir mengotori lantai yang keluar dari selangkangan Jake.
"AKHHH .... " Jake berteriak kesakitan.
Jake berusaha sekuat tenaga untuk membuka matanya, dapat dia lihat semua pelayan termasuk Sunghoon panik melihatnya, Jungwon berlari sambil menangis kencang bedak diwajahnya belum rata membuat Jake masih sempat-sempatnya tertawa.
"Jangan tertawa! Anakku dalam bahaya sialan!" Sunghoon menggendong tubuh Jake ala bridal berlari secepat mungkin, ini salahnya itu pikiran Sunghoon.
"Mama .... huwaa .... yayah jaat! Mama! Mama! Mama! Janan tindaltan uwon!"
"Iya ayahmu jahat sampai mama mati .... " lirih Jake sebelum pingsan.
Jungwon melonjak didekapan pelayan sambil menangis meraung. Mamanya sakit itulah yang balita itu tahu, anak itu takut mamanya meninggalkannya sendiri dineraka ini padahal dia baru merasakan kasih sayang.
"YAYAH JAAT! YAYAH MONSTEL! UWON BENCI YAYAH! HUWAA MAMAA JANAN TINDALTAN UWON! YEPAS JANAN TALIK TALIK UWON! MAMAAA ..... "
Darah Jake mengotori setiap langkah cepat Sunghoon menuju keluar rumah, ada gundah dalam hatinya mendengar teriakan milik sang anak.
"MOBIL SIAPKAN DALAM WAKTU 2 MENIT!"
.
Spam dong biar aku dabel ap ..... kalian komennya harus yang lucu pokoknya
KAMU SEDANG MEMBACA
Being A Mommy [sungjake]
FantasíaEND "Aku dimana?" Jake sangat ingat diharusnya berada dikamar mandi karena sang ayah yang menghukumnya, tapi kenapa dia terbangun disebuah kamar mewah dan dalam keadaan mengandung. Saat keluar kamar para pelayan menunduk hormat penuh ketakutan melih...
![Being A Mommy [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/277105668-64-k17396.jpg)