.
Jake memandang dari jauh kebahagiaan Jungwon bersama pendamping hidupnya sendiri, rasa sedih, bangga dan bahagia bercampur jadi satu melihat anak itu sudah tumbuh sebesar sekarang. Dulu waktu pertama kali dia masuk dunia ini Jake ingat Jungwon sangat kecil imut dan cadel.
Jangankan Jungwon adiknya pun Ni-ki bayi yang dulu ia pertahankan sampai bertaruh nyawa sudah sangat besar tinggi melewati ayahnya sendiri, Ni-ki akan jadi penerus menjadi seorang tentara di camp besar sang kakek, bayangkan sudah sebesar itu anaknya sekarang.
Menjadi ibu tidaklah mudah bagi Jake apalagi dia semulanya adalah seorang remaja harus dihadapkan oleh dunia rumah tangga, ditambah konflik rumah tangga Jaeyun dengan Sunghoon yang di limpahkan padanya karena Jaeyun menyerah, tapi syukurlah semua berakhir baik.
Tapi Jake masih punya satu masalah lagi, pernyataan tentang perasaannya bergantung selama ini, dari Ni-ki bayi hingga beranjak remaja. Selama itu Sunghoon menunggu balasan cintanya, Jake akui Sunghoon punya stok kesabaran yang banyak.
"Bagaimana sayang? Kamu punya jawaban?" Setiap hari Sunghoon akan menanyakan itu padanya.
Jika dulu Jake tegas menggeleng hari ini semua berubah, pria cantik itu tersenyum lalu menggenggam tangan Sunghoon dan mengecup bibir pria paruh baya tersebut.
Sunghoon membulatkan matanya, setelah semua karma yang dia jalani. Penderitaan yang dia lewati, saat tokoh lain sudah bahagia sekarang dia mendapatkan cintanya, meskipun urutan paling akhir. Sunghoon adalah urutan paling akhir dari segala sisi dan nasib yang tuhan takdirkan.
"Aku sudah cinta kamu, Sunghoon." Badan kurus nan ramping Jake di peluk erat oleh Sunghoon.
"Sayang! Aku, aku sangat bahagia!!" Suara berat dan nyaring milik perdana menteri itu mengundang orang-orang.
"Cih dasar orang tua," Ni-ki berdecak sebal kemudian menarik sang mama dari pelukan ayahnya.
"Jangan ambil mama adik kiki."
Baru saja bahagia sudah ada setan kecil ini mengganggunya, Sunghoon menerjang tubuh si bungsu yang memeluk Jake dan mereka akhirnya berpelukan penuh kebahagiaan.
Sunghoon mengecup surai Ni-ki dan Jake bergantian sambil menggumamkan kata-kata cinta dan terima kasih atas kebahagiaan yang mereka berikan untuk pria brengsek bajingan macam dia.
Ni-ki ikut menangis bersama orang tuanya karena kasih sayang ini terus menghujaminya bertubi-tubi mau sebesar apapun dia sekarang Ni-ki tetap jadi bayi ayah dan mama-nya.
"Kan pelukan gak ajak kak uwon hiksss..... ayah sama mama sama adik kiki mau buang kak uwon .... " rupanya si sulung iri dan menangis pilu karena tidak menjadi bagian dari pelukan keluarganya.
"Lho kak uwon ada kakak seongie, ini ayah sama mama adik kiki san jauh-jauh!" Jungwon menubruk keras badan tiga orang itu dan memeluk leher sang ayah erat sambil terus menangis kejer bak anak balita.
Tangan Jake dipegang erat oleh pemuda cantik itu, iya Jungwon tumbuh jadi pemuda sangat cantik dan imut seperti sang mama, meskipun wajah duplikat sang ayah. Sedangkan Ni-ki sangat tampan badan tegap, tinggi menjulang yang jadi idola nona bangsawan padahal umurnya masih sangat muda.
"Ini mamanya kak uwon, adik kiki gak boleh ambil!" Ni-ki dengan usil mendorong tubuh pendek sang kakak hingga Jungwon memekik kesal.
Di tengah pertengkaran anak-anak mereka Sunghoon dan Jake bertatapan dengan senyum terpatri indah dibibir masing-masing. Tatapan penuh cinta itu membuat mereka mabuk kepayang, saat Sunghoon ingin memajukan wajah ingin mengecup bibir sang istri, masih ingat pertengkaran anak-anak mereka? Jungwon mendorong Ni-ki hingga ayah mereka ikut terdorong menjauh alhasil Sunghoon gagal mencium istrinya.
"Kalian ini ganggu ayah bermesraan sama mama kalian saja! Sana jauh jauh ayah mau mencium mama kalian, itu kelahi di panggung dekat Jongseong biar orang lihat!"
"Enak saja ganggu ayah terus!"
Jake bertemu kebahagiaannya disini bersama Sunghoon berkat Jaeyun, untuk menjadi ibu yang baik bagi Jungwon, dan mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan Ni-ki. Ini nyata, tapi hanya dia dan Sunghoon yang tahu biarkan ini jadi rahasia mereka berdua untuk selamanya.
"Baik nyonya perdana menteri mau menghabiskan sisa usia bersamaku, ingat aku urutan terakhir dan sekarang kisah sudah di akhir jadi tidak ada alasan menolak apapun. Dan ayo hidup bahagia bersama, aku akan pensiun setelah ini biarkan Jungwon menggantikan kedudukanku." Jake tidak beri pilihan, namun diberi perintah mutlak dan dia pun tak akan menolak sekarang Jake hanya punya satu rumah yaitu, Park Sunghoon.
"Aku perdana menteri, tapi bisa berikan semua harta yang kamu punya untuk aku yang cantik ini?"
"Cuma itu? Aku bisa memberikan seluruh tubuhku juga nyonya perdana menteri, aku bisa memuaskanmu sampai pagi seperti seminggu yang lalu." Jake memukul lengan suaminya.
"Mesum udah tua juga!'
.
Hai hai ini resmi tamat ya gak ada bonchap lagi.
Terus maaf kalo gak sesuai ekspetasi kalian, maaf typo nya, maaf ceritanya abal-abal kayak ini.
Makasih udah ramein book ini sampai jumpa .....
KAMU SEDANG MEMBACA
Being A Mommy [sungjake]
FantasiEND "Aku dimana?" Jake sangat ingat diharusnya berada dikamar mandi karena sang ayah yang menghukumnya, tapi kenapa dia terbangun disebuah kamar mewah dan dalam keadaan mengandung. Saat keluar kamar para pelayan menunduk hormat penuh ketakutan melih...
![Being A Mommy [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/277105668-64-k17396.jpg)