your brother

75.8K 7.3K 138
                                        

..

Selama acara debut sang putri Jake dan Jungwon hanya duduk memakan makanan mereka tidak ada habisnya sebab para pelayan suka memberikan makanan pada mereka.

Jake makan saja, tapi ia merasa banyak pasang mata curi pandang padanya Jake acuh.

Biar dikatakan sombong Jake tidak mengenal mereka sebab ingatan Jaeyun mulai memudar, jadi biarkan saja lagi pula tidak penting juga, Jake membersihkan sudut bibir Jungwon anak itu terkekeh imut dan memekik girang.

"Salam nyonya dan tuan muda perdana menteri," Jake menoleh menemukan seorang pria tampan dan sangat tinggi tersenyum padanya.

"Calam cuga antel Lee!" Siapa tadi uncle Lee?

"Salam tuan Lee ada yang bisa saya bantu?" Jake tersenyum manis.

Pria itu tergelak lalu mengangkat tubuh gembul Jungwon ke pangkuannya, Jungwon tidak rewel sama sekali.

"Jangan terlalu formal Jaeyun, aku tadi hanya iseng menyapamu tapi malah disapa balik," Jake mengerutkan keningnya.

"Kamu terlihat sombong sekali, padahal aku ini masih kakakmu." Jake makin bingung.

"Berapa lama kita tidak bertemu? 6 tahun? Atau lebih?"

Jake diam seribu bahasa, dia berusaha mengorek ingatan Jaeyun sekuat mungkin yang dia bisa, tentang keluarganya di dunia ini.

"Kamu lupa pada kakak sepupumu sendiri? Ya tuhan Jaeyun."

"Janan malah cama mama! Antel Lee natal!" Jungwon tidak suka ada bicara nada rendah mengintimidasi pada mamanya.

"Astaga sayang uncle Heeseung panggil aku begitu, uncle tidak marah, uncle sedang menyapa mamamu," Jake masih mencoba mengingat dan damn!

Dalam ingatan Jaeyun yang pergi meninggalkan keluarganya ada pria ini menangis di ambang pintu melepaskan kepergian Jaeyun, dan beberapa pria dewasa menangis pilu.

Benar dia kakak sepupu Jaeyun bernama Lee Heeseung seorang penasihat hukum kerajaan.

"Kakak ... aku tidak begitu," Jake tidak mau ada salah faham lagi.



Heeseung menurunkan Jungwon dari pangkuannya dan memeluk Jake begitu erat walaupun terhalang perut buncit Jake.

"Adiik .... kakak rindu tidak ada yang merengek minta tidur bersama lagi .... ayo pulang dik, ayah dan kakak yang lain menunggumu." Jantung Jake berdetak sangat cepat.

"Ayah sering menangis, beberapa minggu yang lalu banyak fotomu beredar di koran, dan ayah peluk itu sampai tidur, ayah sedih ... "


Airmata Jake mengalir dengan sendirinya, tanpa ragu ia membalas pelukan Heeseung.

"Ayah menunggumu setiap hari didepan pintu 6 tahun terakhir, dia menangis memeluk fotomu yang sering terpajang di koran."





Sreekkk



Sunghoon menarik Heeseung dari pelukan Jake dan menarik Jake.

"Jangan peluk istriku."




"Kau memang tidak punya hati Park, kau tahu ayahku merindukan anaknya, Jaeyun. Ayah menunggu selama 6 tahun lamanya, menantu yang buruk."








"Buluk! Mama uwon lapal! Antel cama yayah pindil dulu!! Mama! Lapal!"

Perdebatan orang dewasa itu teralihkan pada anak gembul yang marah karena masih lapar, Jake berusaha melepaskan cengkeraman Sunghoon, namun Sunghoon mengeratkan tautannya.


"Dacal yayah cama antel natal, tembalikan mama uwon!!"



.

Kita adalah pemuda yang mabuk park shim.

Sunghoon buat ship sendiri gess ..... mana mau menghabiskan masa tua berdua sama ayank gak tuh kamu siapa? Parkshim couple kayak maudy ayunda serba tiba-tiba ...

Being A Mommy [sungjake]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang