new life

103K 10K 283
                                        

Rupanya Jake mengerti mengapa ia bertransmigrasi kesini memakai raga Jaeyun, tuhan ingin tahu bagaimana jika Jake melihat dirinya sendiri pada Jungwon, anak itu sama sepertinya ketika kecil sampai sekarang dipaksa dewasa sebelum waktunya, berkompetisi di usia muda bahkan anak kecil lain hanya tahu bermain dan bersenang-senang.

Tugas Jake disini menjadi ibu yang berkebalikan dengan apa yang Jaeyun lakukan, Jake merasakan apa yang Jungwon rasakan karena dia pernah pada posisi itu, tidak ada kenangan manis masa kecil semua hanya tentang juara, piala dan penghargaan.

Tidak! Jake tidak akan menjadi seperti ayahnya atau pun seperti Jaeyun. Jake akan buat Jungwon bahagia mempunyai kenangan manis masa kecil hingga dewasa, anak itu pantas bahagia dengan pilihannya sendiri, tugas Jake di kehidupan barunya adalah mendukung anaknya, Jungwon.

Mata bulat Jungwon menatap sang ibu penuh cinta, "Kenapa sayang?" Jake bertanya lembut.

Si imut itu menggeleng, "Nda ada..... hihi ...."

Sepanjang perjalanan menuju sekolah Jungwon anak itu tidak berhenti menatap lamat wajah cantik milik ibunya, bahkan tangan mungil itu bergerak mengelus pipi Jake.

"Mama janan malah yagi ya?" Jake mengangguk kemudian menggesekkan hidungnya dan hidunh Jungwon.

Ini salah satu keinginan Jake dari kecil, dulu waktu masih sekolah dasar ayah selalu memberikan hadiah ciuman jika ia mendapatkan nilai tinggi, tidak ada yang gratis itulah pikirannya sejak kecil, Jake rela tidak punya teman hanya untuk mengemis kasih sayang ayahnya dengan terus mencapai prestasi yang ayah inginkan.

Jake menyelipkan poni Jungwon, jantungnya berdebar kencang beginikah rasanya memiliki anak? Kasih sayang menggelora dalam dirinya seakan ingin menumpahkan sebanyak apapun yang Jake bisa pada Jungwon.

"Mama gak akan marah lagi kok, janji."

Supir pribadi Jungwon menahan airmata yang ingin jatuh, si supir sering mendengar ocehan Jungwon tentang harapannya pada kedua orang tuanya, ingin di antar sekolah, juga ucapan selamat belajar dari nyonya besar yang merupakan ibu tuan muda itu.

"Mama halus bilang cemangat uwon cekolahnya!!" Jake tertawa gemas.

"Semangat kak uwon!!" Jungwon melonjak kegirangan di kursinya dan memeluk perut buncit ibunya.

Jake ingin menangis mendengar itu, kata-kata sederhana tapi bermakna luar biasa dia juga pernah merasakannya.

"Mama setiap hari semangatin kak uwon kalo gitu, sekarang uwon di panggil kakak ya? Soalnya adek bayi pengen ..... "

Jungwon menepuk dahinya seakan ingat sesuatu yang penting, "Halusnya uwon nda boleh dendong .... ade cakit," anak pintar, batin Jake.

"Gak papa kalo uwon mau gendong tapi jangan sering-sering nanti adek bayi gepeng," si supir meloloskan tawanya mendengar percakapan mereka.

"Maaf nyonya, saya salah," Jake menggeleng maklum.

"Mamap mama, caya calah," Jungwon menertawakan dirinya sendiri setelah itu, entah apa lucunya kata Jake.

Being A Mommy [sungjake]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang