with you

49.1K 5K 108
                                        


.

Sekarang mereka mengurus bayi bersama-sama, tetapi lebih banyak Sunghoon sih karena kondisi Jake belum stabil sejak keluar dari rumah sakit. Apalagi Jake harus mengurus Jungwon juga agar anak itu tidak merasa dilupakan saat memiliki adik.

Sunghoon akan mengantarkan Jungwon pergi sekolah, dan Jake menyuapi anak itu makan hingga membantu memakai seragam.

Sepatu pun Jake akan memasangkan untuk anaknya.

"Lho bukannya pr udah kakak kerjain dari kemarin?" Jungwon cengengesan.

"Maap mama kak uwon lupa," Jake mencium pipi gembil itu dan menggandengnya keluar.

"Jangan nakal, jangan sering jahilin kakak seongi ya? Nanti kakak seongi gak mau temenan sama kak uwon. Mengerti anak baik?" Jungwon mengangguk.

Sunghoon sudah melambaikan tangan pada Jake didalam mobil, Jungwon mengecup pipi sang ibu dan masuk mobil.

"Uwon nda nakal kan yayah?" Sunghoon yang sibuk memasangkan sabuk pengaman mengangguk.

Surai hitam sang anak diusak hingga berantakan, tidak lama mengundang pekikan kesal dari Jungwon, Jake menonton semua itu dengan santai, kalau Jungwon belum menangis rasanya kurang sekali kerjaan Sunghoon.

"Cepat berangkat! Nanti dihukum lagi!"



.

Jake sedang memandikan Ni-ki dibantu beberapa pelayan, mereka akan menyiapkan hal-hal keperluan tuan bungsu yang baru saja beberapa minggu pulang ke kediaman.

Bayi itu terlihat nyaman dan terus menatap wajah cantik ibu yang sedang memandikannya, kaki mungil itu bergerak sampai air menciprat kemana-mana, Ni-ki tertawa setelah itu dan dari sini kita tahu kalau bayi ini calon anak nakal yang suka mengerjai orang lain.

"Dasar anak Park Sunghoon." Jake mengangkat bayi itu dan langsung membalutnya dengan handuk, jika biasanya bayi akan rewel saat dimandikan Ni-ki berbeda, bayi itu malah rewel karena tidak bisa main air lagi.

"Dulu tuan muda Jungwon malah gak suka mandi." Jake tertawa pelan.

"Kan anaknya Park Sunghoon." Pelayan itu meringis ketika begitu berani nyonya mereka mengatakan nama paling orang segani dengan remeh.

Pelayan membantu Jake menyiapkan selimut, baju sampai perlengkapan bayi lain.

"Kalian bisa seduhkan susu sekarang? Dan bawa dulu tuan muda kalian aku mau mandi." Pelayan itu membawa Ni-ki sedangkan Jake akan bersiap untuk mandi.



Di luar Sunghoon baru saja datang dari dinasnya melihat pelayan menggendong anak bungsunya yang berarti Jake akan mandi, pria itu langsung melangkah cepat menuju kamarnya.

Kalau beruntung dia akan mandi bersama istrinya kalau Jake tidak mode galak, coba saja dulu itu moto Sunghoon.

Saat masuk kamar ternyata Jake sudah mandi terdengar percikan air dalam kamar mandi, Sunghoon melepaskan sepatunya sembarangan dan melemparkan tas kerjanya lalu masuk kamar mandi.





.

"Kamu sih! Kan telat ke rumah ayah mana adik kiki rewel terus! Mana kak uwon belum siap-siap!" Sunghoon tersenyum puas tidak menanggapi gerutuan sang istri.

Jake mendorong stroller Ni-ki meninggalkan Sunghoon tersenyum mesum disana dan masuk kamar Jungwon meninggalkan suaminya tersenyum mesum didepan pintu kamar pribadinya.

Masuk kamar si sulung anak itu sudah rapi memakai pakaian khas untuk anak perdana menteri mungkin dibantu beberapa pelayan, Jake terlihat sangat bangga.

"Ih kak uwon pinter banget .... udah bisa pake baju sendiri .... " Jungwon menunduk malu sambil berjalan menuju sang ibu dan memeluk kaki jenjang Jake.

"Mama~ kak uwon pintal .... " malu rupanya dipuji mama.

Sunghoon menggandeng Jungwon, "Jungwon mau ayah gendong?" Anak itu menggeleng.

"Kak uwon dah pintal, yayah!"


Sunghoon menatap keluarga kecilnya hangat ternyata sebahagia ini mempunyai orang-orang yang mempercayakan kebahagiaan padamu, Sunghoon merasakan itu bersama Jake orang yang entah berantah asalnya.

Teruntuk Jaeyun mungkin terlambat, namun Sunghoon akan menyimpan nama itu ditempat paling indah dihatinya, dan sekarang biarkan dia bersama Jake karma dari segala kejahatannya pada Jaeyun.

Karma? Iya Sunghoon menganggap Jake karma yang dikirimkan Jaeyun untuknya. Sekarang Sunghoon merasakan bagaimana mencintai tanpa balasan yang berarti. Begini rasanya jadi Jaeyun menemani orang yang tidak mencintainya, namun Jaeyun lebih menyakitkan.

Semua yang Jaeyun rasakan juga Sunghoon rasakan lewat Jake.

Jake belum bisa membalas cintanya entah sampai kapan.





.


Janlup komen

Being A Mommy [sungjake]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang