.
Hukum karma itu memang benar-benar ada ternyata apa yang dirasakan Sunghoon sama seperti yang dirasakan tuan Shim, Jungwon kabur dari tepat pada usia debutnya lalu menikah dengan Jongseong tanpa restu kedua orang tuanya.
Semua berawal dari Sunghoon yang terlalu protektif pada anak-anaknya sampai melarang hubungan Jungwon dan Jongseong saat mereka menyatakan hubungan mereka, Sunghoon agak strict pada anak-anaknya hal itulah yang membuat Jungwon tidak tahan.
Pada pesta debutnya Jungwon merencanakan upaya kabur dari rumah bersama Jongseong pewaris tunggal tambang berlian anak marques Park.
Sekarang acara pemberkatan itu di siarkan pada salah satu saluran televisi, Sunghoon mengenakan baju khusus perdana menteri jika salah satu kerabatnya menikah sambil menangis. Jake pun tak jauh beda dari suaminya, namun dia harus kuat agar Sunghoon mempunyai sandaran.
"Sayang anak kita menikah." Betapa rapuh seorang ayah tidak bisa mendampingi anaknya menuju altar padahal dia masih hidup, semua karma terus menghujam Sunghoon.
Apa yang dirasakan Jaeyun sudah Sunghoon rasakan, dan sekarang apa yang dirasakan ayah mertuanya juga dia rasakan. Sebenarnya Sunghoon bisa menghakimi Jongseong, namun melihat anaknya bahagia Sunghoon tidak akan sanggup melakukan itu, Jungwon sudah cukup menderita dari kecil.
"Ayah menyayangi kamu sayang Park Jungwon." Jake memeluk erat suaminya dan menangkup pipi tirus pria itu.
"Sayang kamu ayah yang hebat, harusnya bisa saja kak uwon menikah secara tertutup, tapi ini? Anak kita masih menyayangi kita, Sunghoon. Kak uwon selalu melihat kamera terus senyum senyum." Sunghoon punya penyemangat saat di ambang kehancuran.
Sedangkan Jungwon saat berhadapan dengan pendeta langsung lemas dan jatuh merosot.
"A-ayah m-mama hikss .... " para tamu undangan kaget.
Jungwon tidak sanggup melangkahi kedua orang tua yang sangat menyayanginya itu, bayangkan kalian seorang mempelai pengantin datang sendirian tanpa didampingi salah seorang pun pihak keluarganya. Menikah pun tanpa restu ayah dan mamanya.
Dua pria paruh baya itu terkejut melihat anak mereka jatuh, "Kak uwon kenapa yah!"
Seakan mendengar kekhawatiran kedua orang tuanya Jungwon meminta mikropon mc, dan mulai bicara sambil sesegukan. Calon suaminya menenangkan pujaan hatinya.
"A-ayah hikss .... kak uwon sendirian disini .... mama kak uwon mau pulang .... mau peluk hikss .... " setelah mendengar itu Sunghoon berlari keluar untuk menyusul anaknya.
Jake menatap kepergian suaminya penuh haru, "Ayah hebat, kak uwon juga .... tunggu mama ya? Soalnya adik iki belum pulang." Jake merasa lebih lega apalagi anak manis itu sangat tidak tega melangkahi orang tuanya dan berbuat nekat.
.
Kedatangan perdana menteri yang masih tampan walaupun sudah dimakan usia itu membuat orang-orang kaget, bahkan Jungwon sendiri pun begitu dia kira ayah benar-benar akan membuangnya. Nyatanya pria itu siap siaga untuknya.
Sunghoon memeluk anak manisnya itu ketika sudah sampai altar, "A-ayah hikss .... " pria ini adalah orang yang sulit untuk Jungwon jangkau, tapi sekarang adalah sosok hebat dan siaga tentang dirinya.
"Ayah tidak akan meninggalkanmu, nak." Pemandangan haru itu lagi-lagi mematahkan rumor jika Jungwon di usir perdana menteri gagah itu.
Jongseong tersenyum tampan tak jauh dari mereka, sudah dia tebak kalau ayah dan anak itu tidak akan bisa terlalu lama berjauhan. Perjuangannya mendapatkan Jungwon tidak mudah dan hari ini puncak kejayaannya menerima hasil dari perjuangan.
"Mama gak mau ketemu kak uwon lagi ya? Hikss ... mama kak uwon nakal teruss .... " Sunghoon melepaskan pelukannya kemudian menepuk pelan jidatnya.
"Astaga ayah lupa! Mamamu ketinggalan tadi!" Semua tamu undangan tertawa disela tangisan mereka.
Pendeta menunggu dengan sabar pasangan yang akan menikah itu.
"Ayah restui kalian, Jongseong jaga anakku baik-baik." Sunghoon resmi menyerahkan tanggung jawabnya pada Jongseong pendamping anak sulungnya.
Setelah selesai pemberkatan Jake datang bersama Ni-ki yang masih memakai seragam sekolah, tidak sempat ganti baju karena perjalanan ke tempat pernikahan Jungwon memakan waktu 1 jam lamanya, dan aneh sekali Sunghoon cepat sekali sampainya.
"Hai anak mama!" Jungwon semakin merasa bersalah melihat sosok cantik yang menjamin semua kebahagiaannya itu.
"Mama .... " mereka berpelukan dan Ni-ki yang jauh lebih tinggi dari kedua pria cantik itu memeluk keduanya dengan mudah.
.
Satu chap lagi bakal end yey!
KAMU SEDANG MEMBACA
Being A Mommy [sungjake]
FantasyEND "Aku dimana?" Jake sangat ingat diharusnya berada dikamar mandi karena sang ayah yang menghukumnya, tapi kenapa dia terbangun disebuah kamar mewah dan dalam keadaan mengandung. Saat keluar kamar para pelayan menunduk hormat penuh ketakutan melih...
![Being A Mommy [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/277105668-64-k17396.jpg)